MASAKINI.CO – Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y).
“Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98 persen,” kata Amalia, Kamis (5/2/2026).
Amalia menyebutkan perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau USD 5.083,4.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.
Selanjutnya, ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 terhadap triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 0,86 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,59 persen.
“Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 37,8 persen,” imbuhnya.
Selama 2025, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi mencapai 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen (c-to-c). Sedangkan kontribusi Pulau Sumatra 22,22 persen, dan pertumbuhan 4,81 persen.
Selain itu, kontribusi Kalimantan 8,12 persen dan pertumbuhan ekonomi 4,79 persen, kontribusi Sulawesi 6,22 persen dan pertumbuhan 6,23 persen, kontribusi ekonomi Bali dan Nusa Tenggara 2,82 dan pertumbuhan 2,87, serta Maluku dan Papua kontribusi 2,69 persen dan pertumbuhan 1,44 persen.










Discussion about this post