MASAKINI.CO – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 18 Kabupaten di Aceh telah berdampak terhadap 1.404.130 jiwa yang tersebar di 234 kecamatan dan 3.978 gampong. Dari jumlah itu, 775.346 jiwa masih bertahan di berbagai titik pengungsian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah memprioritaskan penanganan di daerah dengan tingkat kerusakan terbesar. Selain jumlah warga terdampak yang sangat besar, korban jiwa juga meningkat signifikan. BNPB melaporkan 353 orang meninggal dunia dan 115 lainnya masih hilang.
“Tim gabungan terus mencari korban di lokasi-lokasi yang masih sulit dijangkau akibat jalan putus serta jembatan rusak,” katanya, Sabtu (6/12/2025).
Sebaran dampak juga menunjukkan ketimpangan antar wilayah. Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah terdampak tertinggi, mencapai 310.480 jiwa, disusul Aceh Timur (194.738 jiwa), Bener Meriah (169.300 jiwa), Aceh Utara (163.985 jiwa), dan Kota Langsa (160.812 jiwa). Daerah lain dengan skala signifikan meliputi Gayo Lues (112.563 jiwa), Aceh Tengah (54.199 jiwa), serta Pidie (43.538 jiwa).

Sementara kabupaten dengan terdampak terendah antara lain Pidie Jaya (22.190 jiwa), Aceh Tenggara (14.080 jiwa), Subulussalam (11.807 jiwa), Aceh Selatan (5.940 jiwa), Bireuen (3.869 jiwa) dan Aceh Besar (3.054 jiwa).
Di sisi aksesibilitas, sejumlah jalur utama di Aceh masih dalam tahap pemulihan. Jalur nasional Pidie Jaya–Bireuen belum sepenuhnya normal karena perbaikan Jembatan Meredue masih berlangsung.
Pengendara diarahkan menggunakan jalur alternatif Meureudu – Batee Iliek yang kondisinya masih dipenuhi lumpur. “Pengguna jalan diminta berhati-hati karena beberapa titik masih tergenang,” kata Muhari.
Untuk jalur Bireuen – Aceh Utara, akses masih terputus di Kuta Blang. Pembersihan material banjir terus dilakukan, sementara pembangunan Jembatan Bailey Awe Geutah ditargetkan rampung kurang dari satu minggu.

Akses Aceh Utara-Aceh Timur sudah bisa dilalui, meski masih terdapat sisa material banjir dan longsor.
Sementara itu, jalur Aceh Utara- Bener Meriah via KKA telah tembus hingga KM 60. Masih ada sekitar 22 kilometer menuju pusat Bener Meriah yang tertutup material longsor. “Progres 60 kilometer ini signifikan. Kami berharap 22 kilometer sisanya segera dibersihkan,” ujar Muhari.
Untuk ruas Bireuen-Takengon, akses masih terputus dan saat ini tengah dibangun jembatan Bailey di Teupin Mane.
Peta sebaran dampak di sistem PINTU Aceh memperlihatkan hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh berada dalam status darurat. Pemerintah pusat dan daerah diminta mempercepat pemulihan akses, memperkuat distribusi bantuan, serta menyiapkan strategi mitigasi jangka panjang, terutama untuk wilayah dengan tingkat terdampak tertinggi seperti Aceh Tamiang.










Discussion about this post