MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemkab Aceh Besar Tinjau Produksi Batik Malaka, Dorong Penguatan UMKM Berbasis Budaya

Redaksi by Redaksi
11 Februari 2026
in Daerah
0

Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar, Farhan AP, meninjau Rumoh Produksi Batik Malaka di Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Selasa (10/02/2026). Foto: MC Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyoroti potensi Batik Malaka sebagai salah satu produk unggulan ekonomi kreatif daerah. Hal itu disampaikan Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Farhan AP, saat meninjau langsung Rumoh Produksi Batik Malaka di Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat proses produksi sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan usaha batik berbasis kearifan lokal yang dikelola perajin setempat.

RelatedPosts

Rehabilitasi 57 Ribu Hektare Sawah Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana

Warga Rasakan Manfaat SALEUM, Laporan Warga Direspon Cepat

Wagub Aceh Soroti Warga Masih Gunakan Pelat Luar, Samsat Diminta Beri Contoh

Di lokasi, Farhan menyaksikan seluruh tahapan pembuatan batik, mulai dari perancangan motif, pencantingan secara manual, proses pewarnaan, hingga tahap akhir atau finishing kain. Proses produksi masih mempertahankan teknik tradisional dengan sentuhan motif khas Aceh Besar.

Rumoh Produksi Batik Malaka dikenal dengan ragam motif yang merepresentasikan identitas daerah, seperti motif Seulawah, Jantho, Tengku, Masjid Oman, hingga produk turunan seperti Solanda, Kasab Ijok, dan Kuba Gerabah. Setiap motif mengangkat unsur sejarah, religi, serta filosofi lokal yang menjadi ciri khas Aceh Besar.

“Setiap motif mengandung nilai sejarah, religi, dan filosofi lokal yang menjadi ciri khas batik Aceh Besar,” kata Farhan.

Menurutnya, Batik Malaka tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih luas. Namun, pengrajin masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan promosi hingga perluasan akses pasar.

Farhan menilai, penguatan sektor UMKM berbasis budaya perlu didukung secara berkelanjutan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong pembinaan, pendampingan, serta membuka peluang promosi agar produk batik Aceh Besar semakin dikenal.

“Batik Malaka ini adalah kekayaan budaya Aceh Besar yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi. Motif-motifnya lahir dari sejarah dan identitas daerah, sehingga harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memperkenalkan produk lokal. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan dan mempromosikan batik Aceh Besar dalam berbagai kesempatan.

“Saya mengajak masyarakat untuk ikut membantu mempromosikan Batik Malaka. Dengan mengenakan dan memperkenalkan produk ini, kita ikut menjaga budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat gampong,” tambahnya.

Pemkab Aceh Besar menargetkan Batik Malaka dapat berkembang sebagai sentra batik unggulan daerah. Selain menjaga warisan budaya, pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan perajin dan membuka peluang usaha baru di tingkat gampong.

“Kalau ingin UMKM naik kelas, dukungan harus berkelanjutan. Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas produksi dan membuka akses pasar yang lebih luas,” tegas Farhan.

Tags: Batik MalakaPemerintah Aceh BesarUMKM
Previous Post

Program Profiling Guru Berdaya Resmi Dibuka, Ini Harapan Illiza

Next Post

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Related Posts

Syech Muharram: Generasi Muda Jangan Kehilangan Sejarah dan Bahasa Aceh

by Ahmad Mufti
16 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan sejarah dan identitas...

2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih akan di Bangun, Begini Harapan Aceh Besar

by Aininadhirah
15 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Rencana pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih mendapat sambutan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Program...

Kuta Baro Disiapkan Jadi Tuan Rumah MTQ Aceh Besar ke-XXXV 2026

by Redaksi
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Aceh Besar ke-XXXV Tahun 2026....

Next Post
Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Tiga Oknum Polisi dan Satu Warga Dituntut 6 Tahun Penjara dalam Kasus Narkotika

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co