MASAKINI.CO – Pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Serbia dan Inggris yang berakhir dengan skor 5-0 untuk kemenangan Inggris, Rabu (10/9/2025). Namun kemenangan itu diwarnai serangkaian kerusuhan yang dilakukan oleh para suporter tuan rumah.
Laga sempat dihentikan sementara pada babak pertama akibat sorotan laser yang diarahkan ke pemain bertahan Inggris, dan situasi semakin memanas setelah turun minum.
Ketegangan di Stadion Rajko Mitic meningkat seiring dengan keunggulan Inggris 2-0 melalui gol Harry Kane dan Noni Madueke. Pelatih Serbia, Dragan Stojkovic, menjadi sasaran cemoohan keras, terutama saat ia muncul dari lorong pemain untuk memulai babak kedua. Keadaan semakin buruk ketika Inggris mencetak gol ketiga melalui Ezri Konsa.
Saat Inggris semakin mendominasi pertandingan, kerusuhan pecah di antara para penggemar tuan rumah. Jim Proudfoot, seorang jurnalis melaporkan secara langsung bahwa seorang suporter Serbia mencoba menerobos ke arah penggemar Inggris.
“Seorang suporter Serbia mencoba turun, dia memanjat pagar merah dan perlahan-lahan bergerak menuju penggemar Inggris,” jelas Proudfoot, mengutip laporan talksport. “Dia sekarang telah ditangkap dan tidak akan bisa menyaksikan sisa pertandingan. Dia sempat meraih kaos Inggris dan merobeknya di depan para suporter Inggris.”
Stuart Pearce, yang menjadi komentator pendamping, menambahkan, “Salah satu suporter Serbia melakukan serangan seorang diri, tetapi untungnya bagi para penggemar Inggris, dia tidak berhasil mencapai tribun Inggris.”
Selain itu, dilaporkan adanya ketegangan politik di antara para penggemar tuan rumah sekitar menit ke-64. Anak-anak dievakuasi dari tribun saat polisi anti huru hara dipanggil untuk menghentikan kerusuhan agar tidak semakin meluas.
Proudfoot menambahkan, “Ada nuansa politik dalam nyanyian-nyanyian tersebut, keluhan tentang presiden Serbia, ada protes politik di sini kemarin. Ketika kami tiba di bandara, kami dialihkan dari protes tersebut, jadi jelas ada banyak kerusuhan.”
“Ada perkelahian di bagian bawah tribun tuan rumah. Polisi anti huru hara bergerak sangat cepat. Warga Serbia sangat tidak puas dengan penampilan ini dan menyerukan agar pelatih dipecat.”










Discussion about this post