MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

19 Tahun Tsunami Aceh, Duka Belum Sirna

Riska Zulfira by Riska Zulfira
26 Desember 2023
in Cerita
0

Peziarah mendoakan para syuhada di kuburan massal Siron, Aceh Besar. (Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Memperingati 19 tahun tsunami Aceh, ribuan peziarah berdatangan ke kuburan massal korban tsunami di Desa Siron, Kabupaten Aceh Besar, Senin (26/12/2023).

Amatan masakini.co, para peziarah mulai mendatangi kuburan massal sejak pagi hari. Mereka umumnya pergi bersama keluarga besarnya. Peziarah ini terpantau terus berdatangan secara bergantian hingga siang hari.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Di kuburan massal tersebut, peziarah duduk di hamparan rumput sembari berdoa dan membaca ayat Al Quran. Ada juga yang menabur bunga di atas batu di kompleks makam tersebut.

Para peziarah mendoakan keluarga dan kerabat mereka yang jadi korban tsunami yang hingga saat ini jasadnya tak ditemukan. Lantunan zikir terus bergema di kuburan massal.

Eni, warga Kota Banda Aceh mengaku saban tahunnya mendatangi kuburan massal Siron. Ia yang telah kehilangan kedua anaknya akibat gempa dan tsunami.

Eni yang saat itu usia kandungannya tiga bulan telah mengalami peristiwa traumatis. Meskipun jasad sang anak tak pernah ditemuinya, Eni yakin kedua anaknya dimakamkan di pemakaman Siron. “Naluri seorang ibu ya,” kata Eni kepada masakini.co.

Eni menceritakan, saat musibah gempa dan tsunami kedua anak laki-lakinya masih berusia dini, 6 dan 7 tahun. “Mungkin kalau sekarang anak saya sudah berumur 28 dan 26 tahun,” cerita Eni dalam isak tangisnya.

Kala itu, ia bersama keluarga masih tinggal di Desa Punge Blang Cut, karena trauma akhirnya, ia memutuskan untuk pindah ke Krueng Barona Jaya.

“Kami menyaksikan bagaimana tsunami itu terjadi,” kata Eni.

Meskipun mengalami kejadian maha dahsyat itu, beruntungnya kandungan Eni baik-baik saja. Dengan berlumuran darah, Eni dibantu iparnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses perawatan.

“Itu jadi sebuah hikmahnya, kandungan saya tidak apa-apa padahal saat kejadian saya tersangkut di atas pohon,” cerita Eni.

Dengan berlinang air mata, Eni menyebutkan nama anak ketiganya diberi nama dari gabungan kedua anaknya yang telah dibawa tsunami. “Itu bisa jadi sebagai pengingat,” tuturnya.

Kejadian itu, menyisakan duka bagi Eni. Ia berharap Aceh dapat lebih aman dari bencana. Perempuan yang tak ingin disebut nama lengkapnya itu, meyakini bencana tsunami merupakan teguran dari Allah.

“Kita juga harus lebih menginstropeksi diri, bermunajat kepada Allah, agar musibah seperti ini tak terulang lagi,” harapannya.

Seorang peziarah kuburan massal tsunami Siron, Aceh Besar, Yeni Warti. (Riska Zulfira/Masakini.co)

Peziarah lainnya, Yeni Warti, seorang warga Banda Aceh beretnis Buddha. Ia mengaku telah kehilangan tiga anggota keluarganya seperti ayah, kakak dan adik Yeni.

Saat kejadian, Yeni sedang tidak berada di Banda Aceh melainkan di Kalimantan. Tak bisa mengelak dari maut, ketiga anggota keluarganya dibawa arus tsunami.

“Kami sangat sedih, maka kami selalu berziarah ke sini saat peringati tsunami,” sebut Yeni.

Yeni menuturkan, kejadian itu tak disangka-sangka, bahkan ia baru menerima kabar setelah seminggu bencana.

“Ini tidak bisa dibayangkan, tanpa disangka-sangka keluarga saya hilang, tapi kami sudah mengikhlaskan,” imbuh Yeni.

Tags: 19 Tahun TsunamiacehAceh BesarDoa BersamaKuburan MassalSiron
Previous Post

Peringati 19 Tahun Tsunami, Pj Gubernur Aceh Ajak Masyarakat Selalu Bersyukur

Next Post

Banjir di Aceh Tamiang, 726 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Related Posts

Jelang Meugang, Harga Tomat Tembus Rp20 Ribu per Kg

by Riska Zulfira
15 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Harga tomat di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, melonjak tajam menjelang Meugang Ramadan. Dalam dua hari terakhir, harga...

Ibu Dua Anak Ditahan, YBHA Nilai Tak Sejalan dengan Semangat KUHP Baru

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Yayasan Bantuan Hukum Anak (YBHA) Peutuah Mandiri menyatakan kecewa atas penahanan seorang ibu yang memiliki dua anak di...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Next Post
Banjir di Aceh Tamiang, 726 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Banjir di Aceh Tamiang, 726 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Rangking FIFA, Indonesia Masih di Bawah Filipina

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...