MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Sikap Pemerintah Terkait Kota Layak Anak

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
29 Agustus 2024
in Cerita
0

Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tarasa, Banda Aceh | Foto: Sunarno/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Rahmi bersama suami dan buah hatinya baru saja masuk gapura, bertuliskan “Ruang Bermain Ramah Anak.” Riang terlihat jelas di wajah putrinya yang masih berusia delapan tahun.

Bocah itu berlari ke arah perosotan, meluncur berulang hingga keringatan. Usai minum beberapa teguk air mineral. Ia lanjut bermain ayunan.

RelatedPosts

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

Keluarga asal Lamdingin, Banda Aceh itu mengisi libur akhir pekan di fasilitas Taman Ratu Safiatuddin (Tarasa), Desa Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh
“Kami sering kemari karena dekat. Di sini juga banyak pilihan permainannya,” Rahmi, Kamis (29/8/2024).

Berbeda dengan warga setempat, Lina. Ia mengaku anaknya sering ke Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tarasa. Di sana anaknya bertemu banyak teman sebaya.

Lina senang saja bila anak-anaknya di taman bermain tersebut. Alasannya sederhana selain sehat karena rajin bergerak. Tapi juga dapat bersosialisasi dengan teman-temannya.

“Lebih baik di taman bermain dari pada main game perang-perangan terus di hand phone, sudah baju tokoh dalam game tidak sesuai syariat Islam, komunikasi antar pemain juga kasar,” kata Lina.

RBRA Tarasa Banda Aceh bersertifikasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | foto: Sunarno

RBRA Tarasa diresmikan 3 Juli 2022. Merupakan pertama pusat bermain anak yang memenuhi standardisasi dan sertifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Saat diresmikan, disebutkan RBRA Tarasa merupakan salah satu pemenuhan hak bagi setiap anak di Aceh.

Hal itu termaktub di dalam Pasal 31 Konvensi Hak Anak Tahun 1989 di Kota New York, Amerika Serikat, yang menegaskan bahwa, Negara mengakui hak anak untuk beristirahat dan bersantai, untuk bermain dan turut serta dalam kegiatan rekreasi yang sesuai dengan usia anak, dan untuk berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan budaya dan seni.

RBRA merupakan ruang atau wadah bagi anak, yang akan mengakomodir setiap kegiatan bermain mereka, dengan jaminan keamanan, nyaman, serta terlindungi dari berbagai tindak kekerasan dan hal-hal diskriminatif yang dapat membahayakan anak.

Selain itu, RBRA juga dibuat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan menyeluruh, baik secara fisik, spiritual, kecerdasan intelektual, sosial budaya, serta bahasa dan komunikasi.

Kota Layak Anak

Banda Aceh telah sering menyandang status Kota Layak Anak (KLA). Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Cut Azharida, pada wartawan menyebutkan tahun lalu, Banda Aceh mendapatkan penghargaan tingkat Nindya.

Ia merincikan tahun 2017 dan 2018 dapat penghargaan tingkat Pratama, tahun 2019 mendapat penghargaan tingkat Madya, tahun 2021 tingkat Madya, tahun 2022 dan 2023 dapat penghargaan tingkat Nindya.

“Bobot memberikan penghargaan tingkat Pratama yaitu 500-600, tingkat Madya 601-700, tingkat Nindya 701-800, tingkat Utama 801-900 dan menjadi Kota Layak Anak harus memiliki bobot nilai 901-1000,” kata Azharida.

Fasilitas RBRA Tarasa Banda Aceh | foto: Sunarno

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh serius meningkatkan perlindungan anak.
Ketua DP3A Aceh, Meutia Juliana, berharap Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tarasa bisa jadi tempat penting untuk memenuhi hak anak-anak.

“Ini bukan sekedar fasilitas bermain, tapi juga tempat belajar yang ramah anak. Manfaatnya harus dirasakan secara maksimal,” kata Meutia kepada wartawan.

Tak hanya fasilitas, program ini juga memastikan terpenuhinya hak anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan.

Aceh juga sedang memperkuat layanan perlindungan anak melalui pembentukan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di 23 kabupaten/kota. Saat ini, baru 10 UPTD PPA yang aktif, sementara 13 lainnya masih dalam proses.

DPPPA Aceh juga fokus pada pelatihan aktivisme desa yang peduli perempuan dan anak. Program berbasis komunitas seperti PATBM, DRPPA, dan SAPA 129 ikut ditingkatkan.

Pencegahan pernikahan usia dini juga menjadi perhatian. Pada tahun 2023, tercatat 671 kasus pernikahan anak di Aceh. “Kami terus melakukan edukasi melalui forum anak, GT KLA, Strada PPA, dan Puspaga, termasuk program imunisasi bersama PKK,” tambah Meutia.

Meutia juga menyoroti pentingnya pesantren ramah anak untuk perlindungan santri. Satgas pencegahan kekerasan di pesantren sudah dibentuk untuk menciptakan lingkungan aman.

Di Banda Aceh, Masjid Almukarramah menjadi pelopor masjid ramah anak lewat program ‘Masjid Anak Cinta’. Anak-anak dilibatkan dalam shalat Subuh berjamaah selama 40 hari, dan program ini direncanakan akan diterapkan di seluruh masjid di Aceh.

Tags: acehBanda AcehDP3A AcehRBRARuang Bermain Ramah Anak
Previous Post

Pelaku Usaha Pariwisata di Aceh Ikuti Sertifikasi Pengelolaan Event

Next Post

Mualem-Dek Fadh Dinilai Berpeluang Menang di Pilkada Aceh

Related Posts

Pemko Banda Aceh Tertibkan Kios dan Bangunan Liar di Jalan Kopelma Darussalam

by Aininadhirah
23 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai melakukan penertiban dan pembongkaran kios serta bangunan yang berdiri di kawasan Jalan Kopelma...

Hari Anak Nasional, Hutan Kota Banda Aceh Disulap Jadi Ruang Belajar Alam

by Riska Zulfira
19 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Hutan Kota Tibang disulap menjadi ruang belajar alam bagi ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai...

DP3A Aceh: Lapor Kekerasan Perempuan dan Anak Gratis, Identitas Dijamin Rahasia

by Aininadhirah
7 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh memastikan masyarakat tidak perlu khawatir untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap...

Next Post
Ini Daftar Pasangan Calon Kepala Daerah yang Diusung Partai Aceh

Mualem-Dek Fadh Dinilai Berpeluang Menang di Pilkada Aceh

Atlet Layar Kaltim dan Kaltara Tiba di Aceh, Keluhkan Toilet dan Musala

Venue Layar PON Kerap Dilintasi Kapal, Ini Instruksi Pj Gubernur Aceh

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...