MASAKINI.CO – Mukarramah Fadhlullah resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Aceh masa bakti 2026–2030. Kepemimpinan baru ini langsung diarahkan untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam olahraga, mulai dari tingkat keluarga hingga melahirkan pelatih dan wasit perempuan yang profesional.
Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PERWOSI Aceh di Aula Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Rabu (10/6/2026), yang dihadiri pengurus PERWOSI kabupaten/kota se-Aceh serta sejumlah organisasi perempuan.
Usai terpilih, Mukarramah menegaskan komitmennya menjalankan amanah tersebut dengan fokus pada penguatan peran perempuan sebagai penggerak olahraga keluarga dan kesehatan masyarakat.
“Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen untuk memajukan organisasi yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Dalam masa kepemimpinannya, PERWOSI Aceh akan mengacu pada visi PERWOSI Pusat untuk mewujudkan perempuan yang sehat, kuat, dan berdaya melalui olahraga keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Salah satu fokus utama yang akan dikembangkan adalah menjadikan perempuan Aceh sebagai motor penggerak aktivitas olahraga di lingkungan keluarga dan gampong. Program tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya gampong olahraga yang ramah keluarga dan selaras dengan nilai-nilai syariat Islam.
Selain itu, PERWOSI Aceh juga menyiapkan sejumlah program yang menyasar peningkatan partisipasi perempuan dalam aktivitas olahraga, seperti Senam Inong Aceh di tingkat gampong, Family Fun Walk, hingga lomba tari kreasi bernuansa olahraga bagi remaja putri dan kaum ibu.
Tidak hanya mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga, PERWOSI Aceh juga berupaya memperkuat kapasitas perempuan di bidang olahraga melalui pelatihan dan sertifikasi wasit maupun pelatih.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi perempuan Aceh agar dapat berkiprah secara profesional di dunia olahraga, tidak hanya sebagai peserta tetapi juga sebagai pengelola dan pembina.
Mukarramah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari TP PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Aceh hingga sektor swasta guna memperkuat pelaksanaan program-program olahraga perempuan.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam olahraga tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas keluarga dan pembangunan sumber daya manusia di Aceh.
“Kami ingin menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat Aceh,” katanya.








Discussion about this post