MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Maret 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

IWD 2026, Perempuan Muda Aceh Bahas Ruang Aman Atas Tubuh

Ulfah by Ulfah
11 Maret 2026
in News
0
IWD 2026, Perempuan Muda Aceh Bahas Ruang Aman Atas Tubuh

Diskusi peringatan Hari Perempuan Sedunia di Banda Aceh, Minggu (8/3/2026). | Foto : Cut Nauval

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Memperingati Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day/IWD) 2026, puluhan perempuan muda dari berbagai komunitas di Aceh menggelar diskusi dengan tema “Ruang Aman: Bicara Lebih Dalam tentang Tubuh Perempuan”.

Kegiatan ini digelar di Fomo Cafe, Lampriet, Banda Aceh, Minggu (8/3/2026). Diikuti sekitar 30 peserta dari komunitas perempuan, di antaranya Flower Aceh, LETO, dan Sekolah HAM Perempuan. Acara tersebut diinisiasi oleh FAMM Indonesia bersama Aliansi Perempuan Indonesia.

RelatedPosts

Harga Emas Hari Ini Turun

Punya Utang Bukan Alasan Tak Bayar Zakat Fitrah

Kemenkum Aceh Dorong Regulasi Daerah untuk Lindungi Kekayaan Intelektual Produk Lokal

Diskusi dilakukan dengan metode safe space atau ruang aman. Dalam sesi ini, setiap peserta menerima kartu berisi pertanyaan atau pernyataan yang kemudian dibahas berdasarkan pengalaman maupun pandangan masing-masing.

Perwakilan FAMM Indonesia di Aceh, Fatin, mengatakan peringatan IWD tahun ini mengangkat tema besar “Perempuan Bersatu: Melawan Penghancuran atas Tubuh.”

Menurut Fatin, tubuh perempuan kerap menjadi ruang berbagai bentuk ketidakadilan, mulai dari kekerasan, kerusakan lingkungan yang memperberat beban hidup perempuan, hingga ketidakpastian pekerjaan yang membuat perempuan rentan terhadap kemiskinan dan eksploitasi.

“Melalui diskusi dengan metode ruang aman ini, kami ingin berbicara lebih dalam tentang tubuh perempuan,” kata Fatin.

Ia menyebut diskusi berlangsung terbuka dan penuh refleksi. Pengalaman serta pandangan yang dibagikan peserta menjadi pembelajaran bagi perempuan muda yang hadir.

Fatin berharap ruang seperti ini dapat membantu perempuan muda di Aceh untuk lebih memahami dirinya, sembuh dari luka batin, terhindar dari kekerasan, dan terus bersinar.

Kepala Sekolah HAM Perempuan yang juga menjadi moderator diskusi, Gaby, mengatakan Hari Perempuan Sedunia menjadi momentum bagi perempuan untuk merayakan identitas dan kekuatan mereka.

“Selama ini tubuh perempuan sering dipandang sekadar sebagai objek, bukan sesuatu yang harus dihargai dan dilindungi. Padahal perempuan memiliki hak dasar atas tubuhnya sendiri serta berhak untuk dihormati,” kata Gaby.

Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan sejumlah aktivitas interaktif untuk membangun solidaritas antar perempuan. Salah satunya melalui sesi tukar kado antar peserta yang dilakukan secara acak sebagai simbol dukungan dan kebersamaan.

Febby mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun koneksi dan dukungan di antara perempuan. “Dalam perjuangan ini kita tidak berjalan sendirian. Kita saling menjaga dan menguatkan satu sama lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegembiraan yang tercipta dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun solidaritas perempuan.

Salah satu peserta, Alma, mengaku kegiatan itu membuatnya semakin termotivasi untuk terlibat dalam upaya pemberdayaan perempuan.

Ia mengungkapkan kegiatan ini mempertemukan banyak perempuan untuk berbagi cerita dan pengalaman dalam memperjuangkan hak perempuan.

“Saya merasa semakin termotivasi untuk mendukung perempuan agar lebih berdaya dan memiliki kesempatan yang setara,” kata Alma.

Selain berdiskusi, para peserta juga membuat konten kampanye tentang dukungan terhadap perempuan dengan menampilkan tokoh publik yang berpihak pada perjuangan perempuan.

Konten tersebut diharapkan dapat memperkuat pesan solidaritas serta mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghargai tubuh dan hak perempuan.

Tags: Flower AcehHari Perempuan InternasionalPerempuan Aceh
Previous Post

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

Next Post

Kemenkum Aceh Dorong Regulasi Daerah untuk Lindungi Kekayaan Intelektual Produk Lokal

Related Posts

Advokasi Seuramoe Inoeng Antar Manissa Putri Amanah Juara Nasional Miss Muslimah 2025

by Aininadhirah
1 Februari 2026
0

  MASAKINI.CO - Manissa Putri Amanah berhasil mengharumkan nama Aceh dengan meraih Juara 1 tingkat nasional dalam ajang Miss Muslimah...

Flower Desak Pemerintah Respons Cepat Bencana Banjir di Aceh

by Ulfah
29 November 2025
0

MASAKINI.CO - Flower Aceh mendesak pemerintah untuk merespons cepat tepat, dan terukur terhadap situasi banjir di Sumatra termasuk Aceh, mengingat...

Ancaman KBGO bagi Perempuan, Lindungi Ruang Digital dari Kekerasan

by Ulfah
27 November 2025
0

MASAKINI.CO - Ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) saat ini semakin mengancam ruang aman perempuan Indonesia, termasuk di Aceh. Padahal,...

Next Post

Kemenkum Aceh Dorong Regulasi Daerah untuk Lindungi Kekayaan Intelektual Produk Lokal

Punya Utang Bukan Alasan Tak Bayar Zakat Fitrah

Discussion about this post

CERITA

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co