MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Lebih dari 1,4 Juta Warga Terdampak Bencana, Aceh Tamiang Jadi Daerah Terparah

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 Desember 2025
in News
0

Seorang lansia korban bencana banjir dievakuasi ke tempat yang lebih aman. | Foto : Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 18 Kabupaten di Aceh telah berdampak terhadap 1.404.130 jiwa yang tersebar di 234 kecamatan dan 3.978 gampong. Dari jumlah itu, 775.346 jiwa masih bertahan di berbagai titik pengungsian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah memprioritaskan penanganan di daerah dengan tingkat kerusakan terbesar. Selain jumlah warga terdampak yang sangat besar, korban jiwa juga meningkat signifikan. BNPB melaporkan 353 orang meninggal dunia dan 115 lainnya masih hilang.

RelatedPosts

Kloter Terakhir Jemaah Haji Aceh Diberangkatkan ke Tanah Suci

17 Calon Jemaah Haji Aceh Batal Berangkat akibat Meninggal dan Sakit

Satpol PP-WH Banda Aceh Catat 205 Pelanggar Busana, Mayoritas Anak Muda

“Tim gabungan terus mencari korban di lokasi-lokasi yang masih sulit dijangkau akibat jalan putus serta jembatan rusak,” katanya, Sabtu (6/12/2025).

Sebaran dampak juga menunjukkan ketimpangan antar wilayah. Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah terdampak tertinggi, mencapai 310.480 jiwa, disusul Aceh Timur (194.738 jiwa), Bener Meriah (169.300 jiwa), Aceh Utara (163.985 jiwa), dan Kota Langsa (160.812 jiwa). Daerah lain dengan skala signifikan meliputi Gayo Lues (112.563 jiwa), Aceh Tengah (54.199 jiwa), serta Pidie (43.538 jiwa).

Tampak dapur umum di salah satu gampong yang terdampak bencana banjir di Aceh. | Foto : Ahmad Mufti/masakini.co

Sementara kabupaten dengan terdampak terendah antara lain Pidie Jaya (22.190 jiwa), Aceh Tenggara (14.080 jiwa), Subulussalam (11.807 jiwa), Aceh Selatan (5.940 jiwa), Bireuen (3.869 jiwa) dan Aceh Besar (3.054 jiwa).

Di sisi aksesibilitas, sejumlah jalur utama di Aceh masih dalam tahap pemulihan. Jalur nasional Pidie Jaya–Bireuen belum sepenuhnya normal karena perbaikan Jembatan Meredue masih berlangsung.

Pengendara diarahkan menggunakan jalur alternatif Meureudu – Batee Iliek yang kondisinya masih dipenuhi lumpur. “Pengguna jalan diminta berhati-hati karena beberapa titik masih tergenang,” kata Muhari.

Untuk jalur Bireuen – Aceh Utara, akses masih terputus di Kuta Blang. Pembersihan material banjir terus dilakukan, sementara pembangunan Jembatan Bailey Awe Geutah ditargetkan rampung kurang dari satu minggu.

Satu unit mobil milik warga terkubur lumpur setelah diterjang banjir di Aceh. | Foto : Ahmad Mufti/masakini.co

Akses Aceh Utara-Aceh Timur sudah bisa dilalui, meski masih terdapat sisa material banjir dan longsor.

Sementara itu, jalur Aceh Utara- Bener Meriah via KKA telah tembus hingga KM 60. Masih ada sekitar 22 kilometer menuju pusat Bener Meriah yang tertutup material longsor. “Progres 60 kilometer ini signifikan. Kami berharap 22 kilometer sisanya segera dibersihkan,” ujar Muhari.

Untuk ruas Bireuen-Takengon, akses masih terputus dan saat ini tengah dibangun jembatan Bailey di Teupin Mane.

Peta sebaran dampak di sistem PINTU Aceh memperlihatkan hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh berada dalam status darurat. Pemerintah pusat dan daerah diminta mempercepat pemulihan akses, memperkuat distribusi bantuan, serta menyiapkan strategi mitigasi jangka panjang, terutama untuk wilayah dengan tingkat terdampak tertinggi seperti Aceh Tamiang.

Tags: Banjir AcehBanjir LongsorBencana BanjirBNPBKorban JiwaPemerintah Aceh
Previous Post

Illiza Pantau Langsung Operasi Pasar LPG 3 Kg di Banda Aceh

Next Post

Pemprov Aceh Minta Sekolah Data dan Penuhi Kebutuhan Dasar Siswa Terdampak Banjir

Related Posts

Wali Nanggroe Pertanyakan Pergub JKA, Pemerintah Aceh Siapkan Pergub Baru Usai Pencabutan

by Riska Zulfira
19 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Polemik Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mendapat perhatian serius dari Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik...

Mualem Temui Kemenkeu, Pemerintah Aceh Minta Tambahan Anggaran

by Redaksi
15 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menemui Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Robert Leonard Marbun, di Kantor Kementerian Keuangan,...

Trans Kutaraja Genap 10 Tahun, 10 Juta Penumpang Nikmati Layanan Gratis

by Ahmad Mufti
13 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh memperingati satu dekade layanan transportasi publik Trans Kutaraja di Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Rabu...

Next Post

Pemprov Aceh Minta Sekolah Data dan Penuhi Kebutuhan Dasar Siswa Terdampak Banjir

Demi Bertahan Hidup, Pengungsi di Aceh Timur Mulai Rebus Air Bekas Banjir

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...