MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Oktober 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Lebih dari 1,4 Juta Warga Terdampak Bencana, Aceh Tamiang Jadi Daerah Terparah

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 Desember 2025
in News
0

Seorang lansia korban bencana banjir dievakuasi ke tempat yang lebih aman. | Foto : Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 18 Kabupaten di Aceh telah berdampak terhadap 1.404.130 jiwa yang tersebar di 234 kecamatan dan 3.978 gampong. Dari jumlah itu, 775.346 jiwa masih bertahan di berbagai titik pengungsian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah memprioritaskan penanganan di daerah dengan tingkat kerusakan terbesar. Selain jumlah warga terdampak yang sangat besar, korban jiwa juga meningkat signifikan. BNPB melaporkan 353 orang meninggal dunia dan 115 lainnya masih hilang.

RelatedPosts

Lahan Eks Shopping Center Pasar Aceh Jadi Ruang Usaha Baru bagi UMKM

KNPI Aceh Sebut MBG Berperan Penting dalam Menunjang Prestasi Pelajar

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Naik Jadi Rp7,58 Juta per Mayam

“Tim gabungan terus mencari korban di lokasi-lokasi yang masih sulit dijangkau akibat jalan putus serta jembatan rusak,” katanya, Sabtu (6/12/2025).

Sebaran dampak juga menunjukkan ketimpangan antar wilayah. Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah terdampak tertinggi, mencapai 310.480 jiwa, disusul Aceh Timur (194.738 jiwa), Bener Meriah (169.300 jiwa), Aceh Utara (163.985 jiwa), dan Kota Langsa (160.812 jiwa). Daerah lain dengan skala signifikan meliputi Gayo Lues (112.563 jiwa), Aceh Tengah (54.199 jiwa), serta Pidie (43.538 jiwa).

Tampak dapur umum di salah satu gampong yang terdampak bencana banjir di Aceh. | Foto : Ahmad Mufti/masakini.co

Sementara kabupaten dengan terdampak terendah antara lain Pidie Jaya (22.190 jiwa), Aceh Tenggara (14.080 jiwa), Subulussalam (11.807 jiwa), Aceh Selatan (5.940 jiwa), Bireuen (3.869 jiwa) dan Aceh Besar (3.054 jiwa).

Di sisi aksesibilitas, sejumlah jalur utama di Aceh masih dalam tahap pemulihan. Jalur nasional Pidie Jaya–Bireuen belum sepenuhnya normal karena perbaikan Jembatan Meredue masih berlangsung.

Pengendara diarahkan menggunakan jalur alternatif Meureudu – Batee Iliek yang kondisinya masih dipenuhi lumpur. “Pengguna jalan diminta berhati-hati karena beberapa titik masih tergenang,” kata Muhari.

Untuk jalur Bireuen – Aceh Utara, akses masih terputus di Kuta Blang. Pembersihan material banjir terus dilakukan, sementara pembangunan Jembatan Bailey Awe Geutah ditargetkan rampung kurang dari satu minggu.

Satu unit mobil milik warga terkubur lumpur setelah diterjang banjir di Aceh. | Foto : Ahmad Mufti/masakini.co

Akses Aceh Utara-Aceh Timur sudah bisa dilalui, meski masih terdapat sisa material banjir dan longsor.

Sementara itu, jalur Aceh Utara- Bener Meriah via KKA telah tembus hingga KM 60. Masih ada sekitar 22 kilometer menuju pusat Bener Meriah yang tertutup material longsor. “Progres 60 kilometer ini signifikan. Kami berharap 22 kilometer sisanya segera dibersihkan,” ujar Muhari.

Untuk ruas Bireuen-Takengon, akses masih terputus dan saat ini tengah dibangun jembatan Bailey di Teupin Mane.

Peta sebaran dampak di sistem PINTU Aceh memperlihatkan hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh berada dalam status darurat. Pemerintah pusat dan daerah diminta mempercepat pemulihan akses, memperkuat distribusi bantuan, serta menyiapkan strategi mitigasi jangka panjang, terutama untuk wilayah dengan tingkat terdampak tertinggi seperti Aceh Tamiang.

Tags: Banjir AcehBanjir LongsorBencana BanjirBNPBKorban JiwaPemerintah Aceh
Previous Post

Illiza Pantau Langsung Operasi Pasar LPG 3 Kg di Banda Aceh

Next Post

Pemprov Aceh Minta Sekolah Data dan Penuhi Kebutuhan Dasar Siswa Terdampak Banjir

Related Posts

Aceh Diminta Berhenti Jual Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Baru Ekonomi

by Redaksi
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mendorong perubahan pola pembangunan ekonomi dari penjualan komoditas mentah menuju hilirisasi dan industrialisasi. Langkah ini dinilai...

Irigasi Seunong Rusak, Warga Pidie Jaya Harus Gotong Royong Jaga Aliran Air

by Ahmad Mufti
5 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Kerusakan Daerah Irigasi (D.I.) Seunong di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, membuat masyarakat harus bergotong royong secara swadaya...

HUT ke-81 TNI di Aceh Digelar Sederhana, Prajurit Masih Tangani Pascabencana

by Redaksi
5 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Aceh digelar sederhana di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin...

Next Post

Pemprov Aceh Minta Sekolah Data dan Penuhi Kebutuhan Dasar Siswa Terdampak Banjir

Demi Bertahan Hidup, Pengungsi di Aceh Timur Mulai Rebus Air Bekas Banjir

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...