MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Februari 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

PUNA MALE, Drone Bikinan Anak Negeri

Masa Kini by Masa Kini
31 Desember 2019
in Nasional
0
PUNA MALE, Drone Bikinan Anak Negeri

Kepala BPPT Hammam Riza saat penandatanganan MoU dengan Unsyiah di Banda Aceh. Foto: Humas Setda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menghadirkan drone yang diklaim mampu terbang tanpa henti selama 24. Pesawat nirwak itu memiliki pengendalian multiple UAV secara bersamaan (simultan).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan konsep operasi drone HANA MALE ini memungkinkan untuk melakukan pengawasan dalam menjaga kedaulatan NKRI, baik di wilayah darat maupun laut melalui pantauan udara. Penjagaan itu sangat efisien dan mampu meminimalisir risiko kehilangan jiwa.

RelatedPosts

Indonesia Hadapi Darurat 50 Juta Ton Sampah, Industri Semen Manfaatkan RDF Tekan Emisi

10 Bandara InJourney Raih 32 Penghargaan Dunia dari ACI

Panduan Puasa Ramadan Bagi Pasien Kanker

“Pesawat tanpa awak MALE ini hasil rancang bangun, rekayasa dan produksi anak bangsa,” ujar Hammam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 30 Desember 2019 seperti dilansir situs TEMPO.CO.

Pemerintah, kata Hammam, terus berfokus untuk melakukan pengawasan kedaulatan negara namun melalui upaya pengawasan yang efisien. “Kebutuhan pengawasan dari udara yang efisien dan kemampuan muatan yang lebih besar dan jangkauan radius terbang yang jauh secara kontinyu menjadi kebutuhan yang harus diantisipasi,” kata Hammam.

Inisiasi pengembangan PUNA MALE ini telah dimulai sejak 2015 silam oleh Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan). Hal itu ditandai melalui kesepakatan rancangan, kebutuhan dan tujuan PUNA MALE yang akan dioperasikan oleh TNI, khususnya TNI Angkatan Udara (AU).

“Proses perancangan dimulai dengan kegiatan desain awal, desain dasar dengan pembuatan dua kali model terowongan angin dan hasil ujinya di tahun 2016 dan tahun 2018,” jelas Hammam. Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan dokumen dan gambar teknis tahun 2017 melalui anggaran dari Balitbang Kemhan dan BPPT.

Kemudian pada 2017, perjanjian bersama pun dibentuk dengan adanya Konsorsium Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA MALE). Anggotanya terdiri dari Kemhan RI yaitu Ditjen Pothan dan Balitbang, BPPT, TNI AU (Dislitbangau), Institut Teknologi Bandung/ITB (FTMD), BUMN melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) serta PT Len Industri.

Selanjutnya tahun 2019 ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pun masuk sebagai anggota konsorsium tersebut.

Pada tahun 2019 ini tahap manufaktur dimulai melalui beberapa tahapan. “Langkah ini diawali dengan adanya proses desain struktur, perhitungan Finite Element Method, pembuatan gambar 3D serta detail drawing 2D yang dikerjakan oleh insinyur BPPT dan disupervisi oleh PT Dirgantara Indonesia,” tegas Hammam.

Kemudian prosesnya dilanjutkan melalui pembuatan tooling, molding, cetakan dan fabrikasi dengan proses pre-preg dengan autoclave. Selain itu, pada 2019 ini, dilakukan pula pengadaan Flight Control System (FCS) yang diproduksi di Spanyol.

Rencananya FCS ini akan diintegrasikan di awal 2020, pada prototype PUNA MALE pertama (PM1) yang telah dibuat oleh teknisi BPPT dan PT Dirgantara Indonesia yang telah mendapatkan pelatihan untuk mengintegrasikan dan mengoperasikan sistem kendali tersebut pada prototype yang dibuat di PT Dirgantara Indonesia.

Menurut Hammam, dua unit prototype akan dibuat pada 2020 yang direncanakan untuk diterbangkan dan uji kekuatan struktur di BPPT. Sementara untuk proses sertifikasi produk militer, dimulai tahun ini dan diharapkan sudah mendapatkan sertifikat tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan RI (IMAA) pada akhir 2021.

Pengintegrasian sistem senjata pada prototype PUNA MALE ini juga akan dilakukan mulai tahun 2020 dan diharapkan pula mendapatkan sertifikasi tipe produk militer pada tahun 2023.

Drone atau PUNA tipe MALE tipe MALE ini rencananya akan dipersenjatai rudal dan mampu terbang selama 24 jam nonstop dengan ketinggian jelajah hingga 23.000 ft. []

Tags: Drone Hana MaleDrone Indonesia
Previous Post

Polda Aceh Razia Narkoba Untuk Sopir Bus

Next Post

Plt Gubernur Teken MoU Pelaksanaan JKA Bersama BPJS Kesehatan

Related Posts

No Content Available
Next Post
Plt Gubernur Teken MoU Pelaksanaan JKA Bersama BPJS Kesehatan

Plt Gubernur Teken MoU Pelaksanaan JKA Bersama BPJS Kesehatan

Sekda: Kepala Sekolah Harus Melayani Bukan Dilayani

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co