MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Ie Bu Peudah Warisan yang Eksis di Bulan Puasa

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 Maret 2025
in Cerita
0
Ie Bu Peudah Warisan yang Eksis di Bulan Puasa

Proses pembuatan Ie Bu Peudah di Desa Limpok, Aceh Besar. (foto: Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Asap tipis mengepul dari belanga besar berisi ramuan khas berwarna cokelat kehitaman. Aromanya mengeluarkan perpaduan dedaunan dan rempah.

Hari itu halaman meunasah di Desa Limpok, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar tampak ramai.

RelatedPosts

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Warga datang ramai-ramai membawa wadah. Wadah itu untuk membawa pulang sajian tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Ie Bu Peudah (bubur pedas) namanya.

Sajian kuliner unik ini hanya ditemui saat Ramadan tiba, dan hanya ada di Aceh Besar.

Tradisi ini bukan sekadar memasak makanan biasa. Bagi masyarakat Limpok, Ie Bu Peudah adalah warisan berharga.

“Saya tidak tahu persis kapan tradisi ini dimulai. Tapi yang jelas, sebelum saya lahir pun sudah ada,” ujar pembuat Ie Bu Peudah, Safrizal, Rabu (12/3/2025).

Persiapan memasak Ie Bu Peudah dimulai sejak awal bulan Rajab, dua bulan sebelum Ramadan. Saat itulah warga mulai berburu dedaunan khas yang menjadi bahan utama ramuan ini.

Perjalanan mencari dedaunan tidak mudah. Terkadang, mereka harus menjelajah hingga ke kawasan Lamteuba, wilayah yang dikenal memiliki hutan lebat dan berbukit.

Laki-laki dan perempuan turun tangan, menyusuri hutan demi mengumpulkan dedaunan yang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh.

44 jenis daun menjadi bahan utama dalam pembuatan Ie Bu Peudah. Bukan daun utuh, melainkan daun yang telah dihancurkan.

“44 jenis daun ini adanya di hutan. Kami berbagi tugas di setiap dusun, jadi seluruh masyarakat di desa ini ikut terlibat,” kata Afrizal.

Setelah dedaunan terkumpul, proses panjang lainnya menanti. Daun-daun itu harus dijemur hingga benar-benar kering. Tangkainya pun ikut dihaluskan saat digiling, agar khasiatnya menyatu sempurna dalam ramuan.

Selain dedaunan, bahan lain yang tak kalah penting adalah beras dan singkong. Setiap harinya, mereka memasak dengan menggunakan 10 muk (takaran kaleng susu) beras yang dibeli dengan dana gampong.

Saling membantu jadi komitmen masyarakat Limpok. Dulu beras yang digunakan untuk pembuatan Ie Bu Peudah dibeli dari petani sawah dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

“Supaya mereka mendapatkan tambahan pendapatan sekaligus saling membantu. Tapi sekarang sudah tidak lagi,” kenang Afrizal.

Usai zuhur, dua pemuda mulai memasak. Meski ini ramuan leluhur, para anak muda di desa tersebut sudah sangat paham untuk memasak Ie Bu Peudah.

Ramuan ini dimasak selama kurang lebih 1,5 jam, dengan pengadukan yang terus-menerus agar teksturnya merata dan tidak gosong. Pada pukul 15.00 WIB, ramuan mulai matang dan siap dibagikan.

Biasanya mereka hanya masak satu belanga besar yang cukup untuk 1.500 warga. Meski semua dapat, tak jarang ada sebagian warga yang memilih tidak mengambil penganan ini.

Namun warga yang percaya ie Bu Peudah bukan hanya sekadar tradisi, melainkan ramuan mujarab yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh tak pernah absen.

Masyarakat Limpok meyakini Ie Bu Peudah memiliki manfaat kesehatan. Misalnya, membuat tubuh lebih sehat dan bugar, memperkuat daya tahan tubuh hingga mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan seperti masuk angin, sakit perut, dan pegal-pegal.

“Ini seperti obat tradisional. Khasiatnya bagus untuk kesehatan dalam tubuh,” jelas Afrizal.

Tags: Aceh BesarBulan PuasaIe Bu PeudahKuliner Khas AcehRamadan 2025
Previous Post

Imam dari Mesir akan Isi Qiyamullail di Banda Aceh, Ini Lokasi Masjidnya

Next Post

Hasil Uji BPOM, Takjil di Banda Aceh Aman Dikonsumsi

Related Posts

BGN Resmikan 980 Dapur MBG di 16 Provinsi, Aceh Besar Jadi Pusat Kegiatan

by Redaksi
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan 980 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi, Rabu (14/10/2026). Pengembangan...

BGN Tegaskan Penerima MBG Harus Terdata, Sekolah Diminta Perbarui Data Siswa

by Ahmad Mufti
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diberikan kepada penerima manfaat yang identitasnya tercatat dan...

Geulayang Tunang Kembali Semarak di Aceh Besar, Tradisi Pascapanen yang Terus Dijaga

by Riska Zulfira
13 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Layang-layang kembali menghiasi langit Gampong Reuleung Geulumpang, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (12/10/2026). Puluhan peserta dari berbagai...

Next Post
Hasil Uji BPOM, Takjil di Banda Aceh Aman Dikonsumsi

Hasil Uji BPOM, Takjil di Banda Aceh Aman Dikonsumsi

Wajah Baru Lini Depan Timnas Indonesia

Wajah Baru Lini Depan Timnas Indonesia

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co