MASAKINI.CO – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan inflasi di Aceh pada Januari 2026 tercatat 6,69 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan Januari 2025. Angka ini meningkat tajam sebesar 3,55 persen.
Agus mengatakan lonjakan inflasi tersebut turut dipicu dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Bencana itu menyebabkan terganggunya jalur distribusi serta produksi sejumlah komoditas strategis, khususnya sektor pangan.
Sementara itu, secara bulanan (month to month), Aceh justru mengalami deflasi sebesar 0,15 persen.
Di tengah tekanan inflasi tersebut, Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola belanja bijak, terutama menjelang momentum peningkatan konsumsi seperti penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR). Menurutnya, menjelang Idul Fitri biasanya daya beli masyarakat meningkat, terlebih dengan adanya pencairan THR yang berpotensi mendorong lonjakan permintaan barang dan jasa yang pada akhirnya memicu kenaikan harga.
“Kami tidak bosan-bosan mengingatkan masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan. Harapannya, dengan belanja bijak ini dapat menahan lonjakan permintaan sehingga inflasi bisa lebih terkendali,” ujarnya, Kamis (27/2/2026).
Di sisi lain, Agus mengakui kondisi ekonomi Aceh saat ini masih dalam tahap pemulihan pascabencana. Dampak bencana sebelumnya masih dirasakan, terutama pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang terdampak cukup signifikan.
Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Aceh memang belum sebaik tahun lalu karena efek bencana yang belum sepenuhnya pulih. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis.
“Kalau kita lihat sejak Januari sudah mulai ada perbaikan. Desember lalu sempat turun tajam, sekarang sudah ada tanda-tanda kenaikan, meskipun belum kembali seperti sebelum bencana,” jelasnya.
Bank Indonesia berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat. Dengan demikian, masyarakat yang terdampak bisa kembali bekerja dan memulihkan aktivitas ekonomi.
“Kalau masyarakat sudah kembali bekerja, insyaallah pertumbuhan ekonomi akan semakin baik,” ujarnya.
Agus menegaskan, dalam upaya pemulihan tersebut, Bank Indonesia turut mengarahkan berbagai program kerjanya untuk mendukung penanggulangan dampak bencana, termasuk membantu UMKM binaan yang terdampak agar dapat segera pulih.
“Semua pihak pasti berkontribusi. Program kerja kami juga kami arahkan untuk membantu pemulihan, termasuk mendorong UMKM agar bisa recovery lebih cepat,” tutupnya.










Discussion about this post