MASAKINI.CO – Sebanyak 36 orang korban banjir dan tanah longsor di Aceh hingga kini masih dinyatakan hilang. Data tersebut tercatat dalam laporan bencana hidrometeorologi tahun 2025 yang dirilis melalui Papan Informasi Terpadu (Pintu) Aceh.
Dalam laporan itu, banjir dan longsor telah melanda 225 kecamatan di berbagai kabupaten/kota di Aceh. Selain korban hilang, bencana juga menyebabkan 415 orang meninggal dunia, menandakan besarnya dampak yang terjadi sepanjang tahun ini.
Jumlah warga terdampak tercatat sangat tinggi. Hingga pembaruan data terakhir, 1.974.300 jiwa terdampak langsung, sementara 514.343 kepala keluarga mengalami gangguan tempat tinggal, mata pencaharian, serta akses terhadap kebutuhan dasar.
Bencana tersebut turut memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Sebanyak 489.036 warga dilaporkan masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor.
Dari sisi wilayah administratif, sebanyak 3.678 gampong tercatat terdampak. Sejumlah daerah dilaporkan masih menghadapi kendala akses akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi medan yang belum sepenuhnya pulih.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. Data mencatat 461 ruas jalan, 332 jembatan, dan 305 sekolah mengalami kerusakan. Selain itu, 258 kantor pemerintahan, 207 tempat ibadah, serta 206 fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas terdampak. Sebanyak 15 pondok pesantren juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Tak hanya infrastruktur, bencana turut menimbulkan kerugian besar pada sektor ekonomi masyarakat. Sebanyak 157.318 unit rumah dilaporkan rusak, 186.903 ekor ternak terdampak, serta 89.286 hektare sawah, 40.328 hektare tambak, dan 14.734 hektare kebun mengalami kerusakan.
Pemerintah bersama instansi terkait terus melanjutkan pencarian korban yang masih hilang, sembari mempercepat penanganan darurat, pemulihan infrastruktur, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak di seluruh wilayah Aceh.










Discussion about this post