MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemkab Aceh Besar Tinjau Produksi Batik Malaka, Dorong Penguatan UMKM Berbasis Budaya

Redaksi by Redaksi
11 Februari 2026
in Daerah
0

Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar, Farhan AP, meninjau Rumoh Produksi Batik Malaka di Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Selasa (10/02/2026). Foto: MC Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyoroti potensi Batik Malaka sebagai salah satu produk unggulan ekonomi kreatif daerah. Hal itu disampaikan Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Farhan AP, saat meninjau langsung Rumoh Produksi Batik Malaka di Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat proses produksi sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan usaha batik berbasis kearifan lokal yang dikelola perajin setempat.

RelatedPosts

Wali Nanggroe Pertanyakan Pergub JKA, Pemerintah Aceh Siapkan Pergub Baru Usai Pencabutan

Wagub Aceh Soroti Korupsi di Daerah, Pemkab dan Pemko Diminta Perkuat Tata Kelola

Wagub Aceh Desak Daerah Tuntaskan Data Pascabencana, Pemulihan Dinilai Masih Terkendala

Di lokasi, Farhan menyaksikan seluruh tahapan pembuatan batik, mulai dari perancangan motif, pencantingan secara manual, proses pewarnaan, hingga tahap akhir atau finishing kain. Proses produksi masih mempertahankan teknik tradisional dengan sentuhan motif khas Aceh Besar.

Rumoh Produksi Batik Malaka dikenal dengan ragam motif yang merepresentasikan identitas daerah, seperti motif Seulawah, Jantho, Tengku, Masjid Oman, hingga produk turunan seperti Solanda, Kasab Ijok, dan Kuba Gerabah. Setiap motif mengangkat unsur sejarah, religi, serta filosofi lokal yang menjadi ciri khas Aceh Besar.

“Setiap motif mengandung nilai sejarah, religi, dan filosofi lokal yang menjadi ciri khas batik Aceh Besar,” kata Farhan.

Menurutnya, Batik Malaka tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih luas. Namun, pengrajin masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan promosi hingga perluasan akses pasar.

Farhan menilai, penguatan sektor UMKM berbasis budaya perlu didukung secara berkelanjutan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong pembinaan, pendampingan, serta membuka peluang promosi agar produk batik Aceh Besar semakin dikenal.

“Batik Malaka ini adalah kekayaan budaya Aceh Besar yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi. Motif-motifnya lahir dari sejarah dan identitas daerah, sehingga harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memperkenalkan produk lokal. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan dan mempromosikan batik Aceh Besar dalam berbagai kesempatan.

“Saya mengajak masyarakat untuk ikut membantu mempromosikan Batik Malaka. Dengan mengenakan dan memperkenalkan produk ini, kita ikut menjaga budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat gampong,” tambahnya.

Pemkab Aceh Besar menargetkan Batik Malaka dapat berkembang sebagai sentra batik unggulan daerah. Selain menjaga warisan budaya, pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan perajin dan membuka peluang usaha baru di tingkat gampong.

“Kalau ingin UMKM naik kelas, dukungan harus berkelanjutan. Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas produksi dan membuka akses pasar yang lebih luas,” tegas Farhan.

Tags: Batik MalakaPemerintah Aceh BesarUMKM
Previous Post

Program Profiling Guru Berdaya Resmi Dibuka, Ini Harapan Illiza

Next Post

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Related Posts

Aceh Besar Percepat Pembangunan SPAM Regional untuk Atasi Krisis Air Bersih

by Riska Zulfira
9 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan komitmennya mendukung pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Aceh Besar–Banda Aceh sebagai...

314 CJH Aceh Besar Dilepas, Usia 19 hingga 97 Tahun Berangkat Kloter II

by Ahmad Mufti
6 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 314 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Aceh Besar resmi diberangkatkan dalam Kloter II dari Masjid Baitul Makmur...

HUT ke-821 Banda Aceh Dongkrak Ekonomi, Perputaran Uang Tembus Rp7,62 Miliar

by Redaksi
26 April 2026
0

MASAKINI.CO - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh melalui rangkaian acara Banda Aceh Experience tidak hanya menghadirkan...

Next Post
Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Tiga Oknum Polisi dan Satu Warga Dituntut 6 Tahun Penjara dalam Kasus Narkotika

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co