MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh mengamankan sejumlah mainan jelly squishy yang diduga berisi jarum suntik setelah menerima laporan dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh terkait temuan seorang orang tua siswa MIN 2 Kota Banda Aceh.
Temuan tersebut bermula ketika seorang siswa membeli mainan jelly squishy dari pedagang di luar lingkungan sekolah. Saat diperiksa di rumah, orang tua siswa menemukan jarum suntik di dalam mainan tersebut dan segera melaporkan kejadian itu kepada Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Satpol PP-WH Banda Aceh untuk ditindaklanjuti. Tim gabungan yang dipimpin Komandan Pleton (Danton) Lukman Hakim langsung mendatangi lapak pedagang di sekitar lokasi pada Selasa (21/7/2026).
Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan petugas menemukan barang yang diduga mengandung jarum suntik saat melakukan pemeriksaan di lapak pedagang.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengamankan dua lempeng mainan jelly squishy yang berisi jarum suntik. Barang tersebut kami sita sebagai langkah pencegahan sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Muhammad Rizal.
Menurut Muhammad Rizal, berdasarkan keterangan pedagang, mainan tersebut diperoleh dari seorang distributor yang berada di Kota Medan. Meski demikian, pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait asal-usul barang tersebut bersama instansi terkait.
Sebagai langkah antisipasi, satu lempeng barang bukti diamankan di Kantor Satpol PP-WH Banda Aceh, sedangkan satu lempeng lainnya diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan medis. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keamanan produk yang beredar di lingkungan sekolah.
Muhammad Rizal mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih berhati-hati dalam mengawasi jenis mainan yang dibeli anak-anak. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan barang yang diduga membahayakan keselamatan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.









Discussion about this post