MASAKINI.CO – Suasana berbeda terlihat di Pasar Kota Beureunuen, Kabupaten Pidie menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Sejumlah toko pakaian dan busana terpantau sepi pengunjung, padahal periode ini biasanya menjadi puncak keramaian dan peningkatan penjualan.
Pantauan di lokasi, aktivitas jual beli belum menunjukkan lonjakan signifikan. Pengunjung yang datang lebih banyak sekadar melihat-lihat tanpa melakukan transaksi.
Salah satu pedagang pakaian, Syifa, mengaku jumlah pembeli di tokonya menurun dalam beberapa hari terakhir.
“Orang paling lewat-lewat saja di depan toko dan tidak seramai dulu lagi. Sekarang sudah tidak ramai lagi orang di pasar seperti dulu,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat menjadi faktor utama. Banyak konsumen kini memilih berbelanja melalui aplikasi daring dibanding datang langsung ke pasar.
“Karena sudah ada aplikasi online, mungkin orang sudah banyak yang belanja online. Harusnya kami juga mulai jualan lewat live, tapi belum ada arahan dari bos,” katanya.
Kondisi ini membuat pedagang berharap ada peningkatan pengunjung mendekati hari raya. Pasalnya, momen Lebaran selama ini menjadi andalan pelaku usaha busana untuk mendongkrak omzet tahunan.
Jika tren sepi berlanjut, para pedagang khawatir target penjualan tahun ini tidak tercapai, terutama di tengah persaingan dengan platform belanja digital yang semakin diminati masyarakat.








Discussion about this post