MASAKINI.CO – Lebih dari sebulan pascabencana melanda Desa Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, sebagian warga masih bertahan dengan kondisi serba terbatas. Hingga kini, bantuan tenda darurat yang layak belum mereka terima.
Di sekitar rumah yang rusak, warga terpaksa mendirikan tenda seadanya dari tikar atau terpal yang biasa digunakan untuk menjemur padi yang disusun dan diikat sederhana. Tikar tersebut menjadi satu-satunya pelindung dari panas dan hujan karena tidak adanya tenda bantuan resmi.
“Kami tidak dapat tenda dari BNPB. Kami hanya pakai tikar jemur padi yang biasa dipakai di rumah,” ujar seorang pengungsi, Nurhayati (55), Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, tenda darurat dari tikar itu tidak mampu melindungi keluarga dari hujan. Air dengan mudah masuk dari berbagai sisi sehingga mereka tetap basah saat hujan turun.
“Kalau hujan tetap kebasahan. Tidak ada tenda yang layak,” katanya.
Kondisi serupa dialami sejumlah warga lain di Meunasah Blang. Mereka masih bertahan di tempat tinggal sementara yang jauh dari kata aman, sambil menunggu bantuan datang.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan, khususnya dengan menyediakan tenda darurat yang layak agar mereka tidak terus bertahan di bawah perlindungan seadanya yang rawan dan tidak aman.










Discussion about this post