MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Kala Pengungsi Rohingya di Aceh Berdikari

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
12 April 2021
in Headline
0
Kala Pengungsi Rohingya di Aceh Berdikari

Pengungsi Rohingya di Aceh memproduksi ikan asin. (sumber foto: Yayasan Geutanyoe)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hampir sepuluh bulan sudah pengungsi Rohingya berada di Kamp Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe.

Dari ratusan pengungsi Rohingya yang tiba pada bulan Juni dan September 2020, kini tersisa 56 orang setelah sebagian dari mereka dipindahkan ke Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara pada 25 Maret 2021 lalu.

RelatedPosts

Banda Aceh Siap Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tunggu Aturan Teknis Pusat

Lonjakan Wisatawan ke Sabang, Trip Kapal Ditambah hingga Malam

Gamis Melayu “Bini Orang” Jadi Primadona Lebaran Tahun 2026

Mereka yang masih berada di kamp BLK, selain mengikuti aktivitas yang diberikan oleh lembaga-lembaga terkait, pengungsi Rohingya juga melakukan kegiatan mandiri dengan memproduksi ikan asin.

Pengurus Yayasan Geutanyoe, Iskandar mengatakan para pengungsi memanfaatkan sarana lapangan olahraga di kamp untuk menjemur ikan.

Mereka sangat menyukai ikan karena di tempat asalnya pun juga makan ikan laut dalam berbagai bentuk olahan, salah satunya di jemur untuk dibuat ikan asin.

“Kata mereka cuaca disini sangat bagus untuk menjemur ikan. Setiap hari mereka melakukan hal tersebut sebelum kelas edukasi dimulai,” kata Iskandar, Senin (12/4/2021).

Iskandar menuturkan, para pengungsi Rohingya membeli ikan asin dari nelayan ataupun di tempat penampungan ikan.

Jenis ikan dan cara pengolahan yang dilakukan pengungsi Rohingya berbeda dengan kebanyakan masyarakat Aceh kerjakan.

Mereka punya cara khas tersendiri dimana ikan dibersihkan lalu dijemur sekali, kemudian saat benar-benar sudah kering, ikan diasinkan lagi dengan direndam dalam air garam untuk kemudian dijemur dua hingga empat hari lagi.

Jenis ikan yang diolah juga beragam seperti, ikan tali pinggang, ikan teri, ikan tembang, ikan bilih, dan beberapa jenis ikan lainnya.

Seorang pengungsi Rohingya, Laibullah mengatakan selain dikonsumsi sendiri, ikan-ikan ini nantinya dikirim ke saudara mereka pengungsi Rohingya yang saat ini telah berada di Medan.

“Sebentar lagi juga akan memasuki Bulan Ramadan, kami menyiapkan ikan asin ini sebagai bentuk persiapan menu berbuka puasa,” katanya.

Yayasan Geutanyoe menilai, apa yang dilakukan pengungsi Rohingya di kamp BLK Lhokseumawe ini menunjukkan betapapun menjadi pengungsi itu tidak mudah, namun mereka tetap dapat hidup mandiri.

“Menjadi pengungsi tidak berarti tidak dapat berdikari di atas kaki sendiri. Kami akan memfasilitasi kebutuhan mereka untuk ini [membuat ikan asin],” pungkas Iskandar.

Tags: BerdikariKamp BLK Lhokseumawepengungsi rohingyaYayasan Geutanyoe
Previous Post

34 Nelayan Aceh Ditangkap Usai Diduga Masuki Laut Thailand

Next Post

Indonesia Konsisten Tangani Isu Perubahan Iklim

Related Posts

Mengapa Masyarakat Aceh Menolak Rohingya?

Berapa Jumlah Pengungsi Rohingya di Aceh Saat Ini?

by Alfath Asmunda
24 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Kepala Kantor Dirjen Imigrasi Aceh, Novianto Sulaksono, menyebut saat ini di Aceh total ada 1.048 orang pengungsi Rohingya...

Tak Jalankan Perpres Saat Tangani Pengungsi Rohingya, Pemko Langsa Dikecam

Tak Jalankan Perpres Saat Tangani Pengungsi Rohingya, Pemko Langsa Dikecam

by Alfath Asmunda
19 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 93 pengungsi Rohingya ditahan di depan Terminal Tipe A, Simpang Lhee, Langsa Barat, Kota Langsa pada Senin...

Pengungsi Rohingya Kembali Berlabuh di Aceh Timur, Sempat Ditolak Warga

4 Orang Rohingya Jadi Tersangka Penyelundupan Manusia di Aceh Timur

by Alfath Asmunda
7 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Empat warga negara asing (WNA) etnis Rohingya ditetapkan sebagai tersangka penyelundupan manusia. Mereka punya peran berbeda ketika menyelundupkan...

Next Post
Indonesia Konsisten Tangani Isu Perubahan Iklim

Indonesia Konsisten Tangani Isu Perubahan Iklim

MasakiniTalks | Dari Tugas Kuliah Menjadi Bisnis Yogurt

MasakiniTalks | Dari Tugas Kuliah Menjadi Bisnis Yogurt

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...