MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Dayah Ramah Anak: Upaya Bersama Susun Pedoman Perlindungan Santri

Redaksi by Redaksi
17 Juli 2025
in Daerah
0
Dayah Ramah Anak: Upaya Bersama Susun Pedoman Perlindungan Santri

Sejumlah pimpinan dayah dari tiga kabupaten di Aceh setelah melakukan pertemuan bersama Komnas Perempuan di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Rabu (16/7/2025), membahas upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan berbasis agama. | Foto : Flower Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah pimpinan dayah dari tiga kabupaten di Aceh berdialog secara terpisah dengan Komisi VII DPRA dan Komnas Perempuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan berbasis agama.

Kegiatan ini berlangsung pada 15–16 Juli 2025 di Banda Aceh, dimulai dari audiensi di Ruang Badan Musyawarah DPRA, lalu dilanjutkan dengan pertemuan bersama Komnas Perempuan di Hotel Seventeen, Banda Aceh.

RelatedPosts

Banda Aceh Masuk 10 Kota Mitra Nasional Garuda Spark Innovation Hub

Wagub Aceh Minta SKPA Terbuka ke Publik, Informasi Pemerintahan Harus Cepat dan Akuntabel

Seoul Dukung Banda Aceh Bangun Perpustakaan Outdoor di Taman Bustanussalatin

Dialog ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penyusunan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Dayah sebagai upaya preventif yang difasilitasi oleh YKPI, Flower Aceh, dan Paska Aceh.

Pedoman tersebut dirumuskan bersama agar bisa diterapkan langsung oleh dayah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

“Penyusunan pedoman ini melibatkan langsung para pimpinan dayah, sehingga relevan dengan realitas di lapangan dan mudah diimplementasikan,” kata Ketua YKPI, Ruwaida, Rabu (16/7/2025).

Pedoman ini disiapkan untuk 19 dayah di tiga kabupaten, yakni Pidie (8 dayah), Pidie Jaya (5 dayah), dan Aceh Utara (6 dayah).

Banyak Kasus Kekerasan di Lembaga Pendidikan

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas tingginya angka kekerasan di Aceh. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh mencatat 4.659 kasus kekerasan sepanjang 2021–2023.

Sementara dalam tiga bulan pertama 2024 saja, tercatat 398 kasus baru.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati menyebutkan “Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus terjadi di ranah publik, domestik, dan ranah pendidikan, juga terjadi di dayah. Bagi kita, dayah menjadi tempat ideal yang nyaman dan aman untuk pendidikan dan pembinaan akhlak anak, dan memperkuat nilai-nilai ke-Islaman. Untuk itu upaya pencegahan kekerasan harus dilakukan” ujar Riswati.

Aceh sebenarnya sudah punya sejumlah regulasi seperti Qanun No. 9/2018 tentang Perlindungan Anak dan Qanun No. 9/2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah.

Namun, implementasinya masih belum maksimal, khususnya dalam hal penanganan korban.
Dorong Komitmen DPRA, Libatkan Komnas Perempuan

Selain menyusun pedoman, peserta workshop juga bertemu Komisi VII DPRA. Mereka menyerahkan hasil finalisasi pedoman dan meminta dukungan politik serta pengawasan anggaran agar pelaksanaannya berjalan efektif.

Di sisi lain, dialog bersama Komnas Perempuan difokuskan pada penguatan pemahaman soal kekerasan seksual, perlindungan hukum bagi korban melalui UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta layanan pendampingan psikososial.

“Harapan kita, ini menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara komunitas dayah, pemerintah daerah, dan lembaga nasional dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak,” ujar Ruwaida.

Pedoman yang disusun secara partisipatif ini juga diharapkan bisa menjadi model nasional untuk penanganan kekerasan di lembaga pendidikan berbasis agama.

Previous Post

Pemerintah Anggarkan Rp48 Juta Per Siswa Sekolah Rakyat Selama Setahun

Next Post

Vanenburg Puji Pemain Muda Filipina, Indonesia Harus Waspada

Related Posts

5,5 Hektare Sawah di Aceh Besar Terbakar

by Riska Zulfira
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran lahan melanda area persawahan di Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar. Sedikitnya 5,5 hektare lahan sawah milik...

Banda Aceh Masuk 10 Kota Mitra Nasional Garuda Spark Innovation Hub

by Redaksi
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Kota Banda Aceh menjadi salah satu dari 10 kota mitra nasional dalam peluncuran Garuda Spark Innovation Hub (GSIH)...

DPO Kasus Korupsi Tembakau Bener Meriah Ditangkap Saat Hendak Berangkat Umrah 

by Riska Zulfira
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Aceh menangkap terpidana kasus korupsi kegiatan Pengembangan Tanaman Tembakau Rakyat Kabupaten Bener...

Next Post
Gerald Vannenburg Belum Puas Walau Cukur Brunei 8-0

Vanenburg Puji Pemain Muda Filipina, Indonesia Harus Waspada

Mendadak Swiss Tingkatkan Pengamanan Alisha Lehmann, Kenapa?

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co