MASAKINI.CO – Banjir dan longsor yang melanda bagian utara Pulau Sumatra akhir November 2025, dipicu oleh Cyclone Senyar tercatat sebagai salah satu bencana alam paling dahsyat di masa modern. Di Kabupaten Bireuen, Aceh termasuk Desa Kubu dampaknya terasa sangat parah, rumah terendam lumpur, akses jalan terputus dan banyak desa terisolasi.

Saat tim bantuan dan relawan bergerak menuju Desa Kubu dan kawasan terdampak lain di Peusangan, tantangan besar muncul, kendaraan tak bisa lewat. Beberapa jembatan penghubung yang biasa dilewati warga hancur atau ambruk diterjang arus deras, memutus jalur transportasi darat.

Dalam kondisi darurat ini, penyeberangan menggunakan perahu karet milik Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) serta speedboat Ditpolairud Polda Aceh menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau desa seperti Desa Kubu yang terisolasi.

Di tepi sungai, warga berkumpul menunggu bantuan, banyak dari mereka tampak lelah, khawatir sambil memandangi jembatan yang kini terbelah dua. Pemandangan menyayat, sebuah jalur vital kini hanyalah seutas kenangan, sementara warga menanti tangan bantuan melalui perahu di sungai.

Sesampainya di desa, pasca penyeberangan, terlihat bagaimana banjir mengubah lanskap hidup. Lapangan bola yang dulu ruang bermain dan interaksi warga, kini berubah menjadi dataran tak berwujud, dipenuhi tumpukan pasir dan lumpur. Area luas yang biasanya hidup dengan aktivitas warga kini sepi dan penuh kerusakan.

Rumah-rumah banyak yang dipenuhi lumpur hingga ke lantai dasar, ruangan seperti dapur, ruang tamu, bahkan kamar tidur tak luput dari kerusakan. Banyak keluarga belum bisa kembali, karena kondisi rumah yang sama sekali tidak bisa ditinggali.

Sebagai respons darurat, warga bersama relawan mendirikan dapur umum di meunasah desa, pusat penyediaan makanan dan kebutuhan dasar bagi pengungsi sementara.

Upaya evakuasi dan distribusi bantuan tetap dilakukan secara intensif oleh Ditpolairud, relawan hingga Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan masyarakat lokal. Kerja sama antara lembaga, relawan dan warga menjadi harapan penting bagi pemulihan akhir bagi desa-desa terdampak di Bireuen.










Discussion about this post