MASAKINI.CO – Sebanyak 11.657 jiwa di Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi sejak akhir November 2025. Hingga awal Januari 2026, puluhan desa di sejumlah kecamatan belum sepenuhnya dapat diakses karena kerusakan parah pada jalan dan jembatan.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan wilayah terisolir tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Total terdapat 26 desa yang masih mengalami keterbatasan akses, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kondisi terisolir ini disebabkan oleh timbunan longsor yang menutup badan jalan serta putusnya sejumlah jembatan vital penghubung antarwilayah,” kata Andalika, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan data BPBD Aceh Tengah, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah warga terisolir terbanyak, mencapai 4.951 jiwa. Terputusnya jembatan seperti Jembatan Berawang Gajah dan Jembatan Bergang/Ayun, serta longsor di sejumlah titik jalan, membuat akses ke beberapa desa belum bisa dilalui.
Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara, sebanyak 2.765 jiwa masih terisolir. Beberapa jalur sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, namun akses roda empat masih tertutup akibat jembatan putus dan material longsor yang belum sepenuhnya dibersihkan.
Di Kecamatan Linge, tercatat 2.362 jiwa terdampak isolasi. Kerusakan jembatan kabupaten dan longsor tanah menjadi penyebab utama terhambatnya mobilitas warga di wilayah tersebut. Sebagian desa hanya dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua.
Adapun Kecamatan Bintang mencatat 1.325 jiwa masih terisolir akibat longsor yang menutup badan jalan secara total, sementara Kecamatan Silih Nara terdapat 254 jiwa yang terisolir karena putusnya jembatan penghubung antar desa.
Andalika menambahkan, secara keseluruhan bencana banjir dan longsor telah berdampak pada 14 kecamatan di Aceh Tengah. Namun saat ini fokus penanganan diarahkan pada lima kecamatan yang masih terisolir.
“Upaya pembukaan akses terus kami lakukan, baik melalui pembersihan material longsor maupun pembangunan jembatan darurat. Prioritas kami memastikan jalur logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terhubung kembali,” ujarnya.










Discussion about this post