MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, April 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Barongsai Golden Dragon Perekat Toleransi di Serambi Mekkah

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
10 Maret 2023
in Cerita
0
Lenggak-Lenggok Barongsai di Serambi Mekkah

Grup Barongsai Golden Dragon sedang beraksi menghibur warga dalam perayaan Imlek 2023 di Banda Aceh. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hentakan tambur berpadu dengan bunyi simbal dan dentuman keras gong, menarik perhatian warga yang melintas di kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh. Bunyi tersebut menuntun dua orang dibalik boneka berkepala singa, berbadan naga.

Dua orang itu adalah penari barongsai yang meliuk-liuk menghibur penonton. Sesekali penari di belakang, mengangkat penari depan tinggi-tinggi. Mereka juga bikin jantung penonton berdegup kencang. Kala meloncat-loncat di tiang pancang tak sama tinggi berkelir orange itu.

RelatedPosts

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Penonton makin riung mendekat. Jalanan di depan Vihara Buddha Sakyamuni, Peunayong, Banda Aceh, seketika lumpuh dipenuhi warga.

Sebelum matahari naik sepenggala, ibu kota dari provinsi satu-satunya di Indonesia yang menerapkan Peraturan Daerah (Perda) dengan hukum Syariat Islam itu, riuh rendah merayakan Imlek 2023.

Di Peunayong, kawasan yang sejak masa kerajaan Aceh Darussalam sudah banyak dihuni warga Tionghoa tersebut sedang melangsungkan pertunjukkan barongsai untuk merayakan Imlek atau tahun baru berdasarkan penanggalan Cina.

Dari dulu hingga kini warga Tionghoa banyak bermukim di situ. Mereka hidup dengan mata pencaharian niaga. Sebagai pusat ekonomi terbesar di provinsi berjuluk Serambi Mekkah itu, perputaran uang di Peunayong salah satunya dihasilkan oleh masyarakat keturunan Tionghoa.

Sejak puaknya menapak ke Serambi Mekkah ratusan tahun silam, kini warga Tionghoa di Banda Aceh berjumlah ribuan orang. Berbaur dengan warga lokal. Juga dengan keturunan etnis lain yang ada di Aceh. Tak sedikit pula mereka yang akhirnya memutuskan pindah agama. Masuk Islam.

Bukan karena paksaan. Melainkan setelah berbaur dan mengenal Islam dari mayoritas masyarakat Aceh, akhirnya keputusan itu diambil.

Mereka yang masih beragama Budha, Khonghucu, atau Kristen, difasilitasi pemerintah dengan rumah ibadah yang layak. Sedikitnya ada empat vihara di kawasan Peunayong berdiri.

Ketua yayasan Hakka Aceh, Kho Khie Siong mengatakan dari tahun ke tahun perayaan Imlek di Banda Aceh selalu berjalan aman. Ritual ibadah dan kebudayan khas saat perayaan Imlek pun, tak pernah diusik oleh masyarakat Aceh.

“Selalu perayaannya berjalan aman, damai, meskipun kami jumlahnya sedikit. Nggak ada gangguan. Orang-orang di Aceh ini sama-sama menghargai dan mendukung,” katanya.

Sebagai warga Aceh, pria yang akrab di sapa Aky itu mengharapkan agar bangunan persaudaraan lintas etnis dan agama yang telah dipacak erat selama ini, terus dirawat sampai kapan pun.

“Kuncinya adalah sesama warga harus saling menghormati, menghargai. Apa-apa yang diterapkan di Aceh, semisal penerapan hukum syariat Islam harus pula kita hargai,” ujarnya.

Aky bilang, masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya sangat senang Imlek tahun ini kembali digelar pertunjukan barongsai. Atraksi tarian dengan kostum singa berbadan naga itu jadi hiburan. Sebab, usai pandemi Covid-19 melanda, perayaan Imlek terbilang sepi.

Pemain Barongsai Golden Dragon di Banda Aceh. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Dua hari sebelum acara, yayasan Hakka Aceh–paguyuban terbesar tempat bernaungnya orang-orang Tionghoa, itu telah menyebar selebaran bakal digelarnya barongsai.

