MASAKINI.CO – Pembangunan manusia di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh tahun 2025 mencapai 76,23 poin, naik dari 73,29 pada tahun 2020.
Artinya, dalam lima tahun terakhir, IPM Aceh tumbuh rata-rata 0,79 persen per tahun. Banda Aceh menjadi wilayah dengan IPM tertinggi yaitu sebesar 89,55.
Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamuddin, mengatakan peningkatan ini terjadi karena adanya kemajuan di semua aspek utama pembentuk IPM, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
“Semua indikator menunjukkan pertumbuhan positif, yang berarti kualitas hidup masyarakat Aceh terus membaik,” katanya, Kamis (6/11/2025).
Menurut data BPS, pengeluaran riil per kapita naik 3,51 persen, rata-rata lama sekolah meningkat 3,22 persen, harapan lama sekolah bertambah 0,07 persen, dan umur harapan hidup meningkat 0,38 persen.
Capaian tersebut mendorong seluruh kabupaten/kota di Aceh kini berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi dalam pembangunan manusia.
Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 19 daerah memiliki status pembangunan manusia tinggi (70–79 poin), sedangkan empat kota seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, dan Sabang masuk kategori sangat tinggi (≥ 80 poin).
“Untuk pertama kalinya, tidak ada lagi daerah di Aceh dengan IPM rendah atau sedang. Ini perkembangan yang sangat baik,” kata Tasdik.
Di antara seluruh daerah, Kota Banda Aceh mencatat IPM tertinggi di Provinsi Aceh dengan nilai 89,55 poin, disusul Lhokseumawe dan Langsa. Sementara IPM terendah tercatat di Kota Subulussalam sebesar 71,63 poin, meski tetap menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Tasdik menilai capaian Banda Aceh menunjukkan keberhasilan kota ini dalam menyediakan akses pendidikan dan kesehatan yang baik, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil.










Discussion about this post