MASAKINI.CO – Tradisi meugang tidak hanya mendongkrak penjualan daging di Banda Aceh, tetapi juga memicu peningkatan permintaan bumbu masak dan santan. Aktivitas perdagangan di Pasar Al Mahira tampak lebih ramai dari biasanya seiring masyarakat berburu kebutuhan memasak untuk menyambut Iduladha bersama keluarga, Senin (25/5/2026),
Pedagang mengaku jumlah pembeli meningkat signifikan dibanding hari biasa. Komoditas pelengkap masakan seperti bumbu rendang dan santan menjadi produk yang paling banyak dicari karena tingginya kebutuhan masyarakat untuk mengolah daging meugang.
Seorang pedagang bumbu jadi, Nuraini, mengatakan tradisi meugang selalu membawa berkah bagi para pelaku usaha di pasar tradisional. Banyak warga memilih membeli bumbu siap pakai karena lebih praktis dan menghemat waktu memasak.
“Dibanding hari biasa, hari meugang lebih ramai pembelinya. Yang paling banyak dicari bumbu rendang karena kebanyakan masyarakat memasak daging,” kata Nuraini.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar. Kehadiran bumbu siap saji menjadi pilihan banyak keluarga yang ingin memasak dengan cepat tanpa harus meracik bumbu dari awal.
Lonjakan transaksi juga terjadi pada komoditas santan. Tingginya kebutuhan memasak hidangan berbahan dasar daging membuat permintaan santan meningkat dan mendorong kenaikan harga.
Penjual santan, M Nur, mengatakan harga santan kini mencapai Rp10 ribu per kilogram, lebih tinggi dibanding hari-hari biasa. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya harga kelapa di tingkat pemasok.
“Harga santan Rp10 ribu per kilogram. Naik karena meugang. Harga kelapa yang biasanya Rp6 ribu sampai Rp7 ribu per butir sekarang sudah Rp8 ribu,” ujarnya.










Discussion about this post