MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Dayah Ramah Anak: Upaya Bersama Susun Pedoman Perlindungan Santri

Redaksi by Redaksi
17 Juli 2025
in Daerah
0
Dayah Ramah Anak: Upaya Bersama Susun Pedoman Perlindungan Santri

Sejumlah pimpinan dayah dari tiga kabupaten di Aceh setelah melakukan pertemuan bersama Komnas Perempuan di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Rabu (16/7/2025), membahas upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan berbasis agama. | Foto : Flower Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah pimpinan dayah dari tiga kabupaten di Aceh berdialog secara terpisah dengan Komisi VII DPRA dan Komnas Perempuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan berbasis agama.

Kegiatan ini berlangsung pada 15–16 Juli 2025 di Banda Aceh, dimulai dari audiensi di Ruang Badan Musyawarah DPRA, lalu dilanjutkan dengan pertemuan bersama Komnas Perempuan di Hotel Seventeen, Banda Aceh.

RelatedPosts

1.000 Paket Pangan Murah Disediakan untuk Warga Banda Aceh

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

Mualem Lantik 3 Kepala SKPA, Kinerja Digenjot di Tengah Sistem Kerja 4 Hari

Dialog ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penyusunan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Dayah sebagai upaya preventif yang difasilitasi oleh YKPI, Flower Aceh, dan Paska Aceh.

Pedoman tersebut dirumuskan bersama agar bisa diterapkan langsung oleh dayah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

“Penyusunan pedoman ini melibatkan langsung para pimpinan dayah, sehingga relevan dengan realitas di lapangan dan mudah diimplementasikan,” kata Ketua YKPI, Ruwaida, Rabu (16/7/2025).

Pedoman ini disiapkan untuk 19 dayah di tiga kabupaten, yakni Pidie (8 dayah), Pidie Jaya (5 dayah), dan Aceh Utara (6 dayah).

Banyak Kasus Kekerasan di Lembaga Pendidikan

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas tingginya angka kekerasan di Aceh. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh mencatat 4.659 kasus kekerasan sepanjang 2021–2023.

Sementara dalam tiga bulan pertama 2024 saja, tercatat 398 kasus baru.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati menyebutkan “Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus terjadi di ranah publik, domestik, dan ranah pendidikan, juga terjadi di dayah. Bagi kita, dayah menjadi tempat ideal yang nyaman dan aman untuk pendidikan dan pembinaan akhlak anak, dan memperkuat nilai-nilai ke-Islaman. Untuk itu upaya pencegahan kekerasan harus dilakukan” ujar Riswati.

Aceh sebenarnya sudah punya sejumlah regulasi seperti Qanun No. 9/2018 tentang Perlindungan Anak dan Qanun No. 9/2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah.

Namun, implementasinya masih belum maksimal, khususnya dalam hal penanganan korban.
Dorong Komitmen DPRA, Libatkan Komnas Perempuan

Selain menyusun pedoman, peserta workshop juga bertemu Komisi VII DPRA. Mereka menyerahkan hasil finalisasi pedoman dan meminta dukungan politik serta pengawasan anggaran agar pelaksanaannya berjalan efektif.

Di sisi lain, dialog bersama Komnas Perempuan difokuskan pada penguatan pemahaman soal kekerasan seksual, perlindungan hukum bagi korban melalui UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta layanan pendampingan psikososial.

“Harapan kita, ini menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara komunitas dayah, pemerintah daerah, dan lembaga nasional dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak,” ujar Ruwaida.

Pedoman yang disusun secara partisipatif ini juga diharapkan bisa menjadi model nasional untuk penanganan kekerasan di lembaga pendidikan berbasis agama.

Previous Post

Pemerintah Anggarkan Rp48 Juta Per Siswa Sekolah Rakyat Selama Setahun

Next Post

Vanenburg Puji Pemain Muda Filipina, Indonesia Harus Waspada

Related Posts

1.000 Paket Pangan Murah Disediakan untuk Warga Banda Aceh

1.000 Paket Pangan Murah Disediakan untuk Warga Banda Aceh

by Ulfah
11 April 2026
0

MASAKINI.CO — Dalam rangka memeriahkan HUT ke-821 Kota Banda Aceh dan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara...

Harga Emas Hari Ini Naik atau Turun?

by Riska Zulfira
11 April 2026
0

MASAKINI.CO – Harga Emas perhiasan di Banda Aceh hari ini kembali turun setelah sempat melambung. Hari ini, Sabtu (11/4/2026) emas...

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

by Redaksi
11 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gampong Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, memiliki Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R)...

Next Post
Gerald Vannenburg Belum Puas Walau Cukur Brunei 8-0

Vanenburg Puji Pemain Muda Filipina, Indonesia Harus Waspada

Mendadak Swiss Tingkatkan Pengamanan Alisha Lehmann, Kenapa?

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co