Lokasi pertunjukannya di depan Vihara Buddha Sakyamuni. Konon, atraksi barongsai dipercaya bisa mengusir roh-roh jahat.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu 22 Januari 2023 lalu, telah tampak warga dari beragam etnis berbaur menyaksikan atraksi barongsai yang dimainkan tim Barongsai Golden Dragon dibawah binaan Yayasan HAKKA Aceh.

Tim barongsai ini meluncurkan ragam atraksi. Menari-nari mengikuti irama pukulan tambur, gong dan simbal. Para penonton berdecak kagum memberikan aplaus. Tak sedikit juga yang merekam dengan kamera ponsel momen itu.

“Lumayan lelah, tapi senang kami bisa kembali menghibur warga,” kata Ratih Purwasih. Dia memegang alat musik simbal dalam tim Barongsai Golden Dragon.

Uniknya, Ratih Purwasih ini adalah perempuan keturunan Aceh dan beragama Islam. Pagi itu jilbab hitam menutupi bagian kepalanya. Tak sedikit pun tampak canggung Ratih memainkan simbal. Dia dan rekannya yang lain sangat lihai menuntun pemain barongsai menari.

“Mungkin sudah sepuluh tahun saya jadi atlet Barongsai Golgen Dragon,” katanya.

Meski lelah, wajah Ratih yang berlumuran peluh tersenyum kepada warga yang menonton. Hentakan simbalnya makin semangat. Baginya kesenian barongsai adalah hobi. “Enak main barongsai, kayak olahraga juga kan,” ujarnya tersenyum.

Segudang prestasi tingkat nasional dan internasional telah ia raih bersama Barongsai Golden Dragon. Berkat barongsai, perempuan berusia 25 tahun itu telah melanglang buana ke berbagai negara.

Menurutnya, pertunjukan di depan Vihara Buddha Sakyamuni ini merupakan latih mental tampil di depan masyarakat sendiri, sebelum nantinya mengharumkan nama Aceh di pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara tahun 2024 mendatang. Sebuah ajang yang tengah dipersiapkan matang oleh orang-orang yang berhimpun di Barongsai Golden Dragon. Mereka bertekad raih prestasi terbaik untuk Aceh di pesta olahraga nasional tersebut.

Hari itu masyarakat yang menonton terhibur dengan pertunjukan tim barongsai Ratih dan kawan-kawannya. Pandemi Covid-19 yang telah beringsut menjauh, bikin mereka kembali bisa unjuk aksi. Berbilang menit sebelum azan zuhur, atraksi barongsai telah berhenti.

“Inilah uniknya Aceh. Nuansa toleransi antar umat beragama siapa bilang tak ada? Lihat tuh, yang nonton banyak pakai jilbab, dan sebelum azan zuhur acara selesai,” ujar Mawaddah, warga Banda Aceh yang turut menonton atraksi Barongsai Golden Dragon.

Tags: Banda AcehBarongsai Golden DragonEtnis TionghoaPeunayongSerambi MekkahToleransi di AcehWisata BudayaYayasan Hakka Aceh
Previous Post

Sering Pasok Jet Tempur, Rusia Tuduh NATO Memperburuk Konflik

Next Post

Paska Kecelakaan, Tangan Kiri Pj Bupati Aceh Timur Diamputasi

Related Posts

Rico Waas: Raker APEKSI di Banda Aceh Harus Hasilkan Solusi Nyata

by Riska Zulfira
19 April 2026
0

MASAKINI.CO - Ketua Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang juga Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan...

Sambut Ramadan 1447 H, Forkopimda Banda Aceh Terbitkan Seruan Bersama

Banda Aceh Targetkan Predikat Utama Kota Layak Anak, Illiza Tekankan Peran OPD

by Redaksi
19 April 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang benar-benar ramah anak. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin...

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

by Riska Zulfira
15 April 2026
0

MASAKINI.CO – Budidaya tiram di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, terus berkembang dan mulai menunjukkan peran penting sebagai sumber...

Next Post
Pj Bupati Aceh Timur Kecelakaan di Pidie Jaya

Paska Kecelakaan, Tangan Kiri Pj Bupati Aceh Timur Diamputasi

Enam Sub Sektor Ekraf Meriahkan Pekan Raya Cahaya Aceh

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...