MASAKINI.CO – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan perlu kerja kolaborasi untuk memajukan ekonomi kreatif (ekraf).
Menurutnya ada 17 subsektor ekonomi kreatif dengan subsektor unggulan adalah kuliner, fashion dan kriya.
Kemudian ada sub sektor prioritas seperti aplikasi, musik, permainan dan film, animasi, video.
“Perlu kolaborasi pentahelix dalam memajukan ekonomi kreatif, dukungan pemerintah untuk memprioritas penggunaan produk lokal merupakan modal utama dalam pengembangannya,” jelasnya, Sabtu (30/11/2024).
Almuniza mengatakan saat ini pihaknya tengah mengkaji dinas ekonomi kreatif dalam upaya fokus mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif (ekraf) di Aceh, sebagaimana arahan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya saat berkunjung ke Serambi Mekkah beberapa waktu lalu.
“Untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Disbudpar telah menggelar diskusi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Almuniza menjelaskan diskusi itu untuk menghimpun pendapat pelaku ekonomi kreatif, praktisi, akademisi dan pengambil kebijakan terhadap rencana pembentukan Komite Ekraf Aceh.
Dalam diskusi yang dipimpin Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan Disbudpar Aceh, Ismail tersebut turut hadir pengamat ekonomi Universitas Syiah Kuala Dr. Iskandarsyah Madjid, akademisi Dr. Hamdani, Khairul dari IFC, dan sejumlah pihaknya lainnya.
“Nanti kita akan bentuk tim kecil untuk menelaah hasil pertemuan diskusi tersebut hingga menghasilkan rekomendasi kepada Gubernur agar sesegera mungkin melihat peluang Ekraf sebagai salah satu jawaban mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Aceh,” pungkas Almuniza.










Discussion about this post