MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto lama

Fosil Sampah, yang Terserak di Pantai Pulo

Masa Kini by Masa Kini
3 Maret 2021
in Foto lama, Headline
0

Salah satu sampah yang ada di Pantai Nipah, Pulo Nasi Aceh Besar. Sampah jenis ini bisa bertahan hingga seratusan tahun lebih

Share on FacebookShare on Twitter

Pulo Aceh menyimpan banyak cerita. Selain kisah gembira usai menyentuh riak di pantai berpasir putih sembari berfoto, Pulo Aceh tentunya juga menyimpan cerita duka. Sampah plastik berserak di berbagai sudut di pantai yang sepi. Bikin pemandangan alam yang indah menjadi tak enak dipandang mata.

Sampah-sampah bekas di antara bunga yang tumbuh di pinggiran pantai

Dugaannya memang bukan sampah hasil pemakaian warga. Arus kuat yang ketika angin bertiup dari timur membawa sampah-sampah dari daratan di Kota Banda Aceh menumpuk ke beberapa sudut pantai di Pulo Aceh. Sementara ketika angin dari arah barat, sampah dari lautan di Samudera Hindia juga hanyut ke Pulo.

“Ini bukan dari sini, tapi dibawa dari tempat lain. Dari Banda Aceh…,” ujar Dyah Erti Idawati, istri Gubernur Aceh yang berkunjung ke Pulo Aceh pada Senin awal Maret 2021.

RelatedPosts

393 Jemaah Kloter Perdana Haji Aceh Diberangkatkan

Tuntutan Buruh Soal UMP dan Outsourcing, Pemerintah Tegaskan Ikut Aturan Pusat

Banda Aceh Siap Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tunggu Aturan Teknis Pusat

Memang tumpukan sampah plastik menjadi dilema bagi pengembangan pariwisata. Banyaknya sampah membuat berbagai lokasi yang indah menjadi kotor.

Data dari National Plastic Action Partnership yang dirilis bulan April 2020, menyebutkan bahwa volume sampah plastik tumbuh sebesar 5% setiap tahunnya. Sementara itu Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, menyebutkan bahwa jumlah timbunan sampah nasional pada 2020 mencapai 67,8 juta ton.

Sampah ini terjepit di antara bebatuan besar. Artinya ia telah berada di sana dalam waktu yang lama. Di sisi sampah itu bahkan ada bangkai kepiting.

Itu baru total sampah timbunan, bukan sampah yang berserak di berbagai sudut, baik di sungai, di pantai bahkan di bawah laut.

Ada yang menarik yang saya jumpai dalam kunjungan saya ke Pulo Aceh: sampah berusia belasan hingga puluhan tahun. Sebuah kaleng cat semprot yang warna kalengnya masih sangat bersih tergeletak di antara pasir dan sampah lain. Tertulis angka 181112. Artinya cat itu kadaluarsa per tanggal 18 November tahun 2012 silam, atau 9 tahun lalu.

Di sudut lain saya mendapati sebuah bungkusan kacang yang kadaluarsa di awal tahun 2007 lalu. Jika kacang itu diproduksi pada tahun 2006, maka usia sampah plastik itu sudah mencapai 15 tahun.

Bekas bungkusan kacang yang kadaluarsa pada Februari 2007 silam.

Satu plastik di antara sampah lain menjadi yang paling mengejutkan. Sampah bekas bungkusan es krim itu kadaluarsa pada akhir 1999. Artinya sampah tersebut sudah ada 22 tahun lamanya. Entah kapan sampah itu dibawa hingga ke pantai di Pulo Aceh.
Sampah plastik bekas es krim yang kadaluarsa tanggal 31 Desember 1999

Selain itu, masih banyak lagi sepatu-sepatu bekas, pempers, hingga kaleng bekas yang telah dipenuhi karang.

Mengutip situs berita tirto.id, disebutkan bahwa sampah plastik baru dapat terurai di tanah 1.000 tahun lamanya.

Rinciannya adalah sebagai berikut. Kantong plastik baru terurai antara 10 hingga 1.000 tahun. Untuk botol plastik dapat terurai di alam sekitar 450 tahun. Sementara itu popok bayi sekali pakai diperkirakan akan terurai di pembuangan sampah dalam waktu 250-500 tahun. Kaleng aluminiun butuh waktu sekitar 80 hingga 200 tahun untuk terurai sepenuhnya di alam.

Sampah yang telah lengket dengan karang dan keong laut.

Selanjutnya adalah sepatu bekas yang baru akan hancur sekitar 50 hingga 80 tahun, terutama pada bagian sol karet. Sementara sterofoam terbuat dari polystyrene, jenis plastik yang berasal dari petroleum. Sterofoam tidak dapat terurai di alam. Sehingga, secara teknis hanya memenuhi tempat pembuangan sampah.
Sampah botol kaca yang telah dijadikan tempat binatang laut tinggal.

Tanggal 21 Februari adalah Hari Sampah Nasional. Di Aceh peringatan hari tersebut dilakukan di Aceh Tengah pada 1 Maret kemarin. Gubernur Aceh mengingatkan bahwa sampah merupakan persoalan serius dan multidimensi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis.

Sebagai tindaklanjut perpres itu, Pemerintah Aceh juga telah menerbitkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 138 Tahun 2018 tentang Jakstrada Provinsi Aceh.

Perpres dan Pergub tersebut menegaskan perlunya menjalankan sistem pengelolaan sampah secara terintegrasi dari hulu ke hilir dan menetapkan target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah 70 persen di tahun 2025, dengan harapan ditahun 2025 seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh akan bebas dari sampah yang tidak terkelola. []

Tags: Fosil SampahHari Sampah NasionalPantai aceh penuh sampah
Previous Post

Pemko Sabang Terima Sertifikat Tanah Sabang Hill

Next Post

5 Hektar Lahan Ganja di Sawang Dimusnahkan

Related Posts

Banda Aceh Raih Penghargaan Pengelolaan RTH Terbaik

Banda Aceh Raih Penghargaan Pengelolaan RTH Terbaik

by Ahlul Fikar
5 Maret 2023
0

MASAKINI.CO - Kota Banda Aceh meraih penghargaan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terbaik 2022 dari Pemerintah Aceh. Penganugerahan digelar pada...

Pemko Sabang Komit Kurangi Sampah Plastik pada Kegiatan Dinas

Pemko Sabang Komit Kurangi Sampah Plastik pada Kegiatan Dinas

by Alfath Asmunda
4 Maret 2023
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Sabang menyatakan berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik dengan meminimalisir penggunaan minuman kemasan dalam setiap kegiatan perkantoran....

Sabang Tuan Rumah HPSN 2023 di Aceh

Sabang Tuan Rumah HPSN 2023 di Aceh

by Alfath Asmunda
4 Maret 2023
0

MASAKINI.CO - Memperingati Hari Sampah Nasional (HPSN) 2023 tingkat Provinsi Aceh digelar di Kota Sabang, dengan melakukan bersih-bersih pantai di...

Next Post
5 Hektar Lahan Ganja di Sawang Dimusnahkan

5 Hektar Lahan Ganja di Sawang Dimusnahkan

Kecamatan Sukakarya Gelar Musrenbang RKPK 2022

Kecamatan Sukakarya Gelar Musrenbang RKPK 2022

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...