MASAKINI.CO – Pemutaran film dalam kegiatan December to Remember yang digelar Komunitas Film Trieng di Ruang Teater LP2M UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Minggu (28/12/2025), menjadi ruang refleksi bersama atas ingatan kolektif masyarakat Aceh, khususnya 21 tahun peristiwa tsunami.
Kegiatan tersebut menayangkan dua film karya sineas muda Aceh berjudul Barat dan Tak Semua Pulang. Film Tak Semua Pulang secara khusus mengangkat kisah duka seorang ibu yang kehilangan anaknya dalam tsunami Aceh, sementara Barat bercerita tentang pengalaman pemuda Aceh yang merantau ke ibu kota dan berhadapan dengan stigma sosial.
Duta Wisata Sabang 2025, Abang Ari Maulana bersama Cut Adek Jihan Syakira, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai film sebagai medium yang kuat untuk menjaga ingatan sejarah dan menyampaikan pesan kemanusiaan lintas generasi.
“Film-film ini mengingatkan kita bahwa luka tsunami belum sepenuhnya hilang. Ada memori, kehilangan, dan identitas Aceh yang terus hidup melalui cerita,” ujar Abang Ari Maulana.
Menurutnya, karya film lokal memiliki peran penting dalam merekam pengalaman sosial masyarakat Aceh, sekaligus menjadi sarana edukasi yang lebih dekat dengan generasi muda.
“Kegiatan ini sangat baik untuk anak muda, karena selain belajar teknis perfilman, kita juga diajak menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan dan sosial melalui karya,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi Komunitas Film Trieng yang konsisten menghadirkan ruang kreatif bagi sineas muda Aceh untuk menyuarakan isu-isu sosial dan kemanusiaan melalui karya visual.
Selain pemutaran film, kegiatan December to Remember juga diisi dengan penggalangan donasi kemanusiaan. Donasi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Gayo Lues.










Discussion about this post