MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Kolaborasi Eksplorasi Laut Dalam, Menko Luhut: Ini Momen Bersejarah

Ali L by Ali L
23 Maret 2024
in Nasional, News
0

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan. I Menko Marves

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan, menyambut baik kerja sama eksplorasi laut antara Indonesia dan China di Palung Jawa. Hal ini disampaikannya saat membuka China-Indonesia Joint Dive Expedition to Java Trench, Jumat (22/3/2024).

“Kegiatan ini merupakan momen bersejarah, karena melalui kolaborasi ini kita bisa menjelajahi wilayah negara kita yang lebih dalam. Sebelumnya, kita tidak memiliki fasilitas untuk melakukannya, sehingga kita sangat beruntung dengan adanya kolaborasi ini,” ujar Menko Luhut.

RelatedPosts

96 Kios Pasar Jagong Jeget Aceh Tengah Hangus Terbakar

Cuaca Tak Menentu, Ini Cara Sederhana Menjaga Tubuh Tetap Fit

Rp4,1 Triliun Dana BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026 Segera Cair

Menko Luhut meyakini bahwa kegiatan ini merupakan upaya berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan data yang dihasilkan menjadi milik Indonesia sepenuhnya.

“Kerja sama dengan China ini akan menjadi katalis untuk mengungkap potensi tersembunyi dari dasar laut Indonesia, sehingga sangat penting untuk dilaksanakan. Mungkin nantinya kita bisa menemukan jenis material baru untuk pengobatan, atau bahkan biota baru,” lanjutnya.

Menyikapi kedalaman wilayah laut di Indonesia, Menko Luhut menyebutkan bahwa Laut Banda, yang kedalamannya mencapai 7.440 meter, hampir setinggi Gunung Everest. Sementara itu, Palung Jawa sendiri memiliki kedalaman hingga 7.140 meter.

“Kita harus mampu membangun kolaborasi yang solid. Jika kita tidak melakukannya, tidak menutup kemungkinan pihak lain akan melakukannya dan kita tidak akan mendapatkan apapun. Kolaborasi ini akan memberikan manfaat bagi kedua negara, dan tanpa melakukannya kita akan semakin tertinggal,” tambah Menko Luhut.

Menurutnya, kolaborasi eksplorasi tersebut berfokus pada sektor pendidikan dan akademik, dengan kerja sama bersama Universitas IPB dan Universitas Indonesia untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Menko Luhut menambahkan bahwa kolaborasi yang dilakukan akan memperkuat penelitian, teknik, dan kemampuan kapal laut dalam Indonesia. Kolaborasi eksplorasi ini menjadi solusi untuk penguatan tersebut.

“Orang mungkin bertanya, mengapa harus dengan China? Saya katakan, kolaborasi dapat dilakukan dengan siapa pun, selama itu membawa kebaikan bagi Indonesia. Yang penting, kedua belah pihak yang berkolaborasi bisa mendapatkan manfaatnya,” tegasnya.

Menko Luhut kemudian mengucapkan terima kasih kepada pemerintah China atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap untuk kolaborasi di bidang lainnya. Beliau mencatat bahwa Universitas Tsinghua saat ini mengembangkan kecerdasan buatan (AI) dan Indonesia sedang mengembangkan fasilitas serupa di Bali dan ITB.

Pada kesempatan yang sama, Menko Luhut menjelaskan bahwa 75% wilayah Indonesia terdiri dari laut, namun hanya 19% dari wilayah tersebut yang telah dipetakan, dan hanya sebagian kecil yang telah dieksplorasi.

“62% penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir dan sebagian besar termasuk dalam kategori miskin. Oleh karena itu, kami berupaya keras untuk mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah di wilayah tersebut, salah satunya melalui pengembangan rumput laut,” ungkap Menko Luhut.

Menurutnya, upaya ini berpotensi menciptakan lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, dan stunting, terutama di kalangan masyarakat wilayah pesisir.

Beliau juga menyoroti adanya temuan plastik di wilayah laut dalam yang menjadi kekhawatiran bersama, mengingat partikel plastik yang dikonsumsi ikan kemudian dimakan oleh manusia dapat berdampak negatif di masa depan, khususnya bagi ibu hamil dan perkembangan anak.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang, Kepala Staf TNI AL, Kepala Badan Keamanan Laut, Kepala BRIN, Wakil Kepala BRIN, dan Kepala Pusat Hidro Oseanografi AL.

 

Tags: Java TrenchJoint Dive Expeditionkerja sama China IndonesiaLaut BandaPalung Jawa
Previous Post

Dua Wakil Indonesia Otw Final, Ini Jadwal Swiss Open 2024

Next Post

Korban Terlindas Truk di Lamnga Ternyata Warga Blang Krueng

Related Posts

No Content Available
Next Post
Korban Terlindas Truk di Lamnga Ternyata Warga Blang Krueng

Korban Terlindas Truk di Lamnga Ternyata Warga Blang Krueng

Laga Uji Coba U-20, Figo Selamatkan Indonesia Dari China

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co