MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

IPM Aceh Terus Meningkat, Banda Aceh Jadi Kota dengan Kualitas Hidup Tertinggi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 November 2025
in Daerah
0
IPM Aceh Terus Meningkat, Banda Aceh Jadi Kota dengan Kualitas Hidup Tertinggi

Ilustrasi. | Foto : indonesiadevelopmentmagz.com

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pembangunan manusia di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh tahun 2025 mencapai 76,23 poin, naik dari 73,29 pada tahun 2020.

Artinya, dalam lima tahun terakhir, IPM Aceh tumbuh rata-rata 0,79 persen per tahun. Banda Aceh menjadi wilayah dengan IPM tertinggi yaitu sebesar 89,55.

RelatedPosts

Asap Karhutla Mulai Masuk Lhokseumawe, Warga Diimbau Pakai Masker

Banda Aceh Kelola 58 Aplikasi untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Jalan Akses Bandara SIM

Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamuddin, mengatakan peningkatan ini terjadi karena adanya kemajuan di semua aspek utama pembentuk IPM, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

“Semua indikator menunjukkan pertumbuhan positif, yang berarti kualitas hidup masyarakat Aceh terus membaik,” katanya, Kamis (6/11/2025).

Menurut data BPS, pengeluaran riil per kapita naik 3,51 persen, rata-rata lama sekolah meningkat 3,22 persen, harapan lama sekolah bertambah 0,07 persen, dan umur harapan hidup meningkat 0,38 persen.

Capaian tersebut mendorong seluruh kabupaten/kota di Aceh kini berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi dalam pembangunan manusia.

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 19 daerah memiliki status pembangunan manusia tinggi (70–79 poin), sedangkan empat kota seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, dan Sabang masuk kategori sangat tinggi (≥ 80 poin).

“Untuk pertama kalinya, tidak ada lagi daerah di Aceh dengan IPM rendah atau sedang. Ini perkembangan yang sangat baik,” kata Tasdik.

Di antara seluruh daerah, Kota Banda Aceh mencatat IPM tertinggi di Provinsi Aceh dengan nilai 89,55 poin, disusul Lhokseumawe dan Langsa. Sementara IPM terendah tercatat di Kota Subulussalam sebesar 71,63 poin, meski tetap menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Tasdik menilai capaian Banda Aceh menunjukkan keberhasilan kota ini dalam menyediakan akses pendidikan dan kesehatan yang baik, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Tags: Banda AcehBPS AcehIndeks Pembangunan Manusia (IPM)Kualitas Hidup
Previous Post

Kasus Pembunuhan di Aceh Barat Dilimpahkan ke Jaksa

Next Post

UIN Ar-Raniry Dorong Penulisan Ensiklopedia Aceh, Terinspirasi Kiprah Tokoh Lokal

Related Posts

Banda Aceh Kelola 58 Aplikasi untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

by Redaksi
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mengelola 58 aplikasi untuk mendukung keterbukaan informasi publik dan pelayanan pemerintahan. Dari jumlah tersebut,...

Hujan Lebat Berpotensi Guyur 17 Wilayah Aceh Hari Ini, Waspada Banjir

by Redaksi
13 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur 17 kabupaten dan kota di Aceh pada Selasa (13/10/2026). BMKG...

Pemerintah Catat Realisasi Penerimaan Pajak Digital Capai Rp47,18 Triliun

Belanja Online Jadi Modus Penipuan Terbanyak di Aceh, 1.294 Laporan Masuk

by Redaksi
10 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Penipuan belanja daring menjadi modus penipuan yang paling banyak dilaporkan masyarakat Aceh ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dengan...

Next Post
UIN Ar-Raniry Dorong Penulisan Ensiklopedia Aceh, Terinspirasi Kiprah Tokoh Lokal

UIN Ar-Raniry Dorong Penulisan Ensiklopedia Aceh, Terinspirasi Kiprah Tokoh Lokal

Dendam Akibat Bullying, Santri di Bawah Umur Akui Bakar Asrama Dayah Babul Maghfirah

Dendam Akibat Bullying, Santri di Bawah Umur Akui Bakar Asrama Dayah Babul Maghfirah

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co