MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Sepuluh Persen Masyarakat Usia Kerja di Aceh Terdampak Langsung Covid-19

Masa Kini by Masa Kini
30 Maret 2021
in Daerah
0
Sepuluh Persen Masyarakat Usia Kerja di Aceh Terdampak Langsung Covid-19
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Ihsanurijal, mengatakan dari hasil survei pihaknya, sekitar 10 persen masyarakat Aceh kategori usia kerja, terdampak langsung pandemi covid-19. Dampak yang paling dirasa adalah pemutusan hubungan kerja hingga pemangkasan jam bekerja.

“Pengangguran karena covid-19 adalah penduduk usia kerja yang termasuk pengangguran dan mereka yang berhenti bekerja totalnya sekitar 388,4 ribu orang dari total 3,9 orang,” kata Ihsanurijal, saat mengisi materi tentang arah pembangunan Aceh dalam dialog membahas isu-isu aktual di Aceh, di Aula Badan Kesbangpol Aceh, Selasa 30/03/2021.

RelatedPosts

Banda Aceh Masuk 10 Kota Mitra Nasional Garuda Spark Innovation Hub

Wagub Aceh Minta SKPA Terbuka ke Publik, Informasi Pemerintahan Harus Cepat dan Akuntabel

Seoul Dukung Banda Aceh Bangun Perpustakaan Outdoor di Taman Bustanussalatin

Data yang disampaikan Ihsanurijal adalah data per Februari-Agustus 2020. Ia merinci, 18 ribu masyarakat menjadi pengangguran langsung. Sementara 5,2 ribu orang adalah penduduk usia kerja yang termasuk bukan angkatan kerja dan punya pengalaman berhenti bekerja karena covid.

Kepala BPS melanjutkan, 21 ribu orang adalah yang diberhentikan sementara karena covid, dan yang terbanyak adalah mereka yang bekerja namun mendapat pengurangan jam kerja yaitu mencapai 344,2 ribu orang.

“Covid membuat situasi lingkungan kerja menjadi tidak kondusif,” kata Ihsanurijal.

Sementara itu Kepala Bappeda Aceh, T. Ahmad Dadek, mengatakan pemerintah Aceh menerapkan enam strategi utama untuk percepatan penurunan kemiskinan di Aceh. Pertama adalah mengurangi beban penduduk miskin dan meningkatkan pendapatan penduduk miskin.

“Kita juga terus menguatkan kapasitas penduduk miskin,” kata Dadek. Dengan demikian lanjut Dadek, masyarakat bisa secara perlahan keluar dari kategori masyarakat miskin.

Dadek melanjutkan, strategi pemerintah ke empat adalah menekan biaya transaksi ekonomi, menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok dan menanggulangi bencana.

Kepala Bappeda menyebutkan angka kemiskinan Aceh yang tinggi disebabkan tiga hal. Pertama adalah historis, di mana selama belasan tahun Aceh dilanda konflik. “Konflik menyumbang angka kemiskinan yang sangat tinggi, mencapai 28 persen.”

Sebab ke dua adalah Tsunami, di mana musibah besar ini membuat perekonomian Aceh harus bergerak kembali dari dasar.

Sementara alasan ketiga adalah anggaran di Aceh yang masih terfokus pada anggaran pemerintah, baik dari APBN yang dikelola instansi vertikal sampai ke dana desa yang dikelola gampong, maupun dana dari APBA dan APBN.

Sementara itu, sektor pertanian yang menjadi unggulan di Aceh masih belum digarap dengan baik. “Selama ini masalahnya adalah pertanian kita masih petik dan jual, tangkap dan jual sementara sektor pengolahan yang tidak ada,” kata Dadek. []

Previous Post

Jaring Masukan Arah Pembangunan Aceh, Kesbangpol Gelar Dialog Bahas Isu Aktual

Next Post

Masjid Raya Baiturrahman Jadi Lokasi Vaksinasi Massal di Aceh

Related Posts

5,5 Hektare Sawah di Aceh Besar Terbakar

by Riska Zulfira
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran lahan melanda area persawahan di Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar. Sedikitnya 5,5 hektare lahan sawah milik...

Banda Aceh Masuk 10 Kota Mitra Nasional Garuda Spark Innovation Hub

by Redaksi
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Kota Banda Aceh menjadi salah satu dari 10 kota mitra nasional dalam peluncuran Garuda Spark Innovation Hub (GSIH)...

DPO Kasus Korupsi Tembakau Bener Meriah Ditangkap Saat Hendak Berangkat Umrah 

by Riska Zulfira
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Aceh menangkap terpidana kasus korupsi kegiatan Pengembangan Tanaman Tembakau Rakyat Kabupaten Bener...

Next Post

Masjid Raya Baiturrahman Jadi Lokasi Vaksinasi Massal di Aceh

Kantor Keuchik Meuyub Lala Dicoret, Nama Wabup Pidie Dicatut

Kantor Keuchik Meuyub Lala Dicoret, Nama Wabup Pidie Dicatut

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co