MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Emil Salim: Ada Ancaman Kemunduran Keanekaragaman Hayati

Redaksi by Redaksi
28 November 2020
in Nasional, News
0
Emil Salim: Ada Ancaman Kemunduran Keanekaragaman Hayati

Emil Salim

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pendiri Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI) dan tokoh lingkungan Emil Salim mendorong semua pihak untuk terus menjaga keragaman hayati Indonesia. Sebab, semua unsur alam memiliki keterkaitan satu dengan lainnya, di tengah ancaman kemunduran kondisi keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Dalam 10 tahun ini kondisi keanekaragaman hayati di Asia mundur. Keadaan di Indonesia sendiri kita melihat ada kemunduran, keanekaragaman itu mundur karena orang tidak paham kegunaannya,” katanya ketika membuka penganugerahan KEHATI Awards 2020 yang dipantau secara virtual di Jakarta, Jumat (27/11).

RelatedPosts

KPA Pase Ziarah ke Makam Hasan Tiro, Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Aceh

Pembelajaran Daring Batal Dilaksanakan

Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan 7 Ton Lebih Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh  

Menurut Emil Salim, masih banyak ditemukan individu yang mempertanyakan mengapa hutan lindung tidak dimanfaatkan untuk pertanian atau perkebunan komoditi yang menguntungkan. Hal itu menunjukkan masih banyak yang tidak paham apa artinya keanekaragaman hayati.

Menteri Lingkungan Hidup periode 1978-1993 itu mengatakan, alam bergerak dalam sebuah kondisi saling berkaitan satu dengan lainnya dengan masing-masing memiliki fungsi sendiri, tetapi saling menghidupi.

Karena itu penting untuk menjaga fungsi keterkaitan itu agar alam bisa berjalan secara utuh. Hal itu karena jika satu mata rantai putus maka tidak terjamin keberlanjutan dari alam.

Guru besar Sekolah Ilmu Lingkungan Hidup Universitas Indonesia itu menegaskan pentingnya hutan lindung dalam fungsinya untuk memastikan semua mata rantai ekosistem berjalan sebagaimana mestinya.

“Apabila sekarang hutan kian dikurangi, hutan dirubah fungsinya maka yang terjadi adalah bahwa dampak dari fungsi lahan hutan menyerap CO2 berkurang,” katanya.

Akibatnya, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan semakin besar dan mengakibatkan kenaikan suhu bumi dan perubahan iklim.

Kondisi itu eperti yang terjadi pada 2019 ketika terjadi kenaikan suhu bumi sebesar 1,1 derajat Celcius yang memiliki dampak luas terhadap seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, dengan ancaman kenaikan permukaan laut, demikian Emil Salim.[]

REPUBLIKA

Tags: Emil SalimGuru besar Sekolah Ilmu Lingkungan Hidup Universitas IndonesialestariPendiri Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI)tokoh lingkungan hidup
Previous Post

Fatwa MUI Perbolehkan Vaksin COVID-19

Next Post

Kesembuhan Kumulatif Pasien Covid-19 Jakarta Capai 122.255 Kasus

Related Posts

No Content Available
Next Post
Dinilai Gagal Selamatkan New York, Trump Dicela Wali Kota

Kesembuhan Kumulatif Pasien Covid-19 Jakarta Capai 122.255 Kasus

TALKSHOW | Gampang-gampang Susah Kuliah Virtual

TALKSHOW | Gampang-gampang Susah Kuliah Virtual

Discussion about this post

CERITA

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co