MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

TBC dan Campak Jadi Ancaman Serius di Lokasi Pengungsian Aceh

Redaksi by Redaksi
25 Desember 2025
in News
0

Warga yang menjadi korban banjir dan tanah longsor di Pidie Jaya mengungsi di Gedung Sekretariat KONI Pidie Jaya | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit menular di lokasi pengungsian pasca banjir bandang dan tanah longsor. Tuberkulosis (TBC) dan campak menjadi dua penyakit utama yang diwaspadai menyusul kondisi pengungsian yang padat serta keterbatasan sarana pendukung.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyebutkan berdasarkan data terkini terdapat 9.204 penderita TBC di wilayah terdampak bencana. Kepadatan pengungsian dan tingginya mobilitas warga dinilai meningkatkan risiko penularan penyakit.

RelatedPosts

Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan 1447 H Dipastikan Jatuh pada 19 Februari 2026

Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Pidie Jaya

Penjualan Bumbu Siap Masak di Pasar Rukoh Meningkat Saat Meugang

Menurunya, saat ini salah satu langkah yang diupayakan saat ini pemisahan tenda pengungsian bagi penderita TBC, meski pelaksanaannya di lapangan tidak mudah, terutama untuk anak-anak.

“Setiap hari di pengungsian selalu ada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Penyakit yang paling kami khawatirkan adalah campak dan TBC. Pemisahan pasien secara ideal memang diperlukan, namun di lapangan sangat sulit dilakukan,” ujar Ferdiyus, Kamis (25/12/2025). 

Selain itu, keterbatasan air bersih di sejumlah titik pengungsian mulai memicu munculnya penyakit kulit. Meski demikian, Ferdiyus memastikan ketersediaan obat-obatan, termasuk untuk penyakit kulit, masih mencukupi. Saat ini, sebanyak 126 relawan kesehatan telah bertugas di lapangan dan akan diperkuat dengan tambahan sekitar 600 relawan dari Kementerian Kesehatan RI pada awal Januari 2026.

“Hambatan utama saat ini adalah akses transportasi menuju desa-desa terpencil,” katanya.

Melalui Health Emergency Operational Center (HEOC), layanan kesehatan telah menjangkau 6.073 orang dengan total 71.764 kunjungan medis. Penyakit yang paling banyak ditangani meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, diare, hipertensi, dan demam.

Untuk mendukung penanganan kesehatan, Pemerintah Aceh telah menyalurkan logistik berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai, makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, vitamin A, serta paket sanitasi. Data Klaster Kesehatan juga mencatat kelompok rentan dalam jumlah besar, antara lain 459.428 lansia, 394.250 balita, serta lebih dari 100 ribu ibu hamil dan menyusui.

Sementara itu, Sekda Aceh M. Nasir menekankan pentingnya kerja cepat dan sinergi lintas klaster, khususnya untuk memastikan sanitasi dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi guna mencegah penularan penyakit.

Di sektor lain, Basarnas masih melakukan pencarian terhadap 31 korban yang dinyatakan hilang, dengan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Operasi pencarian dilakukan menggunakan anjing pelacak dan alat berat.

Sekda Aceh juga menginstruksikan percepatan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) dengan target rampung dalam 90 hari, serta menekankan pentingnya validasi data kerusakan sebagai dasar pemulihan dan mitigasi risiko ke depan.

 

Tags: DinkesAcehHealth Emergency Operational CenterPenyakit di PengungsianTBC dan Campak
Previous Post

BSI Siapkan Restrukturisasi Pembiayaan bagi Nasabah Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh

Next Post

Hari Ini, Wilayah Terdampak Bencana Masih di Guyur Hujan

Related Posts

ISPA dan Penyakit Kulit Jadi Keluhan Utama Pengungsi Pascabencana Aceh

by Riska Zulfira
20 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh mencatat sebanyak 10 jenis penyakit berpotensi terjadi di wilayah terdampak bencana di Aceh. Hingga 19...

Next Post

Hari Ini, Wilayah Terdampak Bencana Masih di Guyur Hujan

Aceh, Pasca 20 Tahun Tsunami

Kelangkaan Pupuk Urea Berulang, Petani di Aceh Besar Kesulitan Penuhi Kebutuhan Tanam

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co