MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

ISPA dan Penyakit Kulit Jadi Keluhan Utama Pengungsi Pascabencana Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
20 Desember 2025
in News
0

Warga yang menjadi korban banjir dan tanah longsor di Pidie Jaya mengungsi di Gedung Sekretariat KONI Pidie Jaya | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan Aceh mencatat sebanyak 10 jenis penyakit berpotensi terjadi di wilayah terdampak bencana di Aceh. Hingga 19 Desember 2025 dilaporkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 9.731 kasus, disusul penyakit kulit 8.026 kasus, Influenza Like Illness (ILI) 1.543 kasus, serta diare sebanyak 1.492 kasus.

Jumlah ini bagian dari total 52.539 warga yang berkunjung ke posko kesehatan di 13 kabupaten/kota.

RelatedPosts

Penjualan Bumbu Siap Masak di Pasar Rukoh Meningkat Saat Meugang

Harga Daging Meugang di Banda Aceh Tembus 180 Ribu per Kg

Jelang Ramadan, Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

“ISPA dan penyakit kulit masih mendominasi kasus penyakit di wilayah terdampak bencana,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, Sabtu (20/12/2025).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, sebaran kasus tertinggi dilaporkan di Aceh Utara sebanyak 5.803 yang terindikasi penyakit potensial KLB. Kemudian Bireun sebanyak 4.835 kasus, Pidie Jaya 4.288 kasus dan Aceh 860 kasus. 

Ferdiyus menjelaskan, tingginya kasus ISPA dan penyakit kulit dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pascabencana. Faktor tersebut antara lain paparan air kotor, sanitasi yang belum optimal, serta kondisi pengungsian yang padat dan lembap.

Selain penyakit yang mendominasi, Dinas Kesehatan Aceh juga mencatat adanya 261 kasus suspek demam tifoid, 9 kasus suspek campak, dan 1 kasus pertusis. Terhadap kasus-kasus tersebut, dilakukan langkah kewaspadaan melalui penyelidikan epidemiologi, penatalaksanaan medis, pengambilan sampel untuk konfirmasi laboratorium, serta pemberian vitamin A dan antibiotik sesuai indikasi.

“Kami melakukan upaya pencegahan untuk menekan risiko penularan dengan respons cepat di lapangan,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Aceh juga melaporkan 2 kasus suspek leptospirosis dan 14 kasus suspek dengue. Penanganan dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi di lokasi pengungsian dan tempat tinggal pasien, pemeriksaan awal menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT), serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Ferdiyus mengimbau masyarakat untuk segera mencari layanan kesehatan apabila mengalami gejala demam atau keluhan kesehatan setelah terpapar lingkungan berisiko pascabencana. Ia menegaskan, penyakit berbasis lingkungan masih menjadi perhatian utama.

“Upaya pencegahan terus kami perkuat melalui peningkatan sanitasi, pengawasan kesehatan pengungsi, edukasi masyarakat, serta respons cepat lintas sektor guna mencegah terjadinya KLB,” katanya.

Tags: Dinkes AcehISPAPascabencanapengungsiPenyakit di PengungsianPenyakit Kulit
Previous Post

Pemerintah Aceh Imbau Pengamanan Kendaraan Korban Banjir

Next Post

Jembatan Awe Geutah Bireuen Diberlakukan Sistem Buka Tutup, Kendaraan Roda Enam Bisa Lewat

Related Posts

Disdukcapil Bener Meriah Pulihkan Kembali Dokumen Korban Bencana

by Aininadhirah
6 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bener Meriah telah memulihkan kembali dokumen warga yang terdampak bencana alam...

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

by Riska Zulfira
3 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Dalam dinginnya malam dan panasnya siang, tenda darurat itu menjadi satu-satunya tempat yang melindungi 14 kepala keluarga yang...

Suluk Jadi Tempat Pulang Terakhir Jariyah di Bulan Ramadan

by Riska Zulfira
31 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Di depan tenda pengungsian di Desa Lueng Tuha, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Jariyah duduk diam. Usianya...

Next Post

Jembatan Awe Geutah Bireuen Diberlakukan Sistem Buka Tutup, Kendaraan Roda Enam Bisa Lewat

OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit Pembiayaan Korban Bencana di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co