MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Sekolah di Tengah Lumpur, Siswa SMA Negeri 2 Meureudu Belajar di Tenda Darurat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
7 Januari 2026
in News
0

Siswa SMAN 2 Meureudu Pidie Jaya belajar dalam tenda darurat di halaman sekolah pasca bencana banjir dan longsor | foto: masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sisa-sisa lumpur dan genangan air belum sepenuhnya hilang, namun lonceng semangat belajar kembali berdentang di SMA Negeri 2 Meureudu, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Sejak hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026) kemarin para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda darurat karena bangunan sekolah masih dipenuhi lumpur banjir bandang akhir November 2025 lalu.

Pagi itu, perjalanan menuju sekolah menjadi tantangan tersendiri. Jalan yang berlumpur dan tergenang air memaksa siswa dan guru berjalan perlahan sambil saling berpegangan agar tidak terjatuh. Seragam sekolah belum dikenakan. Sepatu pun ditinggalkan. 

RelatedPosts

Jelang Ramadan, Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

Kecelakaan di Tol Sigli–Banda Aceh, 1 Tewas dan 2 Luka-Luka

Pesawat Simulasi dan Gedung A2 Asrama Haji Aceh Diresmikan, Wagub Soroti Harga Tiket

Di bawah tenda darurat yang berdiri di halaman sekolah, KBM digelar secara sederhana. Hari pertama dimanfaatkan pihak sekolah untuk pengenalan lingkungan, penyampaian motivasi, serta penguatan mental siswa yang sebagian besar merupakan korban banjir. Belajar, untuk sementara, bukan soal materi pelajaran, melainkan tentang memulihkan harapan.

“Saya senang sekali bisa kembali ke sekolah dan bertemu teman-teman. Tapi jujur, sedih juga melihat kondisi sekolah yang belum seperti dulu sebelum banjir,” ujar Amelia Fitri, siswi kelas XI SMA Negeri 2 Meureudu, Rabu (7/1/2026).

Siswa dan guru SMAN 2 Meureudu Pidie Jaya menyusuri lumpur untuk ke sekolah | foto: masakini.co

Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, M. Diah, mengatakan keputusan memulai sekolah di tengah kondisi darurat merupakan bentuk komitmen agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan hak belajarnya. Menurutnya, sekolah berupaya perlahan bangkit seiring proses pembersihan dan pemulihan pascabencana.

“Meski serba terbatas, kami tetap membuka sekolah. Kami fokus memberi semangat dan memastikan siswa siap secara mental untuk kembali belajar,” kata M. Diah.

Ia menuturkan, meski siswa yang hadir tidak mencapai maksimal 35 orang per kelas, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Ia berharap kondisi belajar di tenda darurat tak berlangsung lama. “kalau sebulan dua bulan tidak apa, karena kalau hujan juga berdampak bagi siswa,” jelasnya. 

Pidie Jaya tercatat sebagai salah satu daerah yang mengalami dampak terparah akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025. Dinas Pendidikan setempat mencatat sebanyak 146 sekolah rusak berat. Hingga awal semester ini, baru empat sekolah yang mampu kembali menggelar KBM, yakni SDN 1 Meurah Dua, SD Islam Terpadu Annu, SMP Negeri 1 Meureudu, dan SMA Negeri 2 Meureudu.

Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya kering, para siswa dan guru tetap semangat bersekolah. 

Tags: Banjir Pidie JayaDampak BanjirKBM DaruratPendidikan PascabencanaSekolah DaruratSMA Negeri 2 Meureudu
Previous Post

Persiraja Datangkan Juan Mera, Pemain Spanyol Bidik Promosi Liga 1

Next Post

Pemulihan Pascabencana Aceh Dipercepat Jelang Ramadan, Pemerintah Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Related Posts

Harapan Kuliah yang Terkubur

by Riska Zulfira
30 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Langkah Asmaul Husna pelan saat ia berjalan pulang dari sekolah sore itu. Tak ada seragam putih abu-abu yang...

Warga Meunasah Blang Manfaatkan Lumpur Banjir untuk Renovasi Rumah

by Aininadhirah
18 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pascabanjir yang melanda Desa Meunasah Blang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah rumah warga hingga kini masih...

Belajar di Antara Lumpur, Menjaga Harapan Tetap Hidup

by Riska Zulfira
17 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Suara Cut Salmina sempat terhenti. Ia menunduk, menarik napas panjang, lalu menyeka air mata yang perlahan jatuh. Bukan...

Next Post

Pemulihan Pascabencana Aceh Dipercepat Jelang Ramadan, Pemerintah Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Harga Emas Banda Aceh Kembali Naik, Sinyal Tembus Rp8 Juta per Mayam

Discussion about this post

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...