MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ancaman KBGO bagi Perempuan, Lindungi Ruang Digital dari Kekerasan

Ulfah by Ulfah
27 November 2025
in News
0

Ilustrasi ancaman KBGO. | Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) saat ini semakin mengancam ruang aman perempuan Indonesia, termasuk di Aceh. Padahal, perkembangan teknologi telah membuka ruang baru bagi perempuan untuk belajar, bekerja, mengorganisir diri, dan berkarya.

Menurut Koordinator Divisi Kajian, Publikasi dan Pendidikan Flower Aceh, Hendra Lesmana, kekerasan dan intimidasi digital yang terjadi saat ini mulai dari doxing, penyebaran konten intim nonkonsensual, peretasan, ancaman, hingga ujaran kebencian berbasis gender yang berdampak serius pada mental, keselamatan, dan ruang gerak perempuan.

RelatedPosts

Ustadz Adi Hidayat: Bangun Setiap Malam Ramadan untuk Menggapai Lailatul Qadr

BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh Lakukan Kerja Sama dengan RS Putri Bidadari

Pentingnya Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

Azharul Husna, Koordinator KontraS Aceh mengingatkan bahwa kekerasan terhadap perempuan bukan hanya fenomena masa lalu yang hadir dalam konflik bersenjata, tetapi juga terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi.

“Dulu perempuan menghadapi kekerasan struktural karena konflik bersenjata. Hari ini, mereka menghadapinya kembali—di jalanan, juga di layar ponsel mereka,” kata Husna dalam webinar bertema “Keamanan Cyber bagi Perempuan: Melindungi Ruang Digital dari Kekerasan Berbasis Gender” pada Selasa (25/11/2025).

Menurut Husna, perempuan tidak boleh terus dibebani tanggung jawab individu untuk melindungi diri dari ancaman siber. Negara harus hadir.

Ika Dyah AR, Dosen Universitas Binus menegaskan bahwa kekerasan digital meninggalkan luka yang sering kali tak terlihat.

Ia mengatakan kekerasan terhadap perempuan bukan hanya memar yang kasat mata, melainkan juga luka yang tersembunyi di balik layar. Ruang digital yang seharusnya menjadi tempat inspirasi dan partisipasi justru menjadi medan baru kekerasan.

“Keamanan siber adalah garis pertahanan penting. Negara dan platform digital wajib memastikan ruang online yang aman, adil, dan bebas intimidasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ernawati Koordinator Pengorganisasian Masyarakat  Flower Aceh, juga menekankan betapa cepatnya ruang digital berubah menjadi tempat yang rentan bagi perempuan, bahkan sampai tingkat komunitas.

“Ruang digital sudah jadi bagian tak terpisah dari kehidupan kita. Tapi risiko kekerasan berbasis gender online juga meningkat dan butuh perhatian serius. Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk memastikan ruang digital yang aman, terutama bagi perempuan,” tegasnya.

Melengkapi diskusi, Riswati, Direktur Eksekutif Flower Aceh menyebutkan bahwa memahami keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan fundamental bagi perempuan dan kelompok rentan.

“Kita harus lebih paham dan kritis terhadap keamanan digital, karena bisa melindungi kita dari ancaman yang terus berkembang,” tegasnya.

Menurut Riswati, keamanan digital adalah hak asasi manusia, negara punya tanggung jawab besar untuk memastikan ruang digital yang aman bukan hanya bagi perempuan, tetapi juga anak-anak, kelompok marjinal  agar mereka dapat berekspresi, berkarya, dan berkontribusi secara bebas dalam pembangunan Aceh yang inklusif. Tanpa ruang digital yang aman, partisipasi mereka akan terus terhambat.

Menutup diskusi, Moderator kegiatan, Niswah mahasiswi Fisip USK mengajak semua pihak untuk memperkuat literasi dan kesadaran keamanan digital, menghapus budaya menyalahkan korban, memperkuat tanggung jawab platform digital, serta mendorong negara untuk hadir dengan regulasi, layanan, dan perlindungan yang efektif.

Kegiatan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) 2025 ini, diikuti oleh Flower Aceh bersama Komnas Perempuan, Universitas Binus, Islamic Relief Indonesia, Komisi Kesetaraan KSBSI, Balai Syura, KontraS Aceh, Sekolah HAM Perempuan, FORHATI Aceh, Forum Anak Tanah Rencong, FAMM wilayah Sumatera dan Lentera Habibi.

Tags: Flower AcehKBGOKekerasan cyberRuang Digital
Previous Post

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Simeulue

Next Post

Gempa 6,5 Magnitudo di Simeulue, Sejumlah Fasilitas Rusak dan 12 Orang Luka-luka

Related Posts

Belum Daftar PSE, Fitur Login Wikimedia Kini Dibatasi

Belum Daftar PSE, Fitur Login Wikimedia Kini Dibatasi

by Ulfah
28 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sejak 25 Februari 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan pembatasan terbatas terhadap fitur login pada subdomain auth.wikimedia.org. Langkah...

Flower Desak Pemerintah Respons Cepat Bencana Banjir di Aceh

by Ulfah
29 November 2025
0

MASAKINI.CO - Flower Aceh mendesak pemerintah untuk merespons cepat tepat, dan terukur terhadap situasi banjir di Sumatra termasuk Aceh, mengingat...

Remaja di Aceh Dilatih Jadi Pemimpin Muda Bidang Kesehatan Lewat Bootcamp

Remaja di Aceh Dilatih Jadi Pemimpin Muda Bidang Kesehatan Lewat Bootcamp

by Ulfah
19 September 2025
0

MASAKINI.CO – Puluhan perwakilan remaja dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh dilatih menjadi pemimpin muda di bidang kesehatan, melalui Youth Health Leadership...

Next Post

Gempa 6,5 Magnitudo di Simeulue, Sejumlah Fasilitas Rusak dan 12 Orang Luka-luka

Air Sungai Meluap, Ratusan Lahan Pertanian di Indrapuri Terancam Gagal Panen

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co