MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Juni 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kelangkaan Pupuk Urea Berulang, Petani di Aceh Besar Kesulitan Penuhi Kebutuhan Tanam

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Desember 2025
in News
0
Aceh, Pasca 20 Tahun Tsunami

Hasan Basri, menabur pupuk di sawah miliknya di Desa Ateuk Cut, Simpang Tiga, Aceh Besar, Sabtu (29/6/2024). Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Petani di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, kembali menghadapi kelangkaan pupuk urea yang terjadi sejak awal masa tanam. Kondisi ini sudah dirasakan sekitar satu bulan terakhir, bertepatan dengan masa pembenihan dan penyemaian padi.

Petani Gampong Meureu, Kecamatan Indrapuri, Iskandar, mengatakan pupuk urea dan NPK merupakan kebutuhan utama petani setelah masa tanam. Namun, hingga kini stok pupuk di kios resmi kerap kosong, meski petani telah mengikuti seluruh prosedur pembelian pupuk subsidi.

RelatedPosts

Gempa M 4,2 Guncang Bener Meriah, Masjid Al Muttaqin Alami Kerusakan

Penertiban Syariat di Banda Aceh Tanpa Tebang Pilih

BMKG Catat 16 Titik Panas di Aceh

“Setiap musim tanam selalu seperti ini. Kami sudah datang ke kios, tapi jawabannya pupuk belum masuk atau tidak ada stok,” ujar Iskandar, Kamis (25/12/2025).

Ia menambahkan, kelangkaan pupuk tidak hanya terjadi di Indrapuri, tetapi juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, seperti Blang Bintang, Seulimeum, hingga Lembah Seulawah. “Saya sudah mencari sampai ke daerah-daerah tersebut, namun tetap tidak ada,” katanya.

Iskandar menyebut kelangkaan pupuk bukan persoalan baru. Kondisi serupa kerap terjadi setiap tahun, terutama saat memasuki musim tanam. Selain keterbatasan stok, pembelian pupuk subsidi juga dibatasi per kepala keluarga, sementara kebutuhan pupuk setiap petani berbeda-beda, bergantung pada luas lahan yang digarap.

“Luas sawah tiap petani berbeda, tapi jatah pupuk disamakan. Ini yang membuat kebutuhan tidak pernah terpenuhi,” katanya.

Ia menjelaskan, keterbatasan pupuk membuat petani tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman padi secara optimal. Akibatnya, hasil panen cenderung stagnan bahkan menurun dibanding musim sebelumnya, meski modal tanam sudah dikeluarkan sejak awal.

“Kondisinya saat ini memang belum menguning karena ada hujan, tapi semisal sudah menguning itu bakal imbas ke hasil panen,” sebutnya. 

Keluhan serupa disampaikan petani lain, Aisyah. Ia menilai distribusi pupuk subsidi belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan petani padi, khususnya di wilayah sawah tadah hujan yang membutuhkan pemupukan tepat waktu.

“Pupuk subsidi sulit didapat, sementara pupuk non-subsidi harganya tinggi dan sering kali barangnya juga tidak tersedia,” ucap Aisyah.

Para petani berharap pemerintah memperbaiki tata kelola distribusi pupuk, meningkatkan ketersediaan di kios resmi, serta memastikan pupuk benar-benar sampai ke petani padi. 

Mereka menilai kepastian pupuk menjadi faktor penting agar aktivitas tanam dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

 

Tags: Aceh BesarDistribusi PupukKelangkaan PupukMasalah PertanianPertanian Aceh BesarPetani IndrapuriPetani PadiPupuk SubsidiPupuk Urea
Previous Post

Hari Ini, Wilayah Terdampak Bencana Masih di Guyur Hujan

Next Post

21 Tahun Tsunami Aceh, Nelayan Pantang Melaut Sehari Penuh

Related Posts

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tim SAR gabungan masih belum menemukan Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh...

Remaja 13 Tahun Hilang Terseret Arus di Pantai Pulau Kapuk Lhoknga

by Redaksi
31 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan terseret arus saat berwisata bersama keluarganya di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga,...

Next Post
Cuaca Ekstrem, Nelayan di Aceh Tetap Melaut

21 Tahun Tsunami Aceh, Nelayan Pantang Melaut Sehari Penuh

Mahasiswa LDK Masjid USK Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Bireuen

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co