MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Tak Yakin Kasusnya Terungkap, Novel Minta Jokowi Turun Tangan

Masa Kini by Masa Kini
18 Juni 2020
in Headline, Nasional, News
0
Tak Yakin Kasusnya Terungkap, Novel Minta Jokowi Turun Tangan

Penyidik KPK, Novel Baswedan. [MI/Rommy]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Penyidik KPK, Novel Baswedan meminta bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. 

Menurut dia, fakta pada kasus tersebut tidak akan terungkap bila presiden tak turun tangan. 

RelatedPosts

UIN Ar-Raniry Siapkan 2.000 Paket Iftar per Hari, Terbuka untuk Mahasiswa dan Warga Sekitar

Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan, Ustaz Razi: Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

Tubuh Terasa Berenergi atau Lelah saat Puasa? Ini Penyebabnya

“Ini masalah sudah melibatkan orang yang begitu kuatnya, kalau tidak level presiden, saya enggak yakin bisa (terungkap),” kata Novel dalam acara Mata Najwa, Rabu (17/6) malam.

Novel kembali mendorong Presiden Joko Widodo membentuk tim pencari fakta (TPF) yang independen untuk mengusut kasus yang ia alami. 

Ia mengatakan, pembentukan TPF independen itu merupakan bentuk Jokowi turun tangan dalam mengusut kasus ini, tanpa mengintervensi proses persidangan. 

Selain itu, menurut Novel, presiden memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi ataupun mengkoreksi kinerja jajarannya. Oleh karena itu, Novel menilai wajar jika ia meminta bantuan presiden. 

“Negara kita kan negaranya presidensial, artinya seluruh aparatur itu di bawah presiden, ketika melihat hal itu sangat relevan sebetulnya yang saya katakan,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Novel mengatakan, persoalan penegakan hukum merupakan persoalan mendasar yang mesti diselesaikan oleh Jokowi. 

Hal itu disampaikan Novel dalam video berjudul Sebuah Novel tanpa Judul, Edisi Novel Baswedan: Masa kecil hingga Misteri Penyiraman yang tayang di akun YouTube Feri Amsari, Senin (15/6). 

“Agar presiden juga bertanggung jawab dan melakukan langkah-langkah untuk menghentikan ketidakbenaran sekaligus meluruskan hal-hal yang harus dibenahi, karena masalah hukum itu adalah masalah yang mendasar,” kata Novel dikutip dari video tersebut.

Di media sosial, ada beberapa warganet yang menyebut Novel ada maksud lain dengan melibatkan presiden. Mereka juga kerap memberikan komentar dengan mengungkap kembali kasus pencurian sarang burung walet yang pernah membelit Novel. 

Perkembangan terakhir, dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel, Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis dituntut jaksa dengan Pasal 353 KUHP Ayat (2) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan hukuman satu tahun penjara. 

Rahmat dianggap terbukti melakukan penganiayaan dengan perencanaan dan mengakibatkan luka berat pada Novel karena menggunakan cairan asam sulfat atau H2SO4 untuk menyiram penyidik senior KPK itu.

Sementara, Rony dianggap terlibat dalam penganiayaan karena ia membantu Rahmat dalam melakukan aksinya. 

Menurut Jaksa, Rahmat dan Ronny menyerang Novel karena tidak tidak suka atau membenci Novel Baswedan karena dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Polri. 

“Seperti kacang (lupa) pada kulitnya, karena Novel ditugaskan di KPK padahal dibesarkan di institusi Polri, sok hebat, terkenal dan kenal hukum sehingga menimbulkan niat terdakwa untuk memberikan pelajaran kepada Novel dengan cara membuat Novel luka berat,” ujar jaksa seperti dikutip dari Antara. [Kompas.com]

Tags: JokowiKpknovel baswedanpengadilanpenyiraman air keras
Previous Post

Lantik Ketua PKK Bireuen, Ini Pesan Dyah

Next Post

Shin Tae-yong Curhat soal PSSI di Media Korsel, Ini Katanya

Related Posts

KPK Klaim Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Tahun 2025

by Redaksi
1 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil pulihkan aset negara senilai Rp1,531 triliun sepanjang 2025, naik 107 persen dibandingkan tahun...

Di Gedung KPK, Illiza Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi

Di Gedung KPK, Illiza Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi

by Alfath Asmunda
5 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal mengikuti rapat koordinasi pemberantasan korupsi bertema "Penguatan Sinergi Kolaborasi KPK dan...

Perkuat Komitmen Anti Korupsi, BRI Gelar Sosialisasi Bersama KPK

Perkuat Komitmen Anti Korupsi, BRI Gelar Sosialisasi Bersama KPK

by Redaksi
13 Januari 2025
0

MASAKINI.CO - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Melalui...

Next Post
Shin Tae-yong Curhat soal PSSI di Media Korsel, Ini Katanya

Shin Tae-yong Curhat soal PSSI di Media Korsel, Ini Katanya

Dewan Pidie Minta Pemprov Tinjau Kembali Terkait Penetapan Zona Covid-19

Dewan Pidie Minta Eksekutif Segera Bikin Qanun Wisata

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co