MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, September 21, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Cuan Musiman Bunga Tabur Nurmala

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Desember 2023
in Cerita
0

Nurmala menata bunga.(Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Lantunan zikir, shalawat dan lantunan ayat suci nyaring terdengar di kawasan kuburan massal Siron Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Warga datang silih berganti membawa doa untuk keluarga dan kerabat yang hilang bersama gelombang tsunami. Usai doa, para peziarah menabur bunga di makam.

RelatedPosts

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Nurmala (51) warga Desa Siron, melihat itu sebagai peluang mendatangkan cuan. Maka ia memilih menjual bunga untuk peziarah. Seorang diri.

Ia mengaku telah melakoni pekerjaannya sejak 19 tahun lalu, sebulan setelah gempa dan tsunami pada 2004 silam. “Sangat lama saya jadi pedagang bunga,” kata Nurmala, Selasa (26/12/2023).

Ia duduk di pedestrian yang di dekatnya terdapat bunga tabur yang telah ia bungkus dengan daun pisang dan plastik. Disusun dengan rapi menyambut para pembeli.

Bunga tabur tersebut dijual untuk kebutuhan ziarah ke pemakaman untuk memperingati bencana tsunami Aceh.

Nurmala memanfaatkan momen ini untuk berjualan bunga tabur, mengingat banyak yang meminta untuk dibawa ke ziarah makam.

Bencana dahsyat itu telah merenggut ratusan ribu nyawa masyarakat Aceh. Kesedihan keluarga tak terbendung akibat itu.

Meskipun dirinya beserta keluarga selamat dari bencana besar tsunami, namun Nurmala ikut berperan dan saling menyemangati keluarga korban lainnya.

Maka Nurmala berinisiatif untuk menjual bunga tabur. “Saat itu sebulan setelah tsunami banyak yang ke sini, dan pada cari orang jual bunga,“ katanya.

Saat peringatan 19 tahun tsunami Aceh, kesibukan Nurmala dimulai sejak pagi pukul 07.00 WIB. Ia mengatur meja tempat dijajakannya bunga tabur.

Kemudian dilanjutkan dengan menggunting-gunting daun pandan serta memotong jeruk yang akan dicampurkan dengan bunga tabur.

“Ada yang diisi air dan ada bunga dalam daun pisang tidak pakai air,” tuturnya.

Nurmala tak hanya menjual bunga tabur saat peringatan tsunami, namun juga saat hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Menurutnya, bunga yang ditabur ke pusara orang yang sudah meninggal menjadi kebiasaan agar memberikan aroma yang wangi. Karena aroma bunga dan wewangian dapat memberikan kesan suasana yang lebih sakral.

Peziarah membeli bunga tabur Nurmala.(Riska Zulfira/masakini.co)

Bunga tabur yang dijualnya tujuh jenis. Diantaranya pandan, melati, bunga asoka, kantil, bunga kenanga, bunga bugenvil atau bunga kertas dan jeruk purut. “Yang harus ada itu jeruk purut,” sebutnya.

Untuk jenis-jenis bunganya sendiri, Nurmala membeli di pasar serta hasil tanaman sendiri. “Ada juga yang saya ambil dari tanaman di sini (makam) disuruh penjaganya,” jelasnya.

Harga yang dijual pun sangat murah, pembungkus hanya Rp5 ribu saja. Saat banyak peziarah maka semakin banyak penghasilan yang didapat Nurmala. “100 bungkus Insyaallah habis,” celetuknya.

Selain sebagai pedagang bunga musiman, sehari-hari ia juga bekerja sebagai petani, dan merawat seorang cucu yang ditinggal mati oleh ibunya.

“Suami saya sudah meninggal, saya hidup hanya berdua dengan cucu,” kata Nurmala.

Dari duka itu, perempuan paruh baya itu berharap peristiwa tsunami ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang. Bahkan ia mengingatkan untuk tetap berjalan di garis syariat Islam.

“Kita bagi orang yang masih diberi umur panjang harus memperbaiki diri, dengan tsunami ini kita ambil hikmahnya saja,” harap Nurmala.

Tags: 19 Tahun TsunamiacehAceh BesarBunga TaburKuburan MassalSiron
Previous Post

BRI Dinobatkan Sebagai Indonesia Most Trusted Company

Next Post

Tolak Rohingya, Mahasiswa Kembali Demo DPR Aceh

Related Posts

Uang Rp100 Juta Dicuri Saat Pemilik Salat di Masjid Lambaro, Pelaku Ditangkap di Aceh Timur

by Riska Zulfira
21 September 2026
0

MASAKINI.CO – Uang tunai Rp100 juta yang disimpan di bawah jok mobil raib saat pemiliknya menunaikan salat Dzuhur di Masjid...

Aceh Raih Peringkat Empat MTQ Nasional

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah 23 tahun, kafilah Aceh kembali menembus empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Aceh mengakhiri...

Razia Rutan Jantho, Petugas Temukan Besi Modifikasi hingga Silet dalam Kamar 

by Riska Zulfira
18 September 2026
0

MASAKINI.CO – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jantho menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dalam razia gabungan...

Next Post

Tolak Rohingya, Mahasiswa Kembali Demo DPR Aceh

Jalan Nasional Tersendat Usai Banjir Kepung Aceh Utara

Banjir Aceh Utara Sebabkan 5.583 Jiwa Mengungsi

Discussion about this post

CERITA

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...