MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Aceh Jadi Pemasok Satwa Liar ke Pasar Gelap Internasional

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 November 2025
in News
0

Koordinator Investigasi dan Penegakan Hukum Yayasan HAkA, Tezar Pahlevie. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aceh kini menghadapi ancaman serius dari aktivitas perdagangan satwa liar yang terorganisir lintas negara. Dalam lima tahun terakhir, wilayah ini disebut menjadi salah satu sumber utama pasokan satwa liar ke pasar gelap internasional, terutama ke Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga Timur Tengah.

Koordinator Investigasi dan Penegakan Hukum Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Tezar Pahlevie, menyebutkan bahwa hasil penelitian pihaknya pada periode 2020–2024 menemukan sedikitnya 36 kasus perdagangan satwa liar yang disidangkan di Aceh, dengan 73 orang terdakwa.

RelatedPosts

Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan 1447 H Dipastikan Jatuh pada 19 Februari 2026

Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Pidie Jaya

Penjualan Bumbu Siap Masak di Pasar Rukoh Meningkat Saat Meugang

“Dari hasil kajian kami, jaringan perdagangan satwa liar di Aceh tidak berdiri sendiri. Mereka terhubung dengan sindikat besar di luar negeri yang memanfaatkan jalur laut dan darat dari Aceh,” kata Tezar di Banda Aceh, Kamis (6/11/2025).

Menurut Tezar, sindikat perdagangan ini memanfaatkan letak geografis Aceh yang strategis di jalur pelayaran Selat Malaka. Rute itu digunakan untuk menyelundupkan berbagai satwa dan bagian tubuh hewan dilindungi, seperti kulit harimau Sumatera, trenggiling, dan bayi orangutan, ke luar negeri.

“Kami menemukan kasus penyelundupan bayi orangutan dari Aceh Tamiang ke Thailand, lalu diteruskan lewat Myanmar, India, hingga ke Timur Tengah. Polanya rapi, terstruktur, dan sangat sulit dilacak,” jelasnya.

Dalam periode yang sama, lima kabupaten di Aceh tercatat paling sering menjadi lokasi kejahatan ini, yaitu Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Aceh Tenggara. Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan hutan Leuser yang menjadi habitat empat spesies kunci, yakni harimau, gajah, orangutan, dan badak sumatra yang kini terus terancam.

“Dari seluruh kasus yang kami teliti, 38 persen melibatkan perdagangan kulit dan bagian tubuh harimau sumatra. Itu jenis satwa yang paling banyak diperdagangkan di Aceh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kejahatan perdagangan satwa liar ini tidak berdiri sendiri, melainkan kerap beririsan dengan kejahatan lain seperti penyelundupan narkoba dan pencucian uang.

“Sindikat di Amerika Selatan, misalnya, menyelundupkan kokain dengan memanfaatkan jaringan perdagangan satwa liar. Artinya, kejahatan ini saling bertautan dan dikelola secara profesional,” ujarnya.

Namun, di Indonesia, kejahatan ini belum diakui sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) seperti narkotika atau perdagangan manusia. Padahal, dampaknya terhadap ekosistem sangat besar.

“Populasi satwa dilindungi menurun drastis, konflik manusia dan satwa meningkat karena habitat mereka hilang, dan masyarakat juga ikut dirugikan,” jelasnya.

Yayasan HAkA mendorong agar pemerintah mengubah paradigma penanganan kasus ini. “Kami merekomendasikan agar aparat penegak hukum diperkuat, penggunaan teknologi pemantauan ditingkatkan, edukasi publik diperluas, komunitas lokal dilibatkan, dan kerja sama internasional diperkuat,” tutur Tezar.

Tags: HaKApasar gelap internasionalsatwa liar
Previous Post

Dua Riset Siswi Madrasah Aceh Besar Lolos Grand Finalis OMI Riset Nasional 2025

Next Post

Polisi Tangkap Pengedar Sabu Lintas Kabupaten di Aceh Selatan

Related Posts

Harimau Mangsa Sapi, Warga Panton Rayeuk Diminta Waspada

by Ahmad Mufti
31 Mei 2024
0

MASAKINI.CO – Polres Aceh Timur imbau warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam untuk berhati-hati dalam beraktivitas di luar...

Gagas Kurikulum Peduli Lingkungan, Disdik Aceh Gandeng Yayasan HaKA

Gagas Kurikulum Peduli Lingkungan, Disdik Aceh Gandeng Yayasan HaKA

by Redaksi
14 Mei 2023
0

MASAKINI.CO - Dinas Pendidikan Aceh telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HaKA) untuk menggagas pendidikan peduli...

Owa Siamang Diamankan BKSDA Aceh

Owa Siamang Diamankan BKSDA Aceh

by Alfath Asmunda
4 Agustus 2021
0

MASAKINI.CO - Seekor satwa dilindungi jenis Owa Siamang (Symphalangus syndactylus), diamankan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi...

Next Post

Polisi Tangkap Pengedar Sabu Lintas Kabupaten di Aceh Selatan

PN Banda Aceh Siap Jatuhkan Hukuman Maksimal bagi Pelaku Kejahatan Lingkungan

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co