MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Maret 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Beda Parosmia dan Phantosmia yang Jadi Bagian Gejala Covid-19

Redaksi by Redaksi
6 Januari 2021
in Nasional, News
0
Beda Parosmia dan Phantosmia yang Jadi Bagian Gejala Covid-19

ILUSTRASI

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gangguan penciuman menjadi salah satu gejala umum pada infeksi Covid-19, mulai dari anosmia, parosmia, dan kini phantosmia.

Bila anosmia merupakan kehilangan kemampuan indra penciuman, parosmia dan phantosmia kerap disalahartikan memiliki sebagai hal yang sama. Lalu, apa sebenarnya perbedaan parosmia dan phantosmia?

RelatedPosts

Polda Aceh Ingatkan Akan Tindak Pelaku Penimbunan BBM

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying

Kurangi Konsumsi Kafein Selama Puasa, Ini Dampaknya Jika Berlebihan

Parosmia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan yang mengganggu indra penciuman Anda.

Jika Anda menderita parosmia, Anda mungkin mengalami kehilangan intensitas aroma, yang berarti Anda tidak dapat mendeteksi seluruh aroma di sekitar Anda.

Terkadang parosmia menyebabkan hal-hal yang Anda temui setiap hari tampak seperti memiliki bau yang kuat dan tidak menyenangkan.

Dikutip dari Healthline, Parosmia terkadang disalahartikan dengan kondisi lain yang disebut phantosmia, yang menyebabkan Anda mendeteksi bau “hantu” saat tidak ada aroma.

Parosmia berbeda karena orang yang mengidapnya dapat mendeteksi bau yang ada – tetapi baunya “salah” bagi mereka. Misalnya, bau harum dari roti yang baru dipanggang mungkin berbau menyengat dan busuk, bukan yang halus dan manis.

Jika Anda menderita parosmia, gejala utama Anda adalah merasakan bau busuk yang terus-menerus, terutama saat ada makanan. Anda mungkin juga mengalami kesulitan mengenali atau memperhatikan beberapa bau di lingkungan Anda, akibat kerusakan neuron penciuman Anda.

Aroma yang tadinya Anda anggap menyenangkan sekarang mungkin menjadi sangat kuat dan tak tertahankan. Jika Anda mencoba makan makanan yang baunya tidak enak, Anda mungkin merasa mual atau mual saat makan.

Penyebab parosmia
Parosmia biasanya terjadi setelah neuron pendeteksi aroma Anda – juga disebut indra penciuman Anda – telah rusak karena virus atau kondisi kesehatan lainnya. Neuron-neuron ini melapisi hidung Anda dan memberi tahu otak Anda cara menafsirkan informasi kimiawi yang membentuk bau. Kerusakan neuron ini mengubah cara bau mencapai otak Anda.

Bola olfaktorius di bawah bagian depan otak Anda menerima sinyal dari neuron-neuron ini dan memberikan sinyal kepada otak Anda tentang aroma: apakah itu menyenangkan, memikat, membangkitkan selera, atau busuk.

Hal inilah yang menyebabkan munculnya parosmia pada penyintas Covid-19.

Phantosmia
Sementara saat menderita phantosmia, Anda merasa mencium bau sesuatu padahal tidak ada sumber terkait bau itu.

Misalnya, Anda seperti mencium aroma roti yang gosong dipanggang padahal tak ada toko roti di sekitar.

Tak cuma itu, mungkin juga aroma ini ternyata bukanlah aroma yang sesungguhnya, alias aroma yang hanya ada dalam imajinasi Anda. Aroma imajiner.

Gejala ini disebut sebagai phantosmia. Hal ini juga dikenal sebagai halusinasi penciuman. Hanya saja bau ini lebih sering tercium sebagai bau yang tak enak. Bahkan seringnya, bau ini merusak selera makanan atau minuman apapun yang Anda santap.

Bau ini bisa berupa sesuatu yang busuk, terbakar, atau bau karet terbakar, asap rokok, bau bahan kimia, atau lainnya. Ketika seseorang dikatakan memiliki phantosmia, maka dia cenderung mencium bau yang pada kenyataannya tak ada di lingkungan sekitarnya.

Penyebab phantosmia
Dikutip dari Boldsky, beberapa orang mungkin saja mengalami hal ini. Namun ini akan jadi masalah yang mengganggu jika kondisi ini terus terjadi berulang kali.

Phantosmia atau mencium bau imajinasi ini cenderung terjadi setelah seseorang mengalami cedera kepala sampai infeksi saluran pernapasan atas. Namun, lama kelamaan kaus ini dianggap terkait dengan adanya masalah di hidung atau mulut dibanding dengan otak.

Beberapa masalah di hidung yang menyebabkan halusinasi ini antara lain alergi, dingin, sinus, polip, iritasi pernapasan. Sementara itu, penyebab umum lainnya adalah migrain, masalah gigi, terapi radiasi, sampai paparan neurotoksin.[]

CNN

Tags: cuci tangangangguan penciumangejala COVID-19ingat pesan ibujaga jarakpakai maskerParosmiaPhantosmia
Previous Post

Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona

Next Post

Wisata Seks Dubai Jadi Buah Normalisasi Hubungan Israel-UEA

Related Posts

INFOGRAFIS | Tatacara Menggunakan Masker yang Benar

Sekda Wajibkan Kembali ASN di Aceh Pakai Masker

by Redaksi
18 Juli 2022
0

MASAKINI.CO - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mengingatkan seluruh masyarakat, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh, untuk wajib memakai...

Hati-hati! Covid-19 Varian Alfa Mengincar Aceh

Satgas Klaim Kasus Covid-19 Melonjak di Aceh Karena Masyarakat Abai Prokes

by Alfath Asmunda
6 Agustus 2021
0

MASAKINI.CO - Kepatuhan terhadap protokol kesehatan (Prokes) melonggar di kalangan masyarakat Aceh. Tingkat kepatuhan memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari...

Segera Tes Covid-19 Usai Hadiri Kerumunan

Polusi Udara Perparah Kondisi Pasien Covid-19

by Redaksi
18 Januari 2021
0

MASAKINI.CO - Director of the Public Health, Environment and Social Determinants of Health Department (PHE) of the World Health Organization...

Next Post
Wisata Seks Dubai Jadi Buah Normalisasi Hubungan Israel-UEA

Wisata Seks Dubai Jadi Buah Normalisasi Hubungan Israel-UEA

Senyum Sumringah Evi, Setelah Bantuan Rumah Kini Terima Perlengkapan Rumah

Senyum Sumringah Evi, Setelah Bantuan Rumah Kini Terima Perlengkapan Rumah

Discussion about this post

CERITA

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co