MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemkab Aceh Besar Tinjau Produksi Batik Malaka, Dorong Penguatan UMKM Berbasis Budaya

Redaksi by Redaksi
11 Februari 2026
in Daerah
0

Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar, Farhan AP, meninjau Rumoh Produksi Batik Malaka di Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Selasa (10/02/2026). Foto: MC Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyoroti potensi Batik Malaka sebagai salah satu produk unggulan ekonomi kreatif daerah. Hal itu disampaikan Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Farhan AP, saat meninjau langsung Rumoh Produksi Batik Malaka di Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat proses produksi sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan usaha batik berbasis kearifan lokal yang dikelola perajin setempat.

RelatedPosts

Sambut Ramadan 1447 H, Forkopimda Banda Aceh Terbitkan Seruan Bersama

Afdhal Tinjau Pasar Murah Daging Meugang Jelang Ramadan

Afdhal Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran Alue Naga

Di lokasi, Farhan menyaksikan seluruh tahapan pembuatan batik, mulai dari perancangan motif, pencantingan secara manual, proses pewarnaan, hingga tahap akhir atau finishing kain. Proses produksi masih mempertahankan teknik tradisional dengan sentuhan motif khas Aceh Besar.

Rumoh Produksi Batik Malaka dikenal dengan ragam motif yang merepresentasikan identitas daerah, seperti motif Seulawah, Jantho, Tengku, Masjid Oman, hingga produk turunan seperti Solanda, Kasab Ijok, dan Kuba Gerabah. Setiap motif mengangkat unsur sejarah, religi, serta filosofi lokal yang menjadi ciri khas Aceh Besar.

“Setiap motif mengandung nilai sejarah, religi, dan filosofi lokal yang menjadi ciri khas batik Aceh Besar,” kata Farhan.

Menurutnya, Batik Malaka tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih luas. Namun, pengrajin masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan promosi hingga perluasan akses pasar.

Farhan menilai, penguatan sektor UMKM berbasis budaya perlu didukung secara berkelanjutan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong pembinaan, pendampingan, serta membuka peluang promosi agar produk batik Aceh Besar semakin dikenal.

“Batik Malaka ini adalah kekayaan budaya Aceh Besar yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi. Motif-motifnya lahir dari sejarah dan identitas daerah, sehingga harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memperkenalkan produk lokal. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan dan mempromosikan batik Aceh Besar dalam berbagai kesempatan.

“Saya mengajak masyarakat untuk ikut membantu mempromosikan Batik Malaka. Dengan mengenakan dan memperkenalkan produk ini, kita ikut menjaga budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat gampong,” tambahnya.

Pemkab Aceh Besar menargetkan Batik Malaka dapat berkembang sebagai sentra batik unggulan daerah. Selain menjaga warisan budaya, pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan perajin dan membuka peluang usaha baru di tingkat gampong.

“Kalau ingin UMKM naik kelas, dukungan harus berkelanjutan. Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas produksi dan membuka akses pasar yang lebih luas,” tegas Farhan.

Tags: Batik MalakaPemerintah Aceh BesarUMKM
Previous Post

Program Profiling Guru Berdaya Resmi Dibuka, Ini Harapan Illiza

Next Post

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Related Posts

Resmi Ditutup, Aceh Festival Hadirkan Energi Baru Bagi Pariwisata

by Redaksi
24 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kegiatan Aceh Festival 2025 yang berlangsung selama dua hari, 22-23 November 2025 resmi ditutup. Event itu dinilai mampu...

MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM

MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM

by Ulfah
31 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO — Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah kini semakin menunjukkan dampak ganda. Tidak hanya memperbaiki...

Ketua Dekranasda Aceh Besar Ajak Pelaku UMKM Miliki Legalitas Usaha

Ketua Dekranasda Aceh Besar Ajak Pelaku UMKM Miliki Legalitas Usaha

by Ulfah
14 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar, Rita Mayasari, mengajak seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan...

Next Post
Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Tiga Oknum Polisi dan Satu Warga Dituntut 6 Tahun Penjara dalam Kasus Narkotika

Discussion about this post

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co