MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tunarungu dan Tunanetra Jadi Bagian Penting pada Event Art Salam 2025 ISBI Aceh

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
21 November 2025
in News
0

Salah satu penampilan yang ditampilkan pada Event Art Salam 2025 ISBI Aceh yang dibuka pada Selasa (18/11/2025) di Venue Mimbar Seni Outdoor ISBI Aceh, Jantho. | Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pameran seni rupa Art Salam: Seni Assalamu’alaikum resmi dibuka oleh Rektor ISBI Aceh, Prof Wildan, di Venue Mimbar Seni Outdoor ISBI Aceh, Jantho, pada Selasa (18/11/2025).

Art Salam 2025 hadir sebagai kegiatan seni Islam yang menonjolkan inklusivitas, menempatkan peserta tunarungu dan tunanetra bukan sekadar sebagai pengunjung, tetapi sebagai bagian penting dalam seluruh rangkaian acara.

RelatedPosts

Warga Jantho Ultimatum Tambang Emas Ilegal: Hentikan dalam 3 Hari atau Ditindak

Haji Uma Minta Kasus Viral “Live Syur” di TikTok Segera Diproses Hukum

Depresi Bisa Muncul Saat Musim Panas, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Sejumlah karya yang dipamerkan merupakan hasil residensi para seniman dari berbagai kota di Aceh, termasuk seniman tunarungu yang bekerja melalui medium kain berbentuk sajadah kosong sebagai ruang ekspresi.

Karya-karya tersebut menuturkan keresahan, kritik sosial, renungan spiritual, hingga eksplorasi artistik yang bersumber dari estetika dunia Islam.

Pada sesi pembukaan acara orasi dan diskusi, suasana keharuan terasa ketika Hikmah, seorang murid tunanetra dari SLB Negeri Kota Jantho, membuka kegiatan dengan lantunan shalawat yang para hadirin hanyut dalam haru.

Dalam sambutannya, Rektor ISBI Aceh menegaskan arah besar lembaga dalam membangun ekosistem seni Islam yang progresif dan terbuka.

“ISBI Aceh ingin menjadi rumah bagi para seniman dan menjadi pusat rujukan seni Islam di Asia Tenggara, tempat berbagai persoalan seni Islam diperbincangkan dan dicari solusinya. Kita ingin ISBI menjadi rumah yang inklusif,” ujarnya.

Rangkaian Art Salam tidak hanya menampilkan pameran seni rupa, workshop dan residensi, tapi juga diisi dengan maulid seni, kemah seniman, dan pertunjukan seni persembahan dari Prodi Teater ISBI Aceh yang berlangsung pada malam harinya, sehingga memperluas ruang temu antara seniman, masyarakat, dan berbagai komunitas seni.

Selain karya residensi, turut dipamerkan karya peserta workshop aquarel, cukil, dan karya mahasiswa Prodi Kriya Seni.

Ketua panitia, Iskandar Tungang, menjelaskan bahwa Art Salam 2025 adalah langkah awal dari sebuah agenda jangka panjang untuk menempatkan Aceh kembali sebagai pusat seni Islam yang ramah, kreatif, dan bertaraf internasional.

Ia menyampaikan ke depan, event Art Salam akan digelar kembali dengan konsep yang lebih maju dan luas, bukan hanya seni rupa, tapi juga seni lainnya. Ini adalah acara perdana, ke depan Art Salam ingin muncul sebagai event bertaraf Asia Tenggara dengan melibatkan berbagai negara kawasan.

“Mengingat Aceh pernah menjadi pintu bagi seni Islam, kita ingin mempertahankan konsep seni yang rahmatan lil ‘alamin sebagai seni yang assalamualaikum atau seni yang menyapa dan siap membuka ruang dialog,” tegasnya.

Sementara Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Aceh, Ichsan, dalam sambutan saat pembukaan juga menekankan hal serupa, yang menempatkan seni Islam sebagai visi pengaryaan ke depannya.

“Kita ingin seni Islam menjadi fokus utama, baik dalam diskursus maupun praktik,” uangkapnya.

