5 Investasi Magnet Cuan di Tahun Kerbau Logam

ILUSTRASI

Bagikan

5 Investasi Magnet Cuan di Tahun Kerbau Logam

ILUSTRASI

MASAKINI.CO – Tahun 2020 baru saja berlalu. Kini, saatnya Anda membuka lembaran baru dalam memilih investasi pada tahun kerbau logam.

Masih segar dalam ingatan kepanikan pasar yang melanda saat virus corona masuk RI pada awal Maret lalu.

Kala itu, pasar modal sempat terjun bebas ke titik terendah, 3.911. Meski mulai bangkit, indeks saham belum kembali ke posisi semula di kisaran 6.300. Tercatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup tahun lalu di posisi 5.979.

Lantas, bagaimana dengan peluang investasi tahun kerbau logam? Akan kah emas masih berkilau di tengah distribusi vaksin covid-19? Berikut ulasan lima investasi pengundang cuan pada tahun kerbau logam.

1. Saham
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut vaksinasi akan menjadi perhatian pelaku pasar sekaligus penentu arah IHSG sepanjang tahun ini.

Jika 2020 dihiasi euforia dan optimisme kala vaksin covid-19 ditemukan, maka 2021 akan menjadi pembuktian efektivitas vaksinasi dalam mengungkit ekonomi global maupun dalam negeri.

Hans memaparkan dua skenario kinerja pasar modal tahun ini. Pertama, apabila distribusi dan vaksinasi membutuhkan waktu yang lebih panjang dari perkiraan, maka indeks berpotensi tertekan hingga ke level 5.500.

Kedua, jika vaksinasi berlangsung relatif cepat dan menunjukkan efektivitas yang tinggi, ia optimistis indeks bisa melesat hingga 7.000. Rentang yang diprediksinya memang lumayan berjarak sebab ia menilai arah pasar sangat ditentukan oleh keberhasilan vaksinasi.

Realistisnya, ia meneropong indeks akan bergerak di kisaran 6.000-an pada 2021 selama distribusi vaksin berlangsung, tak jauh-jauh dari posisinya sebelum pandemi mengadang.

“Pasar sulit diprediksi, masalah besarnya adalah Indonesia bukan negara seperti Amerika Serikat yang satu lempeng, kita kepulauan,” ungkapnya kepada CNNIndonesia.com.

2. Valas
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat potensi cuan dari koleksi valas tahun ini, terutama dolar AS. Ia meramal mata uang garuda mampu menguat dari level tutuptahundi Rp14 ribuan, menuju level Rp13.500 per dolar AS.

Sebetulnya, ia memprediksi rupiah mampu menguat ke level Rp13 ribuan per dolar AS pada tahun lalu. Namun, proyeksi itu meleset karena keputusan Brexit tertunda serta alotnya diskusi penggelontoran stimulus AS,

Ia merekomendasikan untuk membeli dolar AS saat berada di level Rp13 ribu-an. Pasalnya, ia melihat peluang pelemahan rupiah di level Rp15 ribu terbuka lebar pada tahun kerbau logam.

3. Emas
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menyebut harga emas masih mampu menguat pada tahun kerbau logam, terutama awal tahun. Selama beberapa tahun terakhir, ia mencermati pola penguatan harga emas pada kuartal pertama.
Menurut Ariston, sentimen positif harga emas berasal dari stimulus ekonomi AS yang akan dikeluarkan oleh Biden pada awal tahun ini.

Ia juga memperkirakan distribusi vaksin corona belum akan maksimal pada awal tahun. Hal itu akan menahan dana investor di safe haven. Ia memprediksi harga emas masih mampu bertengger di area US$2.000 per troy ons.

Di sisi lain, harga emas berpotensi melemah ke kisaran 1.660 per troy ons saat ekonomi mulai tumbuh.

4. Bitcoin
CEO Indodax Oscar Darmawan memprediksi bitcoin masih mampu menguat tahun ini meski telah memecahkan rekor nilai tertingginya tahun lalu, US$28.500 per keping.

Ia optimis karena melihat tingginya permintaan dari institusi. Hal ini berpotensi mendorong mata uang kripto ini kembali melejit hingga dua kali lipat menjadi US$55.000 per keping. Prediksi yang dibuatnya berdasarkan analisis yang dikeluarkan oleh Bloomberg maupun analisis perbankan global.

Oscar membeberkan salah satu kelebihan bitcoin. Menurut dia, kelebihan terletak pada adopsi teknologi blockchain yang membuat bitcoin tidak terpusat atau memiliki sentral tertentu. Artinya, teknologi ini tidak dapat dipengaruhi oleh negara maupun perusahaan manapun dalam menjalankan infrastrukturnya.

“Sama seperti emas yang independen tetapi karena berbasiskan blockchain sehingga bitcoin jauh lebih transparan dibandingkan investasi lainnya. Yang mempengaruhi harga bitcoin pada dasarnya seperti kebanyakan komoditas yaitu hanya supply dan demand saja,” terangnya.
Hingga kini, sejumlah negara belum melegalkan bitcoin sebagai alat pembayaran sah, termasuk di Indonesia. Selain itu, belum ada otoritas yang bertanggung jawab atas fluktuasi harga bitcoin.

5. Properti
Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI) Wendy Haryanto menilai prospek investasi di bidang properti masih menantang pada 2021. Terutama, sektor komersial seperti mal dan pusat perbelanjaan membutuhkan waktu lebih lama untuk bangkit.

Sementara, permintaan single housing atau apartemen untuk kelas menengah dan menengah ke bawah cenderung tinggi.

Untuk jangka panjang, Wendy melihat sektor properti juga masih menarik untuk dilirik. Hanya saja, untuk menggairahkan permintaan, perlu dibarengi dengan stimulus seperti Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang lebih tinggi.

“Kebijakan pemerintah yang menurunkan bunga kredit dan kemudahan perizinan yang bisa membuat pembangunan apartemen cepat selesai. Dengan begitu, harganya nggak akan melambung tinggi dan bisa terbeli oleh masyarakat,” jelasnya.[]

CNN

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist