MASAKINI.CO – Pemerintah mulai merealisasikan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dengan total nilai bantuan mencapai Rp167,4 miliar untuk memperbaiki 116 sekolah yang terdampak bencana.
Program tersebut ditandai dengan dimulainya pembangunan di sejumlah sekolah, antara lain UPTD TK Negeri Mujahidin, UPTD SMP Negeri 2 Peudada, dan SMK Kesehatan Muhammadiyah, Selasa (10/3/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan program revitalisasi ini merupakan langkah percepatan pemulihan sarana pendidikan di daerah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
“Hari ini kita mulai pembangunan di sejumlah sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi tahun 2026. Sebagian sekolah sudah ditetapkan dan pembangunannya bisa segera dimulai,” kata Abdul Mu’ti di Bireuen.
Dari total 116 sekolah penerima bantuan, sebanyak 86 sekolah akan dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah, sementara 30 sekolah lainnya dilaksanakan oleh TNI AD.
Menurut Mu’ti, jenis bantuan yang diberikan tidak sama di setiap sekolah karena disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Bantuan tersebut mencakup pembangunan ruang kelas baru, perpustakaan, laboratorium, toilet, ruang administrasi, hingga perbaikan sarana penunjang lainnya.
“Setiap sekolah memiliki kebutuhan berbeda, sehingga bantuan yang diberikan juga bervariasi sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap program revitalisasi ini dapat mempercepat pemulihan proses belajar mengajar di wilayah yang terdampak bencana, sehingga siswa dapat kembali belajar dengan fasilitas yang lebih layak.
Salah satu sekolah yang menerima bantuan revitalisasi adalah UPTD TK Negeri Mujahidin. Kepala sekolah, Mursyidah, mengatakan kondisi bangunan sekolah sebelumnya cukup memprihatinkan bahkan sebelum banjir melanda wilayah tersebut.
Setelah bencana terjadi, kerusakan bangunan semakin parah dan sejumlah ruang kelas masuk kategori rusak berat. Dengan jumlah siswa sekitar 120 anak, pihak sekolah terpaksa menempatkan sekitar 30 siswa dalam satu ruang kelas agar kegiatan belajar tetap berjalan.
Melalui program revitalisasi ini, TK Negeri Mujahidin menerima bantuan sebesar Rp1,032 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang belajar, perbaikan ruang administrasi, pembangunan satu ruang kelas baru, penataan lingkungan sekolah, serta perbaikan sanitasi.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Kondisi sekolah sebelumnya memang sudah sangat membutuhkan perbaikan,” kata Mursyidah.
Bantuan revitalisasi juga diterima SMP Negeri 2 Peudada dengan nilai Rp3,4 miliar. Kepala sekolah, Salawati, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi sembilan ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, pembangunan dua unit toilet, perbaikan perpustakaan, serta pembangunan ruang UKS baru.
Menurutnya, perbaikan tersebut sangat dibutuhkan karena sebagian ruang kelas mengalami kerusakan cukup serius.
Salah seorang siswa kelas IX SMP Negeri 2 Peudada, Heira Umira, mengaku kondisi ruang kelas sebelumnya sering bocor saat hujan.
“Kalau hujan sering bocor, bahkan kadang tergenang air. Jadi kami harus pindah belajar ke musala,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan kembali sekolahnya dapat membuat proses belajar menjadi lebih nyaman. “Harapannya nanti belajarnya lebih nyaman dan tidak takut bocor atau banjir lagi saat hujan,” katanya.








Discussion about this post