MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Aceh Jadi Pemasok Satwa Liar ke Pasar Gelap Internasional

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 November 2025
in News
0

Koordinator Investigasi dan Penegakan Hukum Yayasan HAkA, Tezar Pahlevie. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aceh kini menghadapi ancaman serius dari aktivitas perdagangan satwa liar yang terorganisir lintas negara. Dalam lima tahun terakhir, wilayah ini disebut menjadi salah satu sumber utama pasokan satwa liar ke pasar gelap internasional, terutama ke Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga Timur Tengah.

Koordinator Investigasi dan Penegakan Hukum Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Tezar Pahlevie, menyebutkan bahwa hasil penelitian pihaknya pada periode 2020–2024 menemukan sedikitnya 36 kasus perdagangan satwa liar yang disidangkan di Aceh, dengan 73 orang terdakwa.

RelatedPosts

39 Gempa Guncang Aceh Sepekan, Mayoritas Dangkal dan Tak Dirasakan

Data Tak Sinkron, Warga Miskin Malah Masuk Desil Tinggi dan Terbebani Iuran BPJS

Bea Cukai Langsa Musnahkan Rokok Senilai Rp1,29 Miliar

“Dari hasil kajian kami, jaringan perdagangan satwa liar di Aceh tidak berdiri sendiri. Mereka terhubung dengan sindikat besar di luar negeri yang memanfaatkan jalur laut dan darat dari Aceh,” kata Tezar di Banda Aceh, Kamis (6/11/2025).

Menurut Tezar, sindikat perdagangan ini memanfaatkan letak geografis Aceh yang strategis di jalur pelayaran Selat Malaka. Rute itu digunakan untuk menyelundupkan berbagai satwa dan bagian tubuh hewan dilindungi, seperti kulit harimau Sumatera, trenggiling, dan bayi orangutan, ke luar negeri.

“Kami menemukan kasus penyelundupan bayi orangutan dari Aceh Tamiang ke Thailand, lalu diteruskan lewat Myanmar, India, hingga ke Timur Tengah. Polanya rapi, terstruktur, dan sangat sulit dilacak,” jelasnya.

Dalam periode yang sama, lima kabupaten di Aceh tercatat paling sering menjadi lokasi kejahatan ini, yaitu Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Aceh Tenggara. Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan hutan Leuser yang menjadi habitat empat spesies kunci, yakni harimau, gajah, orangutan, dan badak sumatra yang kini terus terancam.

“Dari seluruh kasus yang kami teliti, 38 persen melibatkan perdagangan kulit dan bagian tubuh harimau sumatra. Itu jenis satwa yang paling banyak diperdagangkan di Aceh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kejahatan perdagangan satwa liar ini tidak berdiri sendiri, melainkan kerap beririsan dengan kejahatan lain seperti penyelundupan narkoba dan pencucian uang.

“Sindikat di Amerika Selatan, misalnya, menyelundupkan kokain dengan memanfaatkan jaringan perdagangan satwa liar. Artinya, kejahatan ini saling bertautan dan dikelola secara profesional,” ujarnya.

Namun, di Indonesia, kejahatan ini belum diakui sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) seperti narkotika atau perdagangan manusia. Padahal, dampaknya terhadap ekosistem sangat besar.

“Populasi satwa dilindungi menurun drastis, konflik manusia dan satwa meningkat karena habitat mereka hilang, dan masyarakat juga ikut dirugikan,” jelasnya.

Yayasan HAkA mendorong agar pemerintah mengubah paradigma penanganan kasus ini. “Kami merekomendasikan agar aparat penegak hukum diperkuat, penggunaan teknologi pemantauan ditingkatkan, edukasi publik diperluas, komunitas lokal dilibatkan, dan kerja sama internasional diperkuat,” tutur Tezar.

Tags: HaKApasar gelap internasionalsatwa liar
Previous Post

Dua Riset Siswi Madrasah Aceh Besar Lolos Grand Finalis OMI Riset Nasional 2025

Next Post

Polisi Tangkap Pengedar Sabu Lintas Kabupaten di Aceh Selatan

Related Posts

Tutup Hutan Aceh 2025 Capai 39.687 Hektare, Lonjakan Deforestasi Terbesar dalam Dua Dekade Terakhir

by Riska Zulfira
27 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Tahun 2025 tercatat sebagai tahun dengan penutupan hutan terbesar di Aceh dalam dua dekade terakhir. Selama tahun tersebut,...

Harimau Mangsa Sapi, Warga Panton Rayeuk Diminta Waspada

by Ahmad Mufti
31 Mei 2024
0

MASAKINI.CO – Polres Aceh Timur imbau warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam untuk berhati-hati dalam beraktivitas di luar...

Gagas Kurikulum Peduli Lingkungan, Disdik Aceh Gandeng Yayasan HaKA

Gagas Kurikulum Peduli Lingkungan, Disdik Aceh Gandeng Yayasan HaKA

by Redaksi
14 Mei 2023
0

MASAKINI.CO - Dinas Pendidikan Aceh telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HaKA) untuk menggagas pendidikan peduli...

Next Post

Polisi Tangkap Pengedar Sabu Lintas Kabupaten di Aceh Selatan

PN Banda Aceh Siap Jatuhkan Hukuman Maksimal bagi Pelaku Kejahatan Lingkungan

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co