Dalam diskusi yang berlangsung usai pembukaan, Azhari Aiyub, budayawan Aceh, menegaskan posisi strategis ISBI Aceh dalam pembangunan kebijakan seni daerah.

“ISBI Aceh harus menjadi fondasi bagi berbagai kebijakan terkait persoalan kesenian, khususnya di Aceh. Sebagai otoritas akademik, ISBI memiliki tanggung jawab ilmiah dan moral dalam mengarahkan masa depan seni,” ungkapnya.

Sementara itu, epigraf dan peneliti sejarah Islam, Abu Taqiyuddin Muhammad, menyoroti persoalan ekosistem seni yang belum kondusif. Ia menekankan bahwa seni tidak pernah berkembang dalam kondisi kelaparan.

Salah satu karya seni yang dipamerkan dalam Event Art Salam 2025 ISBI Aceh. | Foto : Ist

“Seni dalam kondisi lapar, di manapun tidak berkembang. Dalam kondisi tidak ada pelanggan seni, kita sulit maju. Di masa lalu seni berkembang karena masyarakatnya sejahtera,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa seni Islam tidak mungkin dipisahkan dari kualitas seniman: “Seni Islam adalah sejauh mana seniman memahami Islam, itulah seni Islam. Aceh harus menemukan keunikannya, dan ISBI harus aktif, baik dalam penelitian maupun praktik, untuk membantu menemukannya.”

Pemaparan materi dari Ustaz Aridho Hidayat dan orasi dari Tgk. Miswar Ibrahim Njong mempertegas bahwa dalam sejarahnya, pandangan Islam terhadap seni jauh lebih terbuka daripada stigma yang berkembang selama ini.

Keduanya menekankan bahwa seni adalah media dakwah yang penuh hikmah jika dipahami dengan baik.

Sementara itu, kurator muda Muhyi Atsarissalaf, alumni Gugus Apresiasi Seni Jogja Arts Week 2025, memberikan pandangan baru tentang bagaimana seni seharusnya diperlakukan dalam konteks sosial-religius kontemporer.

Muhyi menyorot perlunya para agamawan untuk hadir lebih dekat untuk memahami kegelisahan generasi muda.

“Agamawan harus turun ke lapisan anak muda untuk memeluk mereka. Daripada terus menerus menghakimi mereka, agamawan mungkin lebih baik mendengarkan dan memahami ekspresi keresahan generasi muda,” ujarnya.

Kehadirannya sebagai kurator memperkuat arah estetik Art Salam sebagai ruang dialog antara seni, agama, dan keberagaman generasi.

Art Salam 2025 menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk merayakan seni Islam yang lebih luas, lebih inklusif, dan lebih humanis. Dengan semangat “assalamualaikum” sebagai tema, Art Salam membuka kembali jalan bagi Aceh untuk tampil sebagai pusat seni Islam yang kreatif, toleran, dan berskala internasional.

Tags: Aceh BesarISBI AcehKarya SeniPameran seni rupa Art Salam
Previous Post

Premier League Setujui Batas Gaji Mulai Musim 2026-2027

Next Post

Lahan Tol Padang Tiji–Seulimuem Diukur Ulang, Hak Warga Segera Diselesaikan

Related Posts

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

by Redaksi
11 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gampong Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, memiliki Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R)...

Cegah Penyebaran Penyakit, 100 Ternak Warga Aceh Besar Diberi Vitamin dan Vasin

Cegah Penyebaran Penyakit, 100 Ternak Warga Aceh Besar Diberi Vitamin dan Vasin

by Riska Zulfira
9 April 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 100 ternak milik warga di wilayah kerja Puskeswan Kuta Baro dan Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar...

Bus Sekolah Gratis Mulai Beroperasi, Pemkab Aceh Besar Bidik Tekan Kecelakaan Pelajar

by Redaksi
7 April 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai mengoperasikan armada bus sekolah gratis untuk melayani antar-jemput pelajar. Program ini ditujukan untuk...

Next Post

Lahan Tol Padang Tiji–Seulimuem Diukur Ulang, Hak Warga Segera Diselesaikan

Masyarakat Diimbau Waspada Tawaran Jasa Unlock IMEI iPhone Inter

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...