MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan Gedung Banda Aceh Academy (BAA) di kawasan Blang Padang sebagai pusat pengembangan ekosistem digital yang akan mewadahi komunitas, startup, dan talenta teknologi di ibu kota provinsi tersebut.
Fasilitas yang merupakan eks Gedung Dekranasda Banda Aceh itu akan menjadi lokasi pelaksanaan Garuda Spark Innovation Hub, program kolaborasi yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memperkuat ekosistem digital daerah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan keberadaan pusat kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan komunitas digital yang selama ini belum memiliki ruang bersama untuk mengembangkan ide, inovasi, dan kerja sama.
Menurutnya, Banda Aceh memiliki banyak komunitas teknologi dan startup yang aktif berkembang. Namun aktivitas mereka masih berjalan secara terpisah sehingga peluang kolaborasi belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Gedung Banda Aceh Academy nantinya akan menjadi pusat aktivitas komunitas digital, startup, dan talenta teknologi. Ini menjadi ruang bersama untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat,” kata Zubir, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, pemanfaatan gedung tersebut tidak hanya sebatas menyediakan ruang berkumpul, tetapi juga menjadi tempat bertemunya berbagai unsur ekosistem digital, mulai dari komunitas, akademisi, pelaku usaha, investor, hingga pemerintah.
Dengan adanya pusat kolaborasi tersebut, berbagai program pengembangan kapasitas, diskusi teknologi, inkubasi startup, hingga kegiatan peningkatan keterampilan digital dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Zubir menilai kehadiran Garuda Spark Innovation Hub menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi digital di Banda Aceh. Sebab, pengembangan sektor digital tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, tetapi juga ruang yang mampu mempertemukan berbagai pihak untuk menciptakan peluang baru.
“Kehadiran program ini diharapkan mempercepat lahirnya kolaborasi baru, membuka peluang usaha, serta membantu talenta digital Aceh terhubung dengan kebutuhan industri dan pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia optimistis keberadaan pusat inovasi tersebut akan mendorong lahirnya lebih banyak startup lokal serta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan produk dan layanan berbasis teknologi yang memiliki daya saing.








Discussion about this post