Sekretaris Satgas Saber Pungli Berkunjung ke Aceh, Ini Agendanya

Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol Agung Makbul, saat berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Sekretaris Satgas Saber Pungli Berkunjung ke Aceh, Ini Agendanya

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol Agung Makbul, saat berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol Agung Makbul, berkunjung ke Aceh. Mengawali langkahnya di Tanah Rencong, Agung Makbul bersilaturahmi dengan Imam Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

“Saya selalu mengagumi masjid bersejarah ini,” kata Agung usai menjalankan salat Zuhur berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu, (14/5/2022) kemarin.

Agung Makbul yang juga Sekretaris Satgas Saber Pungli ini bakal melakukan sejumlah agenda di Aceh. Satu di antaranya adalah; memberikan kuliah umum dan sosialisasi tentang Saber Pungli di Universitas Syiah Kuala (USK).

Agenda ini dilaksanakan sesudah Agung bertemu dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar, di Mapolda Aceh.

Dari USK, Agung dan rombongan bergerak ke Meulaboh, Aceh Barat. Dia diagendakan untuk memberikan sosialisasi terkait Saber Pungli di Aula Bappeda Aceh Barat.

Dalam sejumlah kesempatan, Agung mengatakan pentingnya sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum kepada masyarakat.

Agung mengatakan praktik pungutan liar (pungli) ini merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu pemerintah perlu memberantas praktik kotor ini secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.

Agung mengatakan praktik pungli di Indonesia sangat kronis. Bahkan dia menyebut sejak lahir sampai mati warga Indonesia kerap menjadi korban pungli.

“Pungli juga menyebabkan ekonomi biaya tinggi,” pungkasnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist