MASAKINI.CO – Meningkatnya aspirasi masyarakat terkait tempat kebugaran atau gym yang terpisah antara laki-laki dan perempuan dinilai membuka peluang usaha baru yang potensial bagi pelaku bisnis di Banda Aceh.
Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan tingginya perhatian masyarakat terhadap konsep olahraga yang lebih sesuai dengan nilai-nilai syariat menunjukkan adanya kebutuhan pasar yang nyata. Karena itu, pelaku usaha didorong untuk melihat kondisi tersebut sebagai peluang pengembangan bisnis, bukan sebagai kendala.
Menurut Rizal, masyarakat saat ini tidak hanya mencari fasilitas olahraga yang lengkap, tetapi juga menginginkan kenyamanan dan privasi saat berolahraga, terutama bagi perempuan dan wanita berhijab.
“Ini peluang pasar yang luar biasa. Pengusaha gym harus adaptif. Ketika masyarakat meminta tempat olahraga yang privat, terpisah antara laki-laki dan perempuan, serta nyaman bagi semua kalangan termasuk wanita berhijab maka sediakanlah. Siapa yang bisa memfasilitasi kebutuhan ini dengan baik, merekalah yang akan memenangkan pasar,” kata Rizal, Kamis (11/6/2026).
Ia menilai tren tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat tanpa mengabaikan nilai-nilai yang berlaku di Kota Banda Aceh. Kondisi itu sekaligus menjadi sinyal adanya permintaan pasar yang terus berkembang.
Rizal mengatakan pelaku usaha yang mampu membaca kebutuhan masyarakat berpeluang memperoleh pangsa pasar yang lebih luas. Terlebih, minat masyarakat terhadap aktivitas kebugaran dan olahraga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, konsep gym yang memberikan kenyamanan, keamanan, serta memperhatikan kebutuhan pengguna dapat menjadi nilai tambah yang membedakan sebuah usaha dengan kompetitornya.
Saat ini, kata Rizal, belum ada regulasi khusus yang mengatur secara rinci operasional tempat kebugaran di Banda Aceh. Namun, tingginya masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih spesifik pada masa mendatang.
Ia berharap pelaku usaha dapat lebih inovatif dalam mengembangkan layanan olahraga yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Dengan begitu, pertumbuhan sektor usaha kebugaran dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.
“Yang terpenting adalah bagaimana pelaku usaha mampu menghadirkan fasilitas yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jika kebutuhan itu dapat dijawab dengan baik, tentu peluang bisnisnya juga akan semakin besar,” ujarnya.
Rizal menambahkan, kehadiran fasilitas olahraga yang ramah syariat diyakini dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk berolahraga secara rutin, sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga di Banda Aceh.









Discussion about this post