MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Tenun Aceh, Dikenal di Selat Malaka Hingga Diincar Belanda

Riska Zulfira by Riska Zulfira
29 November 2023
in Cerita
0

Salah satu kitab yang berisi tentang tenun Aceh.(Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bait-bait naskah kuno Arab Jawi itu ditutup benang merah, hitam dan coklat. Menurut pemiliknya, Cek Midi, “kitab ini dari abad 17 masehi.”

Pria bernama lengkap Tarmizi Abdul Hamid ini menyimpannya dalam lemari kaca setinggi 4 meter. Saban hari ia membersihkannya dari debu.

RelatedPosts

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Ia miliki tiga kitab bukti sejarah tenun Aceh. “Kitab yang cover merah ini bernama Akbarul Akhirah,” sebutnya. Sampulnya dari benang sutra, dikait rapi bermotif Pucok Reubong.

Dua kitab lainnya, kitab Nahwu dan Tafsir Arab yang kedua memiliki motif salur pada bagian sampulnya.

Cek Midi menyebutkan tenun telah lama dikenal di Aceh. Populer di era kerajaan Sultan Iskandar Muda. Kreativitas pengrajin Aceh mulai diakui kala itu, hingga bangsawan mulai menggunakan tenun sebagai pakaian.

“Dulu hanya orang kerajaan dan bangsawan yang mampu memakai tenun,” ungkapnya.

Ada peran perempuan-perempuan Aceh dalam menyusun benang hingga jadi selembar kain. Hingga ilmu menenun tersebut terus diwariskan lintas generasi.

“Ini kreativitas perempuan Aceh,” ucapnya.

Pada abad ke 17 Masehi, sebut Cek Midi, perempuan Aceh membuat tenun menggunakan teupeun, alat tradisional berbahan dasar kayu. “Biasanya sering dibuat untuk selendang atau ija sawak.”

Bahan baku kain tenun yang digunakan dari kapas, serat nenas, sutra dan terakhir benang. Benang emas yang digunakan didatangkan langsung dari Eropa. “Umumnya didatangkan dari China dan Turki,” katanya.

Kolektor manuskrip Aceh, Tarmizi Abdul Hamid.(Riska Zulfira/masakini.co)

Selat Malaka juga memiliki peran sebagai jalur pemasok benang. Jalur Sutra namanya. Jalur ini merupakan jalur penghubung yang mempertemukan antara pedagang yang berasal dari barat dan timur.

“Aceh memegang peran penting di jalur sutra malaka sebagai transportasi laut untuk rempah,” terang Cek Midi.

Konon pertukaran barang dengan barang tak dilakukan dengan mata uang, namun dilakukan secara barter.

Lama berselang, pada masa penjajahan Belanda masuk Aceh, tenun menjadi salah satu karya yang mampu memikat hati para penjajah Belanda.

Ketertarikan Belanda untuk memiliki tenun diwujudkan dalam festival. Karya pengrajin diperlombakan.

“Kreativitas orang Aceh dicari yang paling bagus untuk dibawa pulang ke negaranya,” kata Cek Midi.

Motif yang diciptakan cukup beragam, namun orientasinya pada flora seperti dedaunan dan bunga. “Kita tak pernah melihat ada motif yang menjurus ke binatang,” ucap Cek Midi.

Pucoek Reubong yang menjuntai motif yang paling diminati hingga kini. Sebagai kolektor manuskrip, Cek Midi menaruh harapan agar tenun Aceh tetap lestari.

Tags: acehIskandar MudaJalur rempahJalur SutraKitab KunoManuskrip AcehSelat MalakaTenun Aceh
Previous Post

Pemasaran UMKM Lebih Mudah dengan Vending Machine, Kolaborasi Kementerian BUMN dan BRI

Next Post

Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Related Posts

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Next Post
Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Rektor UIN Sebut Caleg Harus Memiliki Kepedulian Terhadap Pendidikan

Discussion about this post

CERITA

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...