MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh mengapresiasi sejumlah pengelola tempat kebugaran yang mulai melakukan penyesuaian operasional dengan memisahkan fasilitas olahraga antara laki-laki dan perempuan.
Langkah tersebut dinilai sebagai respons positif terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan tempat olahraga yang lebih nyaman dan sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh.
Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, M Rizal, mengatakan pihaknya melihat adanya perkembangan positif dari sejumlah pelaku usaha gym yang mulai berinisiatif melakukan penataan secara mandiri.
“Kami sangat mengapresiasi para pemilik gym yang sudah mulai berinisiatif memisahkan tempat latihan untuk pria dan wanita. Ini respons yang sangat positif terhadap kenyamanan masyarakat,” ujar Rizal, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan Satpol PP-WH selama ini tidak bertujuan untuk membatasi aktivitas usaha, melainkan mendorong terciptanya fasilitas olahraga yang lebih nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rizal menjelaskan, beberapa alternatif yang dapat dilakukan pengelola gym antara lain memisahkan ruang latihan, mengatur jadwal operasional khusus bagi laki-laki dan perempuan, maupun menyediakan sekat pembatas yang memadai.
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan Satpol PP-WH saat ini lebih mengedepankan edukasi dan komunikasi dengan para pelaku usaha. Langkah tersebut dilakukan agar penyesuaian dapat berjalan secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas usaha yang sudah berjalan.
Menurut Rizal, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi penting untuk menciptakan fasilitas olahraga yang tetap mendukung kesehatan masyarakat sekaligus menjaga citra Banda Aceh sebagai kota yang menerapkan nilai-nilai syariat Islam.
Dengan semakin banyaknya tempat kebugaran yang berbenah, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan ruang olahraga yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.








Discussion about this post