MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi meminta seluruh SMA, SMK, dan SLB di bawah Cabang Dinas Pendidikan (Capdin) se-Aceh segera mendata kebutuhan dasar siswa yang terdampak banjir, khususnya mereka yang tinggal di asrama atau tidak menetap bersama orang tua.
Instruksi ini dikeluarkan untuk mencegah siswa mengalami kesulitan pangan maupun kebutuhan pokok lainnya selama masa tanggap darurat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa siswa boarding school maupun santri pesantren harus mendapat perhatian penuh. Ia mengingatkan agar tidak ada anak yang kekurangan makanan karena kiriman dari orang tua terputus akibat bencana.
“Kami minta supaya anak-anak yang tidak mendapat kiriman dari orang tuanya itu difasilitasi, jangan sampai mereka kelaparan,” ujar Murthalamuddin, Sabtu (6/12/2025).
Menurutnya, jika orang tua siswa tidak mampu lagi memberikan dukungan keuangan, maka sekolah dan Capdin setempat wajib mengambil alih pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. Ia menyebut langkah itu penting untuk mencegah siswa putus sekolah atau kembali ke daerah asal yang masih berada dalam kondisi rawan.
“Kalau orang tuanya tidak mampu lagi, maka itu jadi tanggung jawab sekolah dan Capdin untuk memastikan anak tersebut tetap makan dan bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.
Murthalamuddin juga meminta perhatian terhadap siswa yang tinggal di rumah kos. Banyak di antara mereka yang berasal dari wilayah terdampak banjir dan kini kesulitan karena kiriman dari keluarga tertahan. Sekolah diminta melakukan pendataan menyeluruh agar tidak ada siswa yang luput dari pemantauan.
Ia menekankan pentingnya respons cepat dari pihak sekolah untuk membantu kebutuhan mendesak para siswa. “Sampai mereka mendapat kiriman dari orang tua, menjadi tanggung jawab anda untuk mencari jalan keluar dan melaporkan ke pihak kami,” ujarnya.
Untuk sementara, sekolah diperbolehkan mencari dukungan dari pihak-pihak yang berempati, termasuk donasi yang dikumpulkan melalui mekanisme yang dibenarkan. Hal ini dilakukan sambil menunggu langkah lanjutan dari pemerintah.










Discussion about